Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 53-Bingung


__ADS_3

"Argh bang*** gue kangen banget dengan Kyira, kalau bukan karena urusan perusahaan cabang mestinya aku ke Austria, malah di suruh orang lain," ucap Albert kesal.


Albert pun melakukan pekerjaannya seperti biasanya. Meskipun perasaannya campur aduk ingin bertemu dengan Kyira sahabat dekatnya.


Albert pun mencari ponsel dan menghubungi Kyira.


"Hey Kyira, kamu apa kabarnya?" ucap Albert.


"Ehm kurang baik, Albert kamu kapan kesini, aku pengen berjalan-jalan dengan kamu, ohya kabar Athar gimana sekarang, kabarnya dia sudah punya pacar yaa?" ucap Kyira.


"Hehe, satu-satu Kyira pertanyaan yang kamu ajukan, aku bingung jawabnya," ucap Albert sambil tersenyum.


"Yaa udah jawab lah yang bisa kamu jawab saja," ucap Kyira sambil tersenyum dan menguap.


"Benar banget jika Athar memiliki pacar calon dokter bernama Dwifa dan terkait hal itu maaf yaa Kyira aku belum ke Austria menemui karena perusahaan cabang di Indonesia membutuhkan dan sungguh Kyira aku merindukan mu," ucap Albert bicara jujur.


"Apaa? kamu merindukanku Albert," ucap Kyira dengan muka langsung memerah.


"Hehez nggak boleh yaa aku merindukan mu, dan apakah benar Dion pacar kamu sekarang?" ucap Albert bertanya serius.


"Ehm sebenarnya hanya pacar bohongan kok Albert, saat itu situasinya sangat mendesak jadi dimanfaatkan, tapi nggak apa-apa kok aku aman saja disini, kamu tahu sendiri kan aku bisa bela diri," ucap Kyira menjelaskan kepada Albert agar tidak khawatir.


"Taapi... "


Belum selesai Albert bicara Kyira menjawab kembali.


"Albert, kamu harus percaya dengan ku ya, jangan suruh orang lain untuk memataiku, dan apakah kamu menyukai ku," ucap Kyira dengan mata menatap tajam.


"Iih apaan sih Kyira, jangan lihat gitu juga, emang nya muka ku ada apa sih?" ucap Albert melihat wajahnya di kaca.


"Hahahaha, ternyata lucu yaa kalau lihat kamu malu-malu gitu," ucap Kyira menggoda Albert.


"Awas aja yaa kalau aku kesana, habis rambutmu ku acak," ucap Albert gemes dengan tingkah manis sahabatnya.


"Weeek (menjulurkan lidahny) siapa juga yang menggoda kamu? lagian orang yang bisa aku ajak humor dan jadi diriku hanya denganmu dan Athar yang lain jadikan aku manusia datar," ucap Kyira sambil menjulurkan lidahnya.


"Dasar gemesin dan ngangenin," ucap Albert dengan suara lirih.


"Bilang apa tadi Albert?" ucap Kyira sambil mengernyitkan alisnya.


"Hehehe nggak ada kok Kyira," ucap Albert tersenyum kecil.


"Oh iya Albert nanti kita lanjut yaa, ngantuk nie," ucap Kyira sambil menguap.

__ADS_1


"Oke deh jaga kesehatan aja ya Kyira," ucap Albert langsung mematikan panggilan video tersebut.


Saat Kyira ingin beranjak tidur, dering ponselnya kembali berdering.


"Hai cewek manis ku, masih ingat nggak sama aku," ucap seorang laki-laki misterius.


"Siapa sih? sudah malam ngantuk nie mau tidur," ucap Kyira.


"Waah cewek manis ku sekarang sudah makin populer ya, di tinggal setengah tahun sudah saja penggantinya, lusa tunggu aku di kampus yaa kebetulan lagi libur disini," ucap lelaki misterius tersebut.


Kyira mengernyitkan keningnya memikirkan siapa kah gerangan yang menelponnya. Ada dua kemungkinan kalau Bang Zion atau My only gumam Kyira lama memikirkannya dan tertidur dengan pulas.


Kyira pun terlelap dalam tidurnya.


"Lusa pesan kan tiket ke Austria,"ucap Tuan Zion.


"Baik Tuan.." ucap sekretaris Zion.


Zion dulu pernah menjadi mahasiswa sementara di kampus tempat Kyira ngampus. Namun, disana dia hanya sementara lebih sekedar pertukaran pelajar namun sengaja tidak diberi tahunya. Namun, sejak kehadiran Kyira di hidupnya Zion tidak menjadi manusia kaku lagi. Dia pergi begitu saja dari kampus tersebut dikarenakan sesuatu hal yang mendesak hingga setengah tahun sudah lewat dan akhirnya aku harus bertemu dengan bidadari yang mengubah hidupku begitulah," gumam Zion.


Matahari menyinari bumi dengan cahaya indahnya.


"hoaaaammm..."


Kyira pun bangun dari tidurnya, mandi, sarapan dan beres-beres kamar. Setelah itu persiapan menuju kampus. Saat dirinya hendak keluar betapa terkejutnya dirinya dengan kehadiran Athar.


"Hai Kyira, sorry yaa kita datang tanpa izin ke kamu," ucap Athar.


"Hai Kyira perkenalkan saya Dwifa," ucap Dwifa dengan senyum ramah.


Kyira pun mempersilahkan keduanya duduk dan Kyira mengambil minuman serta makanan seadanya. Kyira pun menyajikannya, saat hendak duduk dering ponselnya kembali berbunyi.


"Yaa Hallo, waah di tunda yaa, oke thanks yaa Riya," ucap Kyira pada temannya.


"Siapa yang nelpon Kyira?" ucap Athar.


" Teman kampus, perkuliahan di undur sampai jam 13.00 karena dosennya ada urusan mendadak," ucap Kyira.


Kyira, Athar dan Dwifa pun asyik membicarakan sesuatu hal sehingga kesannya menarik pembahasan mereka.


"Kyi, pakaian Dwifa di titip di sini yaa, aku memesan apartemen di sebelah, kami tidak bisa satu rumah," ucap Athar.


"Oke nanti di kabari saja kalau kalian sudah pulang yaa," ucap Kyira.

__ADS_1


Athar dan Dwifa pergi meninggalkan apartemen Kyira mereka ke perpustakaan di Austria karena keduanya memiliki tujuan yang sama.


"Wanita dan laki-laki yang cerdas, lah itu duo pasangan tadi Dwifa dan athar, sepertinya keduanya memiliki komitmen nie," gumam Kyira sambil menunggu bis.


Sesampainya di kampus.


Kyira berjalan perlahan berharap Zion tidak menemukan nya ternyata laki-laki itu menuju tengan gerbang kampus.


"Hallo sayang, senyum dong cantik," ucap Zion menggoda Kyira.


"Apaan sih nyebelin?" ucap Kyira kesal.


"Oke maaf, jangan marah dong sayang," ucap Zion.


"Yaa udah kalau begitu, jangan ganggu aku," ucap Kyira.


"Oke, aku tidak ganggu kamu," ucap Zion.


Kyira pun pergi meninggalkan Zion yang sendirian di belakangnya.


"Morning bidadari ku," ucap Teo.


"Argh...." ucap Nea ingin berteriak namun ditutup oleh Teo.


"Kamu ngapain disini Teo?" ucap Nea takut nanti ada yang melihat.


"Ini pagi tahu, kru kalian sudah aku kasih makan, tadi aku udah izin nyari kamar kamu dimana?" ucap Nea.


"Jadi mereka sudah tahu hubungan kita dong," ucap Teo.


"Iyaa lah mereka tahu tanpa mereka mengucapkan,"ucap Teo.


"Ehm malu tapi." ucap Nea.


"Sudahlah jangan pikirin yang lain, aku sudah minta izin dengan sutradara untuk meminjam kamu dan juga hari ini syuting kalian terakhir kan jadi sekaligus saja mengantar kamu pulang," ucap Teo.


Nea pun bersiap-siap untuk pulang lebih awal. Setelah selesai dia pun bertanya dengan Teo.


"Kamu penasaran yaa, kita mau kemana dan ngapain saja," ucap Teo


"Malam ini pertemuan keluarga karena abangku mau menikah jadi aku harus bawa pasangan aku agar mama dan papa tidak mencari jodoh buatku," ucap Teo.


"Kenapa kamu tidak mau diluar sana kan ada yang lebih cantik?" ucap Nea.

__ADS_1


"Yang menarik hati aku cuma kamu doang, ngapain mikirin cewek lain?" ucap Teo dan mereka memasuki mobil dan melaju dengan kecepatan sedang.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2