
...Happy reading...
Seorang lelaki tampan sedang terlelap dalam tidurnya, hari ini ia sengaja bangun siang karena semalam ia begadang. Dan untuk urusan kuliah ia sengaja berangkat terlambat karena rasanya malas sekali hari ini ia untuk bangkit dari kasurnya. Tiba-tiba suara wanita mengganggu hibernasinya eh tidurnya wkwk.
“Sam bangun yuk, udah siang loh. Nanti telat berangkat ke kampusnya.” Ucap seorang wanita cantik sambil membuka jendela di kamar Irsyam
Srakk.
Jendela terbuka.
Sinar matahari masuk melalui jendela yang telah dibuka oleh Dewi. Irsyam yang sedang tertidur pun merasa terusik karena silaunya matahari.
“Enggh silau.” Ucapnya sambil membenamkan wajahnya di selimut
“Heh ayo bangun kenapa malah kerubutan selimut.”
“Udah siang sayang.”
Mendengar suara tidak biasa membangunkannya pun Irsyam dengan cepat menyingkap selimutnya.
“Hah!?”
“Apasih? Ngagetin aja.”
“I-iya maaf, orang biasanya Mamah yang ngebangunin.”
“Mamah ke Jakarta. Tadi telpon aku suruh kesini bangunin kamu.”
“Buset cantik banget calon bini gue.”
“Kenapa ngeliatnya gitu!?” ketus Dewi
“Cantik banget.”
Dua kata yang lolos dari mulut Irsyam mampu membuat pipi Dewi memanas.
“Ya Tuhan pengen ngilang.” Jerit Dewi dalam hati
“Ciee salting ya?”
“Iya sampai pengen kayang.”
Irsyam pun tertawa, mendengar jawaban aneh dari Dewi.
__ADS_1
“Buruan kayang.”
“Ish ogah lah.”
“Tadi katany….”
“Stt udah sekarang kamu buruan mandi gih. Nanti kita telat loh kan udah jam segini.”
“Telat juga nggak ada yang marahin.”
“Lah mentang-mentang sekolah sendiri seenak jidatnya.”
“Bercanda sayang.”
“Ini mau mandi.” ucap Irsyam lalu beranjak dari tidurnya
“Sipp Good boy.”
“Aku tunggu di ruang tamu ya.”
“Okay sayang.”
Aku melangkahkan kaki menuju ruang tamu. Disana aku melihat sebuah bingkai kecil yang terpampang foto anak kecil sambil membawa pistol mainan ditangannya. Aku mengamati foto tersebut.
“Neng Dewi.” Sapa Bi Inah padaku
“Eh iya Bi?”
“Punten tadi Bibi nggak tau kalo Neng Dewi kesini.”
“Mau minum apa Neng?”
“Nggak usah Bi, nanti biar saya bikin sendiri aja.”
“Tapi Neng..”
“Nggak papa Bi.”
“Yaudah nanti kalo mau apa-apa tinggal ke dapur ya Neng, tadi saya juga sudah buatkan sarapan.”
“Iya, makasih ya Bi.”
“Sama-sama neng geulis, saya kedepan dulu ya.”
__ADS_1
“Iya silahkan.”
“Sayang boleh minta tolong nggak?” ucap Irsyam tiba-tiba
“Minta tolong apa?”
“Suapin sarapan dong, aku lupa kalo hari ini ada tugas dari Pak Budi.” Ucapnya
“Ck kamu gimana sih? Kalo ada tugas ya harusnya dikerjain tadi malem, emangnya semalem ngapain aja?”
“Game hehe.”
“Kamu boleh ngegame tapi ya harus inget sama kewajiiban kamu dong. Masak iya sampai lupa kalo ada tugas.”
“Iya maaf sayang, nggak aku ulangin deh.”
“Maaf ke diri kamu sendiri lah.”
“Iya maafin aku ya aku.”
Demi apa rasanya ingin sekali aku memukul orang didepanku ini, kenapa bodoh sekali. Nggak gitu juga konsepnya bambang.
“Ck yang serius.”
“Eheheh iya-iya. Galak banget sih.”
“Aku ambilin sarapan dulu ya.”
“Makasih ya, sayang.”
“For what?”
“For everything that you’ve given to me.”
Dewi tersenyum simpul.
“Nggak usah makasih, apapun yang aku bisa bakal aku kasih ke kamu.”
“Bentar ya, aku ambil sarapan dulu.
“Iya.” Ucap Irsyam sambil tersenyum manis
“Beruntung banget punya dia.”
__ADS_1
“Makasih Tuhan.”