
Hari ini aku dan Sekar pergi ke kampus bersama mengendarai motor milikku dengan Sekar yang memboncengku. Suasana pagi hari ini tidak terlalu buruk tapi entah mengapa hatiku sedari tadi gelisah.
"Seger banget ya udaranya." ucap Sekar
"Iya."
Aku melamun melihat pepohonan di sekeliling ku. Kenapa perasaan gelisah ini tidak bisa hilang.
"Duh ada apa ini."
"Semoga nggak terjadi apa-apa."
Ngenggg.
"Sekar ya ampun jangan ngebut woi!!!"
"Ha apa!?"
"Jangan ngebut woii!!" teriakku sekeras mungkin
"Seru Dewi!!"
"Ya ampun gue masih pengen hidup!!"
Lalu dia pun memelankan kecepatany.
"Ahahaha."
"Tapi seru tau ngebut."
"Ck jangan aneh-aneh deh."
"Iya maaf."
......................
“Dewi apa yang bapak jelaskan tadi! Tolong di ulangi!”
“Eh ha-h?”
“Saya tadi menjelaskan panjang lebar kenapa kamu tidak memperhatikan, kamu tau kan prodi kedokteran ini sangat sulit. Sekali lagi saya lihat kamu tidak memperhatikan. Silahkan, pintu terbuka lebar untuk anda!!”
“Iy-a pak maaf”
"Jangan di ulangi lagi!"
"Baik Pak."
“Mari kita lanjut anak-anak!”
“Bsett, dewi” bisik Sekar disampingku
Aku pun menoleh ke arahnya.
“Kamu kenapa sih? Nggak kayak biasanya”
“Musuhan sama Irsyam atau mikirin yang kemarin?”
__ADS_1
“Nggak papa kok.”
"Ck yakin?"
"Iya, udah diem nanti dimarahin lagi."
"Okedeh."
......................
“Gue bakal ngejalanin misi hari ini”
“Lebih cepat lebih baik juga.”
"Apa yang memotivasi lo buat ngelakuin ini semua?"
"ABANG GUE MENINGGAL GARA-GARA DIA BANGSAT!"
"Lo yakin?"
"Nggak mungkin dia ngebunuh Abang lo."
"Terus-terusan aja lo belain dia."
"Gue hari ini bakal ngehabisin dia."
"Lo gila njing!?"
"Itu nggak sesuai sama sepakatan kita kemarin!"
"Gue nggak peduli, yang jelas nyawa dibalas nyawa!"
"Kenapa lo nggak pernah mikir kedepannya nanti bakal gimana."
"Mikir lo bilang?"
"Udah beberapa kali gue ngasih kesempatan buat dia, buat minta maaf ke gue tapi apa!? Dia malah ngambil semuanya dari gue BANGSAT!"
"Lo tu cuma iri sama Dewi anjing! Lo iri kan karena nggak pernah bisa dapetin apa lo mau. Sedangkan Dewi tanpa dapetin aja dia udah bakal dapet."
"Wajar sih dia juga baik dan...."
Bugh
Seseorang memukul tengkuk Bima.
"Ck dasar sampah."
"Bawa dia ke ruang tahanan."
"Baik nyonya."
"Bima, Bima lo salah ngajakin gue kerjasama." ucap Alsya lalu tersenyum penuh misteri
"Semuanya udah selesai?"
"Sudah nyonya."
__ADS_1
"Kirim pesan ke Dewi."
"Baik nyonya."
......................
“Parah si Nathan, mbak inah aja digodain.” ucap Sekar
“Gila lo Nath, nanti kalo baper harus dinikahin loh” ucap Rico
“Mulut lo ricric”
“Rico anjir, ricric dari manaa”
Hahah tawa pun pecah diantara kami.
Uhuk uhuk.
“Eh minum dulu nih.”
"Pelan-pelan kalo makan, nggak ada yang minta hmm."
Aku menerima air minum dari Nathan.
“Kenapa?”
“Ini irsyam WhatsApp, tapi nomernya asing. Kira-kira dia bukan ya?”
“Yo ndak tau kok tanya saiya.” ucap Nathan nyeleneh
“Coba kamu cek nomer lamanya, ada notifikasi apa gitu nggak?” tanya Sekar
“Eh iya ini ada tulisan kalo dia ganti nomor.”
“Berarti mungkin ini dia.”
“Gais aku duluan ya.” ucapku sambil berlari meninggalkan mereka
"Mau kemana!?"
"Pacaran ahaha!"
“Yang bucin mah beda.” ucap Nathan geleng-geleng kepala
“Makanya cari pacar.” ledek Rico
"Yeh sialan."
......................
Dewi pov.
Aku mendapat pesan dari Irsyam, bahwa dia menyuruhku untuk bertemu di taman. Sebenarnya aku agak kurang yakin, karena Irsyam tidak pernah memanggilku dengan sebutan ‘Dew’ tapi pikiranku itu ku tepis jauh-jauh. Aku mengendarai motor dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Karena sejujurnya aku juga khawatir dengan Irsyam. Lima belas menit aku telah sampai di taman tersebut. Ku edarkan pandanganku ke seluruh taman, aku tidak melihat irsyam sama sekali. Hingga akhirnya.
Bugh.
Kepalaku seperti di hantam balok kayu, rasanya pusing sekali. Pandanganku mulai kabur. Dan aku tidak tahu apa-apa lagi.
__ADS_1
End.
...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...