Daring Cinta

Daring Cinta
Bab 66-Tersipu malu


__ADS_3

Leta pun menyelesaikan makanannya, setelah itu dia pun kembali ke rumah. Sebelum ke rumah dia pun ke mall di samping Restaurant tersebut dan berpura-pura menelpon Meisya agar tidak di curagai oleh temannya tersebut.


"Hallo Meisya, aku sekarang berada di mall ini, kamu minta dibelikan apa?" Ucap Leta tersenyum dalam panggilan video.


"Ehm belikan saja seperti biasanya saja makanan intinya," ucap Meisya pada Leta.


Leta pun mengelilingi mall itu seperti orang linglung karena dia takut dengan sikap Dion. Jadi, dia berniat untuk kembali ke Indonesia untung saja dia ke Austria niat hanya libur beberapa dan izin dengan pihak kampus di Indonesia.


Ke Austria hanya menemani Meisya saja, karena Meisya tidak tahan tinggal dengan orangtuanya yang selalu mengomelin pergaulannya.


"Pokoknya aku harus kembali ke Indonesia, kalau papa tahu dengan tingkah ku di sini, bisa-bisa aku bakal dikeluarin KK dari papa, iih menakutkan," ucap Leta ketakutan ketika mengingat ancaman Dion.


Pikiran Leta selama di mall hanya itu yang dipikirkannya hingga dia teringat dengan apa yang harus dibelinya. Dia pun bergegas membeli yang diperlukan dan makana untuk Meisya.


"Jangan sampai Meisya curiga kalau aku sempat di ancam oleh Dion, kalau dia tahu pasti akan memberi pelajaran pada Kyira dan Dion, argh aku menyerah saja dekat dengan Kyira, bermusuhan dengan Kyira hanya membawa petaka," ucap Leta dalam hati.


Leta pun bergegas menuju antrian pembayaran.


"Duuh panjangnya antrian," ucap Leta mendengus kesal.


Dering ponselnya pun berbunyi.


"Yaa Hallo Ma," ucap Leta.


"Kapan kamu pulang ke Indonesia, ingat yaa libur kampus jangan lama-lama, mama nggak mau kamu menghilangkan kepercayaan mama yang meminta izin dengan papa mu," ucap Mama mendengus kesal.


"Iya mama, nanti aku bilang jika pulang tinggal beberapa hari lagi aku pulang kok," ucap Leta menjelaskan.


"Janji yaa sama mama," ucap Mama.


"Oke Mama, Leta janji," ucap Leta berjanji pada mama nya.


"Ingat ya sayang, konsekuensi kamu jika melanggar nya," ucap Mama.


"Iyaa ma, Leta paham," ucap Leta.


"Yaa sudah mama tutup dulu kalau gitu, kamu jaga diri disana, jangan sampai terjerat sesuatu yang memalukan orangtuamu," ucap Mama.


"Baik Ma," ucap Leta manut dengan mama nya.


Panggilan pun terputus.


"Waah, mama sudah menelpon menyuruhku pulang, ini tanda-tanda, kalau tidak menuruti bakal semua fasilitas ku di tutup, aku nggak bisa hidup tanpa fasilitas dari mama dan papa," ucap Leta sambil mengantri.


Tiba saatnya dia melakukan pembayaran.

__ADS_1


"Kak..." Ucap pelayan tersebut langsung memberikan struk pada Leta.


"Ohya maaf ini uangnya," ucap Leta memberikan uangnya dan kasir memberikan uang kembaliannya.


Leta pun duduk sementara di tempat duduk yang kosong.


"Loe ini kan dompet wanita tadi, laki-laki itu pun mengamati wanita yang dicarinya., oh dia disana," ucap Lelaki tersebut.


"Ini pembayaran nya, terima kasih," ucap Lelaki tersebut.


Lelaki tersebut menemui Leta, dan menepuk pundak Leta.


"Maaf apakah ini dompet kamu," ucap Lelaki tersebut.


Leta pun langsung mencari dompet yang tidak ada.


"Ohya benar, terima kasih ya, maaf sudah merepotkan," ucap Leta.


"Bolehkah saya duduk di sini, sepertinya kamu orang Indonesia ya," ucap Lelaki tersebut.


"Yups kok kamu bisa mengenalku," ucap Leta bertanya dan berpaling ke wajah lelaki tersebut.


"Kamu jurusan Desainer kan, sedangkan aku jurusan arsitek, ada beberapa mata kuliah kita bersamaan tapi karena aku pendiam dan tidak banyak bicara jadi aku tidak banyak teman," ucap Lelaki tersebut.


"Ohw begitu, nama kamu siapa? Aku Leta mahasiswi Desainer, aku ke Austria menemani temanku dan kamu punya keperluan apa ke sini," ucap Leta bertanya.


"Aku mau ikut, mumpung kita masih di Austria, btw kapan kamu ke Indonesia?" Ucap Leta.


"Lusa aku pulang ke Indonesia, kalau kamu?" Ucap Mike kembali bertanya.


"Kok sama lusa juga, kalau begitu kita tukar ponsel saja untuk pertemuan seminar mu besok," ucap Leta sambil menyodorkan ponselnya.


"Oke Mike, kalau gitu kita pulang saja Yook," ucap Leta.


"Hayoo, aku antar kamu yaa kamu pulang ke mana?" Ucap Mike


"Ehm baiklah," ucap Leta langsung menyebutkan alamatnya.


"Waah searah itu, nanti kita satu mobil saja taxi nya yaa," ucap Mike.


Mike dan Leta banyak bicara bahkan canda tawa ada di sela pembicaraan mereka. Hingga mereka menemukan taxi dan memasuki ke dalam mobil tersebut,hingga dering ponsel Leta membuyarkan pembicaraan mereka.


drrrrtttt.... drrrrrrtttt...


"Yaa Hallo Meisya," ucap Leta.

__ADS_1


"Kamu dimana sih? Semua aman kan Leta," ucap Meisya bertanya.


"Aman sih, tapi tadi mama nelpon aku di suruh pulang lusa, jadi tidak bisa menemani mu lama di sini," ucap Leta manyun.


"Ohw jadi kamu kepikiran omongan mama mu, makanya telat pulangnya," ucap Meisya.


"Iyaa Meisya," ucap Leta.


"Yaa udah nggak apa-apa kok, aku makasih sudah ditemani oleh kamu, aku juga sudah beradaptasi di sini," ucap Meisya.


"Iya Meisya, kamu nggak marah sama aku kan," ucap Leta.


"Yaa nggak lah, masa' aku marah, kan niat kamu ke Austria menemani aku saja, papa mu tetap tidak mengizinkan" ucap Meisya.


"Oke Meisya, aku lagi diperjalanan nie, nanti aku kabari jika sudah sampai ya," ucap Leta.


"Oke baiklah kalau begitu," ucap Meisya.


Panggilan pun terputus.


"Tadi teman kamu yaa," ucap Mike.


"Iya teman aku, Mike besok pukul berapa ya agar aku siap-siap?" Ucap Leta bertanya.


"Sebelum pukul 08.00 kamu sudah siap ya, aku nanti jemput kamu di depan rumahmu," ucap Mike.


Sesampainya di rumah Meisya.


"Mike terima kasih yaa sudah mengantarku," ucap Leta.


"Sama-sama, see you Leta," ucap Mike melambaikan tangannya.


Saat memasuki rumah Meisya. Meisya langsung menyerbu Beberapa pertanyaan.


" Siapa laki-laki tadi hayoo incaran baru yaa?" Ucap Meisya menggoda Leta.


"Iih apaan sih? Laki-laki tadi baru kenalan ternyata Mike satu kampus dengan ku," ucap Leta menyebutkan nama Mike kepada Meisya.


"Oohw Mike, waah aku lupa menyampaikan sesuatu tentang dia," ucap Meisya.


"Maksudnya mau menyampaikan apa?" Ucap Leta penasaran.


"Dia sempat bertanya nomor ponselmu kala itu, tapi aku lupa memberi tahumu, karena dia menanyakan tentang mata kuliah di hari itu ternyata kalian dipertemukan di Austria, kalau jodoh emang tidak kemana ya?" Ucap Meisya menggoda Leta.


"Iih apaan sih Meisya? Aku malu kamu menggoda begitu," ucap Leta.

__ADS_1


Leta dan Meisya bercanda satu sama lain lain. Karena Meisya sudah lama tidak melihat wajah sahabat nya terlihat malu-malu begitu.


🍁💐💐💐🍁


__ADS_2