
...Happy reading....
Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana kaum pelajar bebas dari masalah TUGAS. Hari ini di kediamaan Reza Anggara, Seorang kakak beradik sedang menikmati hari liburnya untuk memasak sesuatu di dapur.
"Aduh adik kakak yang paling cantik lagi ngapain nih."
"Lagi bikin sarapan nih."
"Hmm enak nih kayaknya."
"Iya dong Alsya gitu loh."
"Sa ae lu nyil."
"Is Abang, nyebelin banget sih." gerutu Alsya
Reza terkekeh kecil.
“Eh Dewi apa kabar ya?”
Setelah mengucapkan tentang Dewi raut wajah Alsya agak berbeda.
"Hei!!"
"Apasih bang."
"Abang tanya dih, eh kamu ga budeg kan, enggak kan?"
"Sembarangan kalo ngomong!"
"Ya abis ditanya enggak jawab."
"Nanya hal nggak penting ya enggak aku jawab lah."
"Wait, wait, kalian berantem?" tebak Reza
"Enggak."
"Ya terus?"
"Kenapa? cerita dong."
"Ayoo cerita." tanya Reza sambil menggoyahkan lengan Alsya
"Cepetan."
Pyarr.
"Abang!!"
"Kenapa sih ha!?"
"Cuma karena Dewi abang pengen nyelakain adik sendiri iya!?"
"Maaf tapi abang ngga..."
"STOP!!! AKU MUAK SAMA ABANG! NGGAK DI KAMPUS NGGAK DI RUMAH DEWI TERUS ISINYA!!!"
Alsya pergi begitu saja, meninggalkan Reza yang masih diam mematung atas perlakuannya barusan.
"Sya tunggu!"
"Maafin abang sya!"
"Sya!!"
Dengan cepat aku menekan tombol telepon pada nomor Dewi, untuk menanyakan perihal Alsya, tak berselang lama dia pun mengangkat telepon ku.
Halo.
Halo kak.
Bisa ketemuan bentar nggak, kakak mau tanya sesuatu.
Halo?
Eh iya boleh kak.
Kapan?
Nanti jam 10 di cafe xxx.
Oke nanti kabarin lagi aja ya.
Oke.
Tut.
...----------------...
“Aku ikut” ucap irsyam
“Tapi...”
“Oke kalo gitu.”
“Eh iya iya boleh ikut.”
“Hm.”
“Ngambek nih?”
“Gak.”
“Dih.”
“Ya."
“Kan udah boleh ikut, mau apa lagi hmm?”
“Peluk.”
“Lah.”
“Peluk.” ucapnya memelas sambil merentangkan tangannya
“Nggak.”
Dia pun memasang ekspresi seperti ingin menangis mirip seperti anak kecil bukan:)
“Iya iya sini peluk.” ucapku sambiil merentangkan tangan
Lalu dia berlari kepelukanku.
“Hiks jahat.”
“Hei kok nangis?”
“Nggak boleh peluk.”
Aku terkekeh kecil, bisa-bisanya ia menangis seperti ini.
__ADS_1
“Iya maaf tadi cuma bercanda."
Lalu dia melepaskan pelukannya.
“Nanti ikut jangan ditinggal.”
“Iya enggak."
......................
Alsya pov
Aku menaiki motor meninggalkan rumah, pagi hari mood ku sudah memburuk hanya karena "Dewi". Entah kenapa ada yang berbeda dengan sifatku barusan. Jujur aku juga sedikit iri dengan dewi, kenapa dia selalu di dekati dengan laki-laki, bahkan kakakku pun juga mendekatinya. Kenapa dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan sedangakan aku?. Memang ku akui, aku dan Dewi jauh berbeda dia cantik, pintar, dan populer sedangkan aku? tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia.
End.
"Anjingggg sebel bangettt gueeeeee!!!!!" teriak Alsya di pinggir jembatan
Ya sekarang Alsya sedang berada di pinggir jembatan, entahlah apa tujuannya. Perasaannya saat ini sangat campur aduk, antara marah, kecewa, dan sebal.
"Kenapa sih harus Dewi!?"
"Kenapa Tuhan!?"
"Kenapa harus sahabat gue!!"
Hiks, hiks isakan kecil pun turun membasahi pipi nya.
"Gue nggak sanggup kalo harus bersaing sama sahabat gue sendiri."
"Gue nggak sanggup Tuhan!!!."
"Lebih baik gue mati!!"
Belum sempat Alsya naik di jembatan tangannya ditarik oleh seseorang.
"Heh lo gila!" ucap seseorang tersebut
"Lo mau mati konyol hah!?"
"Kenapa lo nggak mikirin! nanti perasaan keluarga lo gimana!?"
Alsya menangis histeris.
"So-oryy, gue nggak bermaksud bikin lo tambah sedih."
Alsya pun mendongakkan kepalanya.
"Kak Bim-a?"
"Lo kenal gue?"
Dengan cepat Alsya pun beranjak dan pergi meninggalkan Bima. Tapi sayang sekali Bima sudah tau pergerakan Alsya.
"Mau kemana? lo belum jawab pertanyaan gue."
"Gue Alsya mahasiswa universitas xxx."
"Oh pantes."
"Gue pergi dulu." ucap Alsya
......................
Tring.
Dewi: Oke, aku juga otw.
"Yuk kak Reza udah otw nih."
"Yuk."
"Bu aku izin keluar bentar sama Irsyam ya." pamitku pada ibu
“Iya hati-hati sayang.”
“Irsyam jangan ngebut ya nak.”
“Iya tante."
“Ayo naik, boncengan aja.”
“Pegangan.”
“Kok di pundak sih.”
“Gini.” ucapnya sambil melingkarkan tanganku di perutnya.
“Ciaelah modus.” cibirku
Diapun terkekeh kecil. “Biarin kan sama pacar sendiri.”
Kami melajukan motor dengan kecepatan standar sambil menikmati jalanan kota bandung yang sangat macet hari ini. Setelah memakan waktu lumayan lama kami telah sampai di cafe xxx. Aku dan Irsyam melangkahkan kaki memasuki cafe tersebut, ku edarkan pandanganku ke seluruh arah untuk mencari Kak Reza.
“Sini.” ucap kak Reza sambil melambaikan tangannya
Aku dan Irsyam menghampirinya.
“Maaf kak, lama ya? tadi macet soalnya”
"Nggak papa.” balasnya lalu tersenyum manis ke arahku
“Ngapain lo ikut.”
“Suka-suka gue lah.”
“Udah deh jangan mulai."
“Kakak mau ngomong apa.”
“Huft jadi gini, tadi pagi kakak berantem sama Alsya soal..”
“Alsya?” potong Irsyam
“Hooh, ngapa!?”
“Maksudnya?” tanya Irsyam sambil melihat ke arahku
“Kak Reza ini kakaknya Alsya”
“What?!”
“Lebay lo.”
“Dih makanya kakak adek sama aja."
“Maksud lo apa!” balas kak Reza meninggikan suaranya
“Eh kak, sam udah nggak enak dilihatin orang” leraiku
__ADS_1
“Maaf.”
“Terus gimana tadi?”
“Jadi tadi kakak cuma tanya sama Alsya, gimana kabar kamu, tiba-tiba dia cuma diem terus kakak tanyain dia nggak jawab. Yaudah kakak paksa kan, dan nggak sengaja kakak mecahin gelas terus dia ngebentak kakak."
“Kakak harus gimana? Kasih kakak saran dong.”
Aku menghembuskan nafasku kasar “Gimana ya kak, soalnya akhir-akhir ini Alsya sama Dewi juga nggak kayak dulu.”
“Maksudnya? Kalian musuhan?”
“Nggak tau kak, setiap Dewi deketin Alsya dia kayak ngehindar gitu.”
“Kalo sama Sekar?”
“Sama, Alsya juga kayak gitu.”
Irsyam pun dengan santainya memakan makanan yang dipesan kak Reza.
“Monyet jangan dihabisin juga woi.”
“Lagian ada makanan nggak dimakan.” ucapnya santai
“Argh..”
“Udah kak biarin aja.”
“Makasih sayang.” jawab Irsyam sambil tersenyum manis kearahku
“Sayang? Kalian pacaran?”
Aku menoleh ke arah Irsyam, berusaha mengisyaratkan jangan bilang kita pacaran. Dia pun dengan santainya mengucap.
“Iya”
Mampus matilah aku.
“Serius dewi? Ini pasti bercanda kan?” ucap kak Reza lalu tertawa
Tak merasa ada jawaban kak Reza pun menatap ke arahku.
“Dewi?”
Aku pun bingung harus menjawab apa, jika aku mengatakan tidak aku takut melukai perasaan Irsyam tapi jika aku mengatakan iya aku takut melukai perasaan kak Reza. Aku pun hanya diam saja.
“Oh oke kakak tau jawabannya, emm maaf ya kakak gangguin hubungan kalian?”
Kami hanya diam saja, sambil menatap satu sama lain.
“Oh iya kalo gitu kakak duluan ya, ini tiba-tiba disuruh meriksa pasien.”
"Ciaelah baperan lo."
"Gue udah tau jawabannya."
Dia pun beranjak dari duduknya belum sempat dia berdiri ku cekal tangannya.
“Kak.”
“Ya?”
“Maaf.” lirihku sambil menundukan kepala
Dia pun mendudukan diri di sampingku lalu mendongakkan wajahku.
“Hei kenapa harus minta maaf? Seharusnya kakak yang minta maaf. Maaf selama ini ngerepotin kamu terus, maaf ya kakak jadi ganggu hubungan kamu sama Irsyam” ucapnya sambil menangkup pipiku.
Irsyam yang tak sanggup melihat ini pergi meninggalkan kami begitu saja.
“Kak.” ucapku lalu meneteskan air mata
“Udah jangan nangis.” ucapnya lalu menghapus air mataku
“Kakak orang baik, semoga kakak dapet yang lebih baik dari aku ya.”
“Makasih kakak dulu selalu ada buat Dewi, perhatiaan sama Dewi, aku kira itu cuma perasaan bisa seorang kakak sama adiknya ternyata..” ucapku yang tak mampu melanjutkannya
“Ssstt, hei udah ya. kakak nggak papa, makasih juga udah pernah jadi alasan kakak bahagia. Mungkin ini udah jadi jalannya kalo kita emang nggak bisa bersatu. Kakak harap kamu bahagia sama pilihan kamu ya.” ucapnya tulus
“Makasih kak, kakak juga semoga dapet yang lebih baik dari aku ya. Maafin Dewi kak kalo Dewi nyakitin perasaan kakak selama ini.”
“Kakak nggak ngerasa begitu” ucapnya berusaha tersenyum
“Kakak boleh meluk kamu nggak, buat terakhir kalinya? Soalnya kamu udah miliknya Irsyam” ucapnya sambil tersenyum kecut
Aku menoleh ke arah tempat duduk Irsyam tak mendapati dia ada disana. Kak Reza pun tiba-tiba memelukku.
“Thank you, you are my first love that i can’t forget, i hope you are happy with your choice, i will miss you so much.” ucapnya sambil memelukku
Cup.
Dia pun mengucup keningku singkat.
“Kejar Irsyam.” ucapnya
Aku pun tersenyum ke arahnya lalu pergi menginggalkan kak Reza dan berlari keluar untuk mencari Irsyam. Kuliat dia sedang duduk di atas motor dan tersenyum ke arahku. Aku berlari menghampirinya.
“Maaf.” lirihku
“It’s okey bae.” ucapnya menangkup pipiku sambil tersenyum manis ke arahku
“Yuk pulang.” ajaknya
Disisi lain..
Seorang lelaki sedang tersenyum menatap kepergian perempuan yang sangat dia cintai, dia harus merelakannya walau perasaannya harus hancur. Dia mengambil beberapa lembar uang lalu menaruhnya di meja dan melangkahkankan kaki keluar dari cafe tersebut. Dia sangat frustasi, pikirannya tidak bisa jernih saat ini di satu sisi dia ingin bertemu dengan Dewi agar bisa mengurangi sakit yang ada di hatinya akibat Adiknya sendiri tetapi bertemu dengan Dewi malah menambah lukanya. dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke bar. Disana dia memesan minuman beralkohol tanpa fikir panjang dia meminumnya hingga menghabiskan 3 botol. Sebelumnya dia tidak pernah meminum-minum alkohol seperti ini di botol ketiga dia memutahkannya dia tersadar apa yang telah diperbuatnya.
“Bro udah bro.” ucap seorang lelaki yang berada disana
“Dewi, diambil.” ucap reza yang mulai kehilangan kesadarannya
“Sadar bro, masih sadar nggak.” tanya seorang laki-laki tersebut
Reza menggeleng gelengkan kepalanya untuk mencari kesadarannya.
“Thanks bro, gue harus pulang.” ucapnya
“Lo yakin?”
Dia hanya menganggukan kepalanya. Reza mengambil uang dan meninggalkan bar tersebut. Belum sampai dia keluar dari bar tersebut reza tiba-tiba terkapar tak sadarkan diri. Lelaki tersebut menghampiri lalu mengangkat reza dan dengan dibantu yang lain. Lelaki tersebut mengambil ponsel Reza ingin mengabari keluarganya bahwa Reza tak sadarkan diri. Dia melihat di kontaknya ada tulisan adik lalu menelponnya. Tak berselang lama telepon pun tersambung.
"Halo, ini abang lo pingsan. Rumah lo dimana"
"Hah? Pingsan? Siapapun lo tolong anter abang gue ke alamat xxx"
"Oke gue ke sana"
...Jangan lupa vote dan juga follow author....
__ADS_1
...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya....