
...Happy reading....
Dewi pov
Kini aku mengurung diri di kamar. Entahlah aku selalu mengingat perkataan Alsya yang sangat menyakiti hatiku. Apakah pantas seorang sahabat mengatakan kata seperti itu? Aku memutuskan untuk menulis sesuatu di buku diaryku ku ambil buku bersampul pink dan mengambil bolpoin di atas meja. Dan tanganku pun mulai menuliskan sesuatu di lembaran kertas tersebut.
Dear diary
Aku bingung saat ini aku harus bagaimana, entah mengapa rasanya sulit sekali harus memilih salah satu diantara mereka. Aku sangat mencintai Irsyam dan disatu sisi aku juga tidak ingin kehilangan sahabatku. Tuhan apakah aku harus mengalah demi kebahagiaan sahabatku? Kenapa setelah kau berikan aku kebahagian kau membuatkui bimbang harus mengambil keputusan yang mana. Aku hanya takut, takut jika aku mengambil keputusan yang salah. Aku mohon berikan aku jawaban yang tepat.
Tok tok.
“Kakak! Bukain pintunya dong.” Ucap Anak kecil dari balik pintu
Aku pun berjalan menghampiri pintu dan membukakan pintu untuknya.
Ceklek.
Menampakan sosok anak kecil dengan senyum tulusnya yang tak pernah pudar yap dia adalah Tino.
“Ini makan dulu, Kakak belum makan kan dari tadi, jadi Tino bawain makanan buat Kakak.”
“Makasih ya.” Ucapku sambil mengambil alih makanan di tangannya.
“Sama-sama Kakak cantik.” Ucapnya lalu nyelonong masuk begitu saja ke kamarku
“Ahh nyamann.” Ucapnya ketika merebahkan tubuhnya dikasur milikku
Aku pun menghiraukannya dan fokus kepada diaryku.
“Kak.”
“Hmm?”
“Kok nggak dimakan?”
“Nanti Kakak makan, lagi nggak mood.”
“Emangnya Kakak kenapa?”
“Lagi ada masalah ya?” tebaknya
“Enggak.”
“Ck boong lagi.”
“Padahal aku tau.”
Aku refleks menoleh kearahnya.
“Tau apa kamu?”
“Kakak lagi ada masalah sama Kak Alsya kan?”
“Sotoy deh.”
“Orang tadi aku denger sendiri kok, pas Kakak lagi ngobrol sama Kak Sekar.”
“Yehh bocil kepo an.”
__ADS_1
“Orang nggak sengaja denger.”
“Kak Alsya marah ya sama Kakak?”
“Cuma salah paham aja kok.”
“Oh gitu.”
“Kak pengen video call Kak Irsyam boleh nggak?”
“Boleh.”
“Asikkkk!”
Aku menekan tombol video call pada kontak Irsyam, tak berselang lama Irsyam pun mengangkat video call dariku.
“Kangen?” ucapnya disebrang sana
“Dih PD banget.” Ucapku. Lalu dia terkekeh kecil disebrang sana
“Kakak baik!!” sapa Tino pada Irsyam
“Haii Tino.”
“Nih bocil yang pengen video call.”
“Kenapa Dek?”
“Nggak papa pengen ngobrol aja sama Kak Irsyam.”
Aku pun memperhatikan interaksi antara Tino dan Irsyam pun tersenyum simpul. Sekarang yang terbesit difikiranku adalah bagaimana jika nanti Tino tahu bahwa aku dan Irsyam tidak akan sedekat ini lagi? Apakah dia akan marah dan kecewa? Lagi-lagi aku harus memikirkan hal itu.
“Dewi.” Sapa Irsyam dari sebrang sana
“Hmm?”
Aku pun refleks menganggukkan kepalaku.
“Udah nggak usah difikirin lagi.”
“Iya.”
Tino pun hanya diam saja menyimak obrolan kami.
“Mikirin apa?” tanyanya
“Anak kecil nggak usah kepo.” Ucapku sambil mencubit pipinya
“Ishh sakit tau!”
Aku pun terkekeh kecil.
“Eheheh maaf, Kakak gemas banget soalnya sama kamu.”
“Tapi jangan dicubit juga dong.”
“Ya orang namanya gemas.”
“Nih Kak liat kelakuan Kakak, dia suka nyubitin pipi aku.” Adunya pada Irsyam
__ADS_1
“Besok Kakak bales.”
“Beneran ya!”
“Iya siap.”
“Dih apaan coba.”
Irsyam pun tersenyum jahil.
“Eh jangan aneh-aneh ya kamu!” ucapku
“Nggak sayang.”
“Hoam ngantuk.” Ucap Tino
“Kak Irsyam udah dulu ya, aku ngantuk.”
“Iya.”
“Dada.”
“Dahh.”
Kini hanya tersisa aku dan Irsyam dipanggilan tersebut.
“Kenapa ngeliatian aku gitu banget?” tanya Irsyam
Aku mengulum senyum.
“Aku bersyukur banget punya kamu.”
“Maaf ya kalo belum bisa jadi yang terbaik buat kamu.”
“Kamu ngomong apa sih.”
“Dimata aku kamu udah sempurna, aku cinta kamu tulus.”
Lagi dan lagi aku harus menahan sakit dihatiku, apakah aku akan meninggalkan Irsyam demi Alsya? Namun orang sebaik Irsyam tidak pantas untuk merasakan itu semua.
“Aku harap keputusan yang aku ambil ini nggak salah.”
“Makasih sayang.”
“Nggak usah makasih. Sekarang kamu istirahat, dan udah nggak usah mikirin yang tadi okay?”
“Iya, aku tutup ya?”
“Iya, Good night sayang.”
“Night too sayang.”
Tut.
*Dewi
*Irsyam
__ADS_1
...Jangan lupa like, and comen agar novel ini rame, dan tetap pantengin novel dear Irsyam terus....