Dear Irsyam

Dear Irsyam
Bucin


__ADS_3

...Happy reading...


Sesampainya dikampus aku melihat Nathan dan Rico sedang asyik mengobrol. Lalu aku dan Sekar pun memutuskan untuk menghampirinya.


“Haii guys!!”


“DEWII!” Pekik Nathan lalu memelukku


Aku pun nyaris tak percaya dengan refleks Nathan yang tiba-tiba memelukku. Sekar yang mengerti keadaan pun membuka suaranya.


“Wehe main peluk-peluk aja bro.” ucap nya sambil memukul punggung Nathan


“Kasihan bestie gue nggak bisa nafas bego!”


Nathan pun melepaskan pelukannya.


“Ehe sorry refleks.”


“Gue kangen banget sama lo anjir!”


“Ah yang boong!”


“Serius njir!”


“Iye dah iye!”


......................


Tringggggg.


Seorang pemuda yang sedang menikmati tidurnya kini terusik karena ponselnya berdering lebih dari tiga kali.


“Bangsat!” umpatnya. Lalu membuka matanya


Tertera nama Kevin di ponselnya.


“APA!”


“……”


“BACOT TO DE POINT!”


“….”


“LO SERIUS!?”


“….”


“Nanti buktinya kirim ke gue!”


“….”


“Thanks infonya.”


“…”


tut.


Setelah mendengar ucapan Kevin barusan perasaan Irsyam menjadi tidak karuan.


“Shitt, kenapa gue jadi takut gini!”

__ADS_1


......................


Tit tit


Suara pendeteksi jantung tersebut semakin hari semakin membaik, namun seorang lelaki masih setia memejamkan matanya, entah apa yang ia mimpikan sampai belum ingin membuka matanya.


“Keadaannya gimana Kak?”


“Alhamdulilah semakin hari semakin membaik.”


“Oh iya Kakak tinggal sebentar ya.”


“Pokoknya nanti kalo ada pergerakan dari pasien langsung panggil Kakak okey?”


“Siap Kak, makasih ya.”


“Buat?” ucap Anin sambil mengerutkan dahinya


“Makasih udah bantuin aku and ya makasih udah ngerawat Abang sampai sejauh ini.”


“Hais kenapa harus makasih sih Dek? sesama manusia kan emang harus saling tolong menolong.”


“Iya.”


“Kakak duluan ya, mau meriksa pasien lain.”


“Siap. Semangat Kak!”


“Pasti!”


......................


“Baik alhamdulilah praktek kita hari ini berjalan dengan lancar.”


“Kalian semua calon orang-orang sukses!”


“AAMIIN!” Ucap kami serempak


“Baik kalo begitu jam saya habis, nanti akan digantikan dengan jam selanjutnya ya.”


“Saya pamit undur diri.”


“Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.”


“Huft akhirnya lulus juga diparktek ini.”


“Gila sih kemarin aja aku sampek nggak bisa tidur cuma karena mikirin tuh ujian.”


“Tapi lo udah belajar kan?”


“Nggak sama sekali.” Ucap Sekar cengengesan


Aku pun memutar bola mataku malas.


Tring.


Satu pesan masuk tertera dilayar ponselku, aku pun membukanya.


Arin: Udah balik dari Jakarta kah?

__ADS_1


Dewi: Udah


Arin: Gimana kalo nanti kita kerumah Alsya? Aku takut banget dia udah hampir sebulan ini nggak masuk kuliah


Dewi: Boleh deh, sekalian aku ngajakin yang lainnya ya?


Arin: Okeyy cantik


Arin: Eh ngomong-ngomong Irsyam kok nggak berangkat?


Aku mengernyit membaca pesan dari Arin.


Arin: Eh maksud aku ya kenapa dia nggak masuk gitu, padahal kamu kan masuk


Dewi: Kecapekan mungkin


Arin: Oalah okay


Read.


Aku memutuskan untuk menghubungi Irsyam.


Dewi: Nggak ngampus?


Tring.


Tak berselang lama ia membalas pesan dariku.


Mine❤️: Ehehe capek banget yang, ini aja baru bangun


Dewi: Kecapekan doang kan? Nggak sakit?


Mine❤️: Iya kecapekan doang


Dewi: Syukur deh


Mine: Btw Bima ke rumah kamu ngapain?


Dewi: Ngebahas rapat


Mine❤️: Dih di sekolah kan bisa, kenapa harus kerumah? Modus bgt


Dewi: Ya nggak tahu, kok tanya saya


Mine: Y mls


Dewi: Dih ngambekan kek cewek


Aku nyaris gila berbalas chat dengan Irsyam, karena senyam senyum sendiri hingga tiba deheman seseorang membuyarkan ku.


"EKHEM."


“Chat an ma sapa tuh.” Tanya Nathan penasaran


“Ya pasti sama suaminya lah bego banget lu Nath.” Ucap Rico


“Oh iya si Dewi kan udah punya suami.”


“Dih apasih kalian ini.”


“Biasa yang bucin mah begitu.” Celetuk Sekar

__ADS_1


“Eh lo juga bucin ya!”


“Eheheh peace bos.”


__ADS_2