
...Happy reading...
“Sayang buruan siap-siap yuk. Kita mau pulang ke Bandung.” Ucap irsyam di ambang pintu
“Sekarang?”
“Iya.”
“Oke aku kemas-kemas barang dulu ya.”
“Siapp.”
Aku mencoba mengaktifkan ponselku, sudah hampir satu hari ini aku tidak membukanya.
Tring.
Terdengar bunyi beberapa pesan chat masuk. Terdapat chat dari Kak Bima, Arin dan Sekar. Aku memilih untuk membuka chat dari kak Bima.
Kak Bima: Asik banget di Jakarta ya? Sampai belum balik ke Bandung.
Dewi: Ehehe ya gitu deh kak.
Aku keluar dari room chat kak Bima. Sekarang ini pesan dari Arin yang menarik perhatianku.
Arin: Soal Alsya gimana? Dia juga udah minta maaf ke kamu? Btw udah beberapa hari ini aku nggak ngelihat dia kampus nih. Kira-kira keadaan dia gimana ya?
Dewi: Belum, coba kamu ke rumahnya.
Belum sempat aku membuka pesan dari Sekar, Irsyam masuk ke kamarku.
“Udah siap?”
“Eh iya, bentar ehehe.”
irsyam pun hanya menatap malas kearahku.
“Maaf sayang.” Ucapku cengengesan
“Miif saying.” Cibir Irsyam
“Yang pinjem hp ya.” Ucapnya lalu merebahkan diri ditempat tidur
“Iya.”
Aku pun menata beberapa barang yang ku bawa ke Jakarta untuk ku bawa pulang ke Bandung. Karena aku membawanya hanya sedikit jadi tak memerlukan waktu yang lama.
“Baju, skincare udah.”
“Ah iya selesai.”
__ADS_1
“Bima siapa?” Tanya Irsyam
“Hmm?”
“Bima.”
“Oh dia kakak tingkat kita.”
“Kenapa?”
“Ngechat.” Ucap Irsyam singkat. Lalu memberikan ponselku
“Ehh.” Aku pun terkejut atas perubaan sikapnya barusan
“Mampus cemburu nih pasti.”
Aku pun melihat chat dari kak Bima.
Kak Bima: Buruan pulang ya aku kangen hehe
“Mampus.”
“Aku minta maaf.” Ucapku
“Kenapa minta maaf orang kamu nggak salah.”
“Ya nggak papa pengen minta maaf aja.”
Aku pun diam mematung melihat perubahan sikapnya barusan.
“Sayang ayok, udah selesai kan?” Tanya Anis diambang pintu
“Iya Mah.”
Setelah berkemas-kemas kami mempersiapkan diri untuk pulang ke Bandung.
“Masuk ayo,” Ucap Irsyam
“Eh iya.”
Setelah kejadian tadi, keadaan kini menjadi hening.
“Aku minta maaf.” Ucapku Tiba-tiba
“Jangan diemin gini.”
“Iya dimaafin.” Singkat Irsyam
“Kamu boleh deh hapus atau blokir kontaknya Kak Bima.”
__ADS_1
“Nggak perlu, aku percaya sama kamu.” Ucap Irsyam sambil ternyum kecut
Sejujurnya saat ini yang difikirkan oleh Irsyam adalah ‘Bagaimana jika nanti Dewi diambil Bima?’ atau ‘Bagaimana jika Bima mampu mengambil hati Dewi.’ Irsyam terus saja berdebat dengan fikiran hingga pada saat mengemudi dirinya tidak fokus dan hampir saja menabrak seorang anak kecil yang ingin menyebrang.
“SAM!!!”
Ckitttt.
“K-kamu nggak papa?” ucapnya panik. Dan langsung menepikan mobilnya
“Auhh kepala aku sakit.”
“Kamu kenapa sih?”
“Kenapa nggak fokus? Kamu tau kan ka…”
Greb.
Baru saja Dewi ingin memarahi Irsyam namun tiba-tiba Irsyam memeluknya.
“Aku takut Bima ngambil kamu dari aku.” Ucapnya
Dewi tertegun. Ternyata Irsyam begitu karena memikirkan dirinya.
“Sssttt kamu ngomong apa sih?”
“Aku nggak bakal kayak gitu.”
“Kamu lupa? Kita udah tunangan sayang.”
“Iya tapi aku takut.”
“Aku takut kamu diambil dia.”
“Aku udah pernah ngerasain rasanya kehilangan dan aku nggak mau itu terulang lagi.”
“Udah ya, kamu jangan overtingking gitu ah.”
“Aku janji sampai kapan pun enggak bakal ninggalin kamu.” Ucap Dewi mantap
"Janji?"
"Janji sayang!"
“Makasih sayang.” Ucap Irsyam
Lalu setelah acara bucin ria itu mereka melajukan mobilnya untuk pulang ke Bandung.
...Jangan lupa vote dan juga follow author....
__ADS_1
...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya!...