Dear Irsyam

Dear Irsyam
Baikan


__ADS_3

...Happy reading....


Arin pov


Aku melangkahkan kaki ke kelas untuk menemui sahabatku Alsya. Ternyata dia tidak ada disana, aku mencarinya di taman dekat kelasku ternyata dia sedang duduk disana, aku pun menghampirinya.


“Hai sya.” sapaku


“Tumben mukanya bahagia banget.”


“Iya dong.”


“Coba cerita kenapa bisa se bahagia ini.”


“Aku kemarin meluk Irsyam, dan kebetulan banget Dewi liat. Aku yakin pasti mereka berantem deh kali ini. Dan semoga aja Dewi nggak masuk ya, soalnya kemarin dia pingsan.”


Aku hanya diam mematung mendengar cerita Alsya barusan.


“Kamu kenapa diem aja?” tanya Alsya heran


“Kamu kok jahat banget sih, Dewi itu sahabat kamu! Kamu kenapa mau ngehancurin dia!?”


“Karena dia udah ngambil semuanya dari aku!”


“Kalo kamu nggak mau temenan lagi sama aku, sana pergi atau sana gabung sama Dewi”


“Segampang itu kamu ngebuang aku?”


“Oke kalo itu mau kamu, mulai sekarang kita bukan sahabat lagi.”


“Aku kecewa sama kamu sya!”


Aku pergi meninggalkan Alsya begitu saja, dia masih diam mematung mencerna ucapan ku barusan. Aku memutuskan untuk menelpon Dewi, ingin memberitahu apa yang di katakan Asya barusan. Bukanya apa-apa karena itu sudah keterlaluan, dan bagiku orang sebaik Dewi tidak boleh dijahati apalagi yang melakukan ini semua adalah sahabatnya sendiri. Dewi tidak menjawap telponku, lalu aku memutuskan untuk menelpon Sekar. Tak lama ponselku terhubung dengannya.


“Sekar kamu dimana? Lagi sama Dewi nggak?


“Hah apa!? Terus sekarang Dewi di rumah sakit mana?”


“Oke aku kesana ya.”


“Siapa?”


“Arin, katanya dia mau kesini.”


“Ngapain?”


Sekar hanya mengedikan bahunya. Lalu kembali menggotak atik ponselnya. Tak berselang lama pintu ruangan Dewi terbuka.


Ceklek.


“HEIYO MAMEN BANG NATHAN HADIR!!"


"Berisik anjir."


"Ehehe sorry."


"Gimana kabarnya bocan?"


"Udah mendingan nih."


"Syukur kalo gitu, oh iya kita bawain sesuatu buat kamu."


"Tadahhh, bubur ayam mang Ujang."


"Wahh makasihh ya!"


"Sama-sama bestie!"


"Oh iya Rico mana?"


"Tumben nyariin aku." ucap Rico di ambang pintu


"Kangen tuh pasti." ledek Nathan


"Cie ciee."


"Apasih kalian, orang cu..."


"DEWI!!"


"Arin?"


"Kamu kenapa kok nangis gini?" tanyaku

__ADS_1


"Hiks, kamu kok bisa sampai kayak gini?"


"Ini semua karena Alsya kan?"


Aku hanya diam saja, bagaimana Arin bisa tau? Lalu aku menoleh ke arah Sekar dia hanya menggelengkan kepalanya.


“Dia tadi udah bilang semuanya ke aku.”


“Kenapa dia bisa kayak gitu?”


“Apa yang bikin dia jadi sejahat itu.”


“Iri hati.” ucap sekar


“Dia iri, karna Dewi selalu aja dideketin cowo-cowo, karena Dewi lebih populer dari dia”


“Dan lebih parahnya dia mau ngerusak hubungan Dewi sama Irsyam”


"Ini ada apa sih?" tanya Rico


"Urusan cewek, nggak usah kepo." balas Sekar


"Dihh, gue nggak nanya lo ya."


"Serah."


"Loh nak, itu Irsyam di luar kok nggak disuruh masuk?" ucap Linda yang sudah berada di ambang pintu


Aku terkejut bukan main, apakah Irsyam dari tadi menunggu ku di luar?


"Lah, tadi nggak ada tuh tan." ucap Nathan


"Yuk sini masuk nak Irsyam."


"Eh em iya tan, duluan aja."


"Irsyam lagi nunggu telpon dari Mamah."


"Yaudah kalo gitu, nanti kalo udah selesai masuk ya."


"Siap tante."


"Kalian kok di sini enggak kuliah hm?"


"Em gitu."


"Kalian udah pada makan belum? nih tante bawain martabak, dimakan ya."


"Eh tan, nggak usah repot-repot.


"Haiss, udah dimakan aja."


"Makasih tan."


"Iyaa."


"Kamu udah makan belum sayang?" tanya ibu padaku


"Udah kok bu tadi."


"Kok tadi, sekarang makan lagi ya?"


"Nanti aja Dewi nggak laper."


"Dewi mau nemuin Irsyam di depan."


"Eh tapi.."


"Dewi udah nggak papa."


Aku melangkahkan kaki ingin menghampiri Irsyam, sebenarnya hatiku masih sakit mengingat kejadian kemarin, tapi aku harus mendengarkan penjelasan darinya.


"Eh ko-k?"


"Sini-sini duduk." ucapnya


Aku mendudukan diri disebelahnya.


"Harusnya biar aku yang nya.."


"Jelasin semuanya." potongku


"Kamu yakin mau denger semuanya?"

__ADS_1


Entahlah kenapa mendengar ucapannya barusan hatiku kembali merasakan sakit, apakah aku belum siap untuk mendengarkan semua penjelasannya? Hingga tak terasa air mataku menetes begitu saja tanpa diminta.


Greb.


"Jangan nangis, hati aku sakit kalo kamu nangis."


"Maafin aku sayang."


"Alsya kemarin ngirim foto kamu sama Reza pelukan, disitu hati aku hancur banget."


"Dia bilang juga pengen ngomong sesuatu, aku udah bilang tinggal bilang aja, tapi dia nggak mau, pengen ngomong langsung ke aku. Akhirnya dia aku suruh ke rumah karena jujur aku nggak mau ketemuan berdua sama cewe lain aku takut,,,, aku takut kamu salah paham dan sakit hati, aku nyuruh kerumah karena ada bi Inah jadi dia bisa tau kalo aku nggak neko-neko dan nggak tau setelah dia ngejelasin semuanya aku kebawa emosi dan dia berusaha nenangin aku. Maaf, maafin aku kalo udah bikin hati kamu sakit."


"Maafin aku, seharusnya kemarin aku nggak dateng nemuin kak Reza." ucapku


"Di satu sisi aku juga takut kalo kamu sakit hati, tapi di sisi lain aku juga ngerasa bersalah sama kak Reza."


"Heii udah, stop mentingin orang lain daripada diri sendiri, terkadang kita harus sesekali jadi jahat, biar mereka nggak seenaknya sendiri."


"Maafin aku, ini semua karena aku."


"Stttt, udah ya jangan nyalahin diri sendiri."


"Kita baikan ya sekarang." ucapnya


Aku pun mengangguk kan kepala.


"Kamu harus janji kalo ada apa-apa harus ngasih tau aku."


"Janji ya?"


"Iya janji."


"Good girl."


"Udah ya jangan nangis, nanti cantiknya ilang."


Aku pun menghapus air mataku.


"Aku pengen jalan-jalan di taman."


"Tapi kamu harus istirahat sayang."


"Ck bosen tiduran terus."


"Makanya istirahat yang cukup, obatnya jangan lupa diminum biar cepet sembuh."


"Nanti kalo kamu udah sembuh aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat."


"Dimana?"


"Rahasia."


"Ihh nggak seru main rahasia-rahasia an."


"Ya kalau aku kasih tau nggak surprise dong."


"Yaudah iya."


"Masuk yuk?"


"Kamu belum makan kan?"


"Tau aja bang."


"Aku kan selalu tau, kalo urusan kamu."


"Dih percaya diri banget."


"Biarin."


#jomblo nangis dipojokkan:)


...Jangan lupa like, coment dan juga vote....


...see u....


Dewi



Irsyam


__ADS_1


__ADS_2