
...Happy reading...
“Btw tugas kamu masih lama?” tanya Dewi sambil sesekali menyuapi Irsyam dan dirinya sendiri
“Lumayan sih kenapa?”
“Nggak telat berangkat ke kampusnya?”
“Aku kuliahnya mulainya jam 10 sih.”
“Kamu telat?” tanya Irsyam
“Aku masih nanti jam 9 kok.”
“Nanti jam setengah 9 kita berangkat. Aku nyelesain tugasnya di kampus aja.”
“Okay.”
......................
“Kamu nggak berangkat ke kampus Dek?”
“Masih nanti jam 10 kenapa?”
“Nggak papa cuma nanya.”
“Nanti Abang Alsya tinggal nggak papa nih?”
“Nggak papa, lagian juga ada Anin.”
“Kak Anin baik banget loh.”
“Gimana emangnya?”
“Selama ini Abang sakit Kak Anin yang ngerawat.”
“Abang ada perasaan suka gitu nggak ke Kak Anin.”
“Enggak, Abang nganggep dia sabahat baik Abang.”
“Yakin? Atau jangan-jangan suka berkedok sahabat?”
“Dihh orang cuma sahabat.”
“Iya deh sahabat.” Ucap Alsya sambil menekan kata sahabat diakhir kalimatnya.
Tanpa mereka sadari Anin mendengar semua yang diucapkan kakak beradik itu.
“Oh iya Sya, emm Abang rencanya pengen ngasih Anin sesuatu tapi apa ya?”
“Bunga and coklat?”
“Masak bunga?”
“Ya apa? Biasanya kan cewek dikasihnya itu.”
“Emm selain itu deh.”
“Gimana kalo boneka?”
“Emm not bad. Abang beliin boneka aja kali ya.”
“Ya terserah.”
__ADS_1
“Sya?”
“Apalagi Bang?”
“Kamu masih marahan sama Dewi?”
“Hmm.”
“Emang masalahnya apa?”
“Abang nggak akan pernah tau.”
“Ck kasih tau lah.”
“Nggak.”
“Gimana mau nyelesain masalah kalo kamu nggak ngomong masalahnya.”
“Emang gue pengen masalah ini selesai?”
“Enggak.”
Reza tertegun atas ucapan Alsya barusan.
“Kok gitu?”
“Dia harus dapet yang seharusnya.”
“Dia udah nyakitin hati gue!”
“Gue benci sama Dewi!”
“Tapi perlu kamu tau Abang gini bukan karena dia.”
“Gue nggak akan pernah nyesel.”
......................
Sepasang kekasih sedang menikmati suasana kota Bandung menggunakan motornya. Disepanjang jalan banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
“Sweet banget sih.”
“Mana cowoknya itu loh.”
“Gilak vibesnya kayak di novel-novel.”
“Pengen gue tikung tapi nggak jadi, ceweknya cakep banget ajg.”
“Dahlah insecure duluan.”
Tak berselang lama akhirnya mereka telah sampai dikampus. Saat dikampus pun sama banyak pasang mata yang melihat kearah mereka.
“Eh siapa tuh?”
“Mahasiswa baru ya?”
“Tapi ceweknya kek kenal?”
“Eh cantik banget woi.”
“Duh cowoknya bikin meleleh.”
“Eh itu yang bukannya dulu pesta jadi couple tergoals bukan sih?”
__ADS_1
“Eh iya anjir itu si Dewi!”
“Lah anjir Irsyam cowoknya kah?”
“Wah gila sikirinsot gess!!”
Dan masih banyak celotehan lagi namun hanya dihiraukan oleh mereka.
“Alay.” Cibir Irsyam
“Hei mulutnya.”
“Aku ke kelas dulu ya.”
“Aku anterin.”
“Enggak usah aku bisa sendiri.”
“Aku nggak suka penolakan okay?”
“Ck sayang.” Ucap Dewi sambil memasang wajah imut
“Apa sayang? Dengan cara kamu gitu nggak bikin aku luluh ya.”
“Ish nyebelin banget sih.”
“Tapi kamu sayang kan?”
“Ck bodo.”
“Dih.”
Tak berselang lama mereka telah sampai dikelas Dewi.
“Aku masuk dulu ya.”
“Iya sayang.”
“Makasih udah dianterin sampe sini.”
“Sama-sama.”
“Yaudah kalo gitu aku masuk ke kelas ya.”
“Iya.”
Setelah mengantar Dewi, saat dijalan dirinya berpapasan dengan Bima.
“Oh jadi anak baru ini yang nggemparin kampus.”
“Hmm oke juga. Pantes cewe-cewe pada suka.”
“Mau lo apa?” tanya Irsyam
“Gue pengen lo jauhin Dewi!”
“Its MINE!”
Irsyam menarik sudut bibirnya.
“She is mine not yours!” ucap irsyam sambil menepuk bahu Bima lalu meninggalkannya begitu saja
“Okey let’s see!” Ucap Bima sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1