Dear Irsyam

Dear Irsyam
Harmonis


__ADS_3

...Happy reading...


Irsyam pov.


Hari ini adalah hari kepulangan kami ke Bandung, setelah perjalanan dari Jakarta-Bandung lelah sekali rasanya dan aku memutuskan untuk beristirahat dirumah Dewi kekasihku. Saat kepulangan kami dari Jakarta disambut oleh anak kecil yang sangat menggemaskan, dia adalah Tino. Entahlah setiap melihat Tino aku selalu melihatnya bahwa dia adalah adikku Tino Mahendra. Saat berada dirumah Dewi aku benar-benar merasakan kenyamanan dan arti sebuah kekeluargaan. Dimulai dari Om Risky yang sangat mencintai putrinya dan Tante Linda yang mencintai putranya. Tiba-tiba ada sesuatu yg terbesit difikiranku ‘mengapa aku tak pernah merasakan itu semua?’ aku tahu Mamah dan Papah orang yang bekerja keras tapi kenapa? Kenapa mereka tak seperti tante Linda dan Om Risky walaupun mereka bekerja mereka masih bisa membuat keluarga mereka hangat. Dan aku berharap semoga aku dan Dewi kelak bisa membuat keluarga yang sangat hangat.


“Hahaha apasih Sam.”


“Lo masih punya Dewi.”


“Dia orang yang nggak pernah ninggalin lo gimana pun keadaan lo.”


“Thanks God, Dewi pun udah lebih dari cukup.”


End.


“Assalamualaikum!” Teriak Irsyam ketika memasuki rumahnya


“Waalaikumsalam.” Ucap Anis


“Baru pulang?”


“Ehehe maaf ya Mah, tadi capek banget makanya istirahat bentar dirumah Dewi.”


“Owalah nggak papa, lain kali ngabarin ya sayang.”


“Iya, maaf tadi Irsyam kelupaan.”


“Kebiasaan kamu tuh.”


“Yaudah sekarang buruan mandi, terus istirahat.”


“Oke siap Mamahku yang palingg cantikkk mwah.” Ucap Irsyam lalu mencium pipi Anis


“Ekhem!!”


“Berani banget ya kamu nyium Mamah?”


“Ck apasih Pah sama anak sendiri masih aja cembruan.”

__ADS_1


Tiba-tiba ide jahil pun muncul difikiran Irsyam.


“Tapi kan Mah…”


Cup.


“Dahhh Mah Irsam mau mandi.”


“IRSYAM!! UANG JAJAN KAMU PAPAH POTONG YA!” Teriak Indra


“Wlekk potong aja kan masih ada Mamah.”


“Kurangajar ya kamu!!” geram Indra


“Sstttt udah Pah, apasihh.”


“Tapi dia nyium kamu, nggak boleh ada yang nyium kamu selain aku.”


“Dihh sejak kapan kamu jadi gini?”


“Hehe bercanda doang sih.”


......................


Setelah kepulangan Irsyam aku memutuskan untuk beristirahat dikamarku. Hari ini cukup melelahkan, kurebahkan tubuhku diatas kasur dan memandangi langit-langit kamarku.


“Ck bosen.”


Aku memutuskan untuk mengecek ponselku, ada beberapa pesan masuk dan aku membukanya satu persatu.


Sekar: Dewi, aku jadi penasaran apa Alsya ngelakuin rencana ya? Bener juga omongannya Nathan. Kalo dia bener-bener minta maaf dia pasti minta maaf ke kita dulu, kita kan sahabatnya.


Setelah membawa pesan dari Sekar aku pun mencerna kata-katanya barusan.


“Bener juga ya..”


“Atau jangan-jangan dia juga minta maaf ke Irsyam?”


Aku menepis semua fikiran buruk tentangnya.

__ADS_1


“Ck nggak mungkin, Irsyam juga udah janji kalo ada apa-apa bakal ngasih tahu.”


Aku mencoba mengirim pesan pada Sekar.


Dewi: Iya juga ya, tapi kira-kira keadaan Alsya gimana ya?


Tring.


Tak berselang lama Sekar membalas pesanku.


Sekar: Aku juga nggak tahu, udah beberapa ini aku juga nggak lihat dia di kampus


Dewi: Kak Reza juga tumben nggak ngechat akhir-akhir ini, mereka kenapa ya? Semoga nggak terjadi apa-apa


Sekar: Aamiin..


Dewi: Gimana kalo besok kita kerumah Alsya


Sekar: Kamu yakin? Aku sih enggak dia pasti bakal memperlakuin kita buruk atau nggak dia cuma pura-pura baik ke kita🤣 udah cukup dia bikin kita kecewa Dewi.


Aku membaca pesan dari Sekar lalu tersenyum kecut. Benar ucapannya dia sudah membuat kami kecewa karena ulahnya, tapi bagaimana pun Alsya juga sahabat kami, jadi sejahat apapun dia kita harus memaafkan.


Dewi: Jangan gitu dia juga sahabat kita, sejahat apapun dia harus dimaafin mungkin dia kayak gitu karena problem keluarganya, kamu tahu sendiri kan


Sekar: Sayangnya dia nggak ngebuka matanya, padahal disini sahabatnya pada peduli sama dia. Dan dia? cuma karena masalah apa kita masih belum tahu ngejauhin kita gitu aja? Gue kecewa.


Lagi-lagi ucapan Sekar benar, aku hanya bisa tersenyum kecut mengingat masa-masa yang pernah kita alami bersama, suka duka kita lewati bersama dan tak terasa air mataku lolos begitu saja membasahi pipiku.


“Gue kangen lo Sya.”


Dewi



Irsyam



...Jangan lupa like, comen, dan ikuti terus lanjutan novel Dear Irsyam....

__ADS_1


__ADS_2