
...Happy reading...
Sesampainya dikampus aku melihat Nathan dan Rico sedang asyik mengobrol. Lalu aku dan Sekar pun memutuskan untuk menghampirinya.
“Haii guys!!”
“DEWII!” Pekik Nathan lalu memelukku
Aku pun nyaris tak percaya dengan refleks Nathan yang tiba-tiba memelukku. Sekar yang mengerti keadaan pun membuka suaranya.
“Wehe main peluk-peluk aja bro.” ucap nya sambil memukul punggung Nathan
“Kasihan bestie gue nggak bisa nafas bego!”
Nathan pun melepaskan pelukannya.
“Ehe sorry refleks.”
“Gue kangen banget sama lo anjir!”
“Ah yang boong!”
“Serius njir!”
“Iye dah iye!”
......................
Tringggggg.
Seorang pemuda yang sedang menikmati tidurnya kini terusik karena ponselnya berdering lebih dari tiga kali.
“Bangsat!” umpatnya. Lalu membuka matanya
Tertera nama Kevin di ponselnya.
“APA!”
“……”
“BACOT TO DE POINT!”
“….”
“LO SERIUS!?”
“….”
“Nanti buktinya kirim ke gue!”
“….”
“Thanks infonya.”
“…”
tut.
Setelah mendengar ucapan Kevin barusan perasaan Irsyam menjadi tidak karuan.
“Shitt, kenapa gue jadi takut gini!”
__ADS_1
......................
Tit tit
Suara pendeteksi jantung tersebut semakin hari semakin membaik, namun seorang lelaki masih setia memejamkan matanya, entah apa yang ia mimpikan sampai belum ingin membuka matanya.
“Keadaannya gimana Kak?”
“Alhamdulilah semakin hari semakin membaik.”
“Oh iya Kakak tinggal sebentar ya.”
“Pokoknya nanti kalo ada pergerakan dari pasien langsung panggil Kakak okey?”
“Siap Kak, makasih ya.”
“Buat?” ucap Anin sambil mengerutkan dahinya
“Makasih udah bantuin aku and ya makasih udah ngerawat Abang sampai sejauh ini.”
“Hais kenapa harus makasih sih Dek? sesama manusia kan emang harus saling tolong menolong.”
“Iya.”
“Kakak duluan ya, mau meriksa pasien lain.”
“Siap. Semangat Kak!”
“Pasti!”
......................
“Baik alhamdulilah praktek kita hari ini berjalan dengan lancar.”
“Kalian semua calon orang-orang sukses!”
“AAMIIN!” Ucap kami serempak
“Baik kalo begitu jam saya habis, nanti akan digantikan dengan jam selanjutnya ya.”
“Saya pamit undur diri.”
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
“Huft akhirnya lulus juga diparktek ini.”
“Gila sih kemarin aja aku sampek nggak bisa tidur cuma karena mikirin tuh ujian.”
“Tapi lo udah belajar kan?”
“Nggak sama sekali.” Ucap Sekar cengengesan
Aku pun memutar bola mataku malas.
Tring.
Satu pesan masuk tertera dilayar ponselku, aku pun membukanya.
Arin: Udah balik dari Jakarta kah?
__ADS_1
Dewi: Udah
Arin: Gimana kalo nanti kita kerumah Alsya? Aku takut banget dia udah hampir sebulan ini nggak masuk kuliah
Dewi: Boleh deh, sekalian aku ngajakin yang lainnya ya?
Arin: Okeyy cantik
Arin: Eh ngomong-ngomong Irsyam kok nggak berangkat?
Aku mengernyit membaca pesan dari Arin.
Arin: Eh maksud aku ya kenapa dia nggak masuk gitu, padahal kamu kan masuk
Dewi: Kecapekan mungkin
Arin: Oalah okay
Read.
Aku memutuskan untuk menghubungi Irsyam.
Dewi: Nggak ngampus?
Tring.
Tak berselang lama ia membalas pesan dariku.
Mine❤️: Ehehe capek banget yang, ini aja baru bangun
Dewi: Kecapekan doang kan? Nggak sakit?
Mine❤️: Iya kecapekan doang
Dewi: Syukur deh
Mine: Btw Bima ke rumah kamu ngapain?
Dewi: Ngebahas rapat
Mine❤️: Dih di sekolah kan bisa, kenapa harus kerumah? Modus bgt
Dewi: Ya nggak tahu, kok tanya saya
Mine: Y mls
Dewi: Dih ngambekan kek cewek
Aku nyaris gila berbalas chat dengan Irsyam, karena senyam senyum sendiri hingga tiba deheman seseorang membuyarkan ku.
"EKHEM."
“Chat an ma sapa tuh.” Tanya Nathan penasaran
“Ya pasti sama suaminya lah bego banget lu Nath.” Ucap Rico
“Oh iya si Dewi kan udah punya suami.”
“Dih apasih kalian ini.”
“Biasa yang bucin mah begitu.” Celetuk Sekar
__ADS_1
“Eh lo juga bucin ya!”
“Eheheh peace bos.”