
...Happy reading...
Irsyam pov.
Setelah berdebat dengan bima moodku pagi ini telah hancur.Aku memutuskan untuk duduk di taman dekat dengan kelasku. Disana aku mencoba untuk menenangkan diri dan mengerjakan tugas.
"Sialan si Bima."
"Awas aja kalo dia berani deketin Dewi."
"Gue habisin."
......................
Tok tok
Pintu kelas A diketuk oleh seseorang dari luar.
"Masuk." perintah Pak Dani
Pintu terbuka menampakkan seseorang yang sangat aku kenali.
"Mohon maaf Pak mengganggu proses belajar mengajarnya,jadi begini saya Bima anggota BEM izin menemui Dewi."
"Oh iya silahkan."
"Dewi silahkan ditemui dulu."
"Baik Pak, saya izin keluar sebentar."
"Ya silahkan."
"Kenapa Kak?"
"Sekarang kita disuruh ngumpul ke aula. Maaf banget aku nyamperin ke kelas, kamu tadi aku chat cuma centang soalnya."
"Oh iya nggak papa, aku yang seharusny minta maaf."
"Its okey yuk."
"Kakak duluan aja aku mau izin dulu sama sekalian ngambil handphone."
"Okeyy."
......................
"Bisnis dan men..." Irsyam sedang mengetik tiba-tiba Alsya menyapanya
"Hai Sam!" sapa Alsya secara tiba-tiba
"Hai."
"Dih kok lo cuek banget sih."
"Nih nugas."
"Oh iya sorry-sorry."
"Iya."
Alsya hanya diam saja dan menatap penuh kangum pada Irsyam.
"Ganteng banget."
"Gue bisa milikin nggak ya."
"Kenapa ngeliatin?"
__ADS_1
Alsya yang ketahuan melihat ke arah Irsyam pun menjadi salah tingkah.
"Duh ketawan lagi." Batin Alsya
"Iya gue tau, gue cakep."
"Dih apaan sih PD banget lo." Sergah Alsya
"Buktinya lo ngeliatin gue sampai segitunya."
"Yakan." ucap Irsyam sambil menaik turunkan alisnya
"Enggak orang gue ngeliatin laptop lo kok."
"Ahahah bercanda Sya."
"Lo ngapain kesini?"
"Kondisi Abang lo gimana?"
"Udah siuman."
"Demi apa!?"
"Iya, kenapa kanget gitu dengernya?"
"Nggak papa."
"Takut kalo nanti Dewi deket sama Abang gue ya?"
Krik krik
"Tenang aja,gue bakal awasin mereka berdua kok."
"Oh iya Sam."
"Hm?"
"Nggak usah dibahas gue udah maafin lo."
"Thanks Sam." ucap Alsya sambil refleks memeluk Irsyam
"Ehhh."
......................
"Kenapa?"
"Oh nggak papa Kak."
"Cemburu?"
"Enggak."
"Nggak usah bohong, gue tau banget lo orangnya gimana."
"Masuk yuk Kak udah ditunggu yang lain."
"Dewi."
"Ya?"
"Lo kalo ada masalah jangan dipendam, kalo lo,mau cerita ke gue, gue siap dengerin cerita lo."
"Makasih Kak, tapi aku beneran nggak papa."
"Yakin?"
__ADS_1
"Yaps." ucapku sambil menganggukkan kepala
"Emm okay, yuk masuk."
......................
"Eh sorry refleks hehe."
"Kebiasaan."
"Ya maaf, orang refleks."
"Iya."
"Btw lo ngerjain tugas apa?"
"Nih."
"Omg gue yang nggak ke kampus aja udah ngerjain loh."
"Gue juga sebenernya pengen ngerjain tapi mager."
"Bilang aja males."
"Ehehe nah iya itu."
"Sini gue aja yang kerjain."
"Eh nggak-nggak ini kan tugas gue."
"Ck nggak papa kali."
"Kayak sama siapa aja lo."
"Tapi beneran jangan Sya."
"Sini."
"Iss bentar ah."
Saat sedang asyik berebut laptop terdengar cibiran pedas dari beberapa mahasiswa.
"Parah gue kira cowoknya cool gitu cukup sama satu cewek ternyata sama aja ya."
"Nyesel gue suka sama dia."
"Padahal masih cantik cewek yang tadi."
"Lah udah ganti cewek aja?"
"BILANG APA LO SEMUA!?" Teriak Irsyam
Mendengar teriakan maut dari Irsyam mereka pun berlarian kalang kabut.
"Bangsatt lo pada."
"Udahlah Sam, namanya juga manusia. Kalo nggak nyari-nyari kejelekan orang lain ya bukan manusia namanya."
"Lo dikatain Sya."
"Gue fine aja kok, sekarang terserah mereka mau bilang apa yang penting diri gue nggak seperti apa yang mereka omongin."
"Toh juga yang rugi juga mereka bukan gue, mereka dapet dosa karena udah ngomongin gue terus juga mereka nyari-nyari info yang enggak-enggak tuh. Kan juga mereka sendiri yang repot."
"Buat apa coba marah-marah, buang-buang waktu."
"Lo bener juga sih."
__ADS_1
"Nah kan yaudah nggak usah di ladenin biarin aja."
"Okedeh."