Dear Irsyam

Dear Irsyam
Pergerakan


__ADS_3

Seorang wanita sedang tertidur di brankar rumah sakit. Dirinya kini hanya sendirian tak ditemani oleh seseorang satupun. Ia mulai membuka matanya, menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela. Perlahan namun pasti seorang wanita tersebut membuka matanya.


"Ha-h aku dimana." ucapnya lirih


Dirinya mengedarkan pandangannya disekitar ruangan.


"Rumah sakit?"


Entah mengapa, kejadian itu seolah terbayang-bayang difikirannya.


"De-wi." ucapnya ketika mengingat kejadian yang sudah ia lakukan beberapa minggu yang lalu


"Maafin aku."


Lalu air matanya pun menetes begitu saja.


Hiks hiks


"Sekarang keadaan kamu gimana Dewi."


......................


"Dok detak jantung pasien semakin melemah!"


"Kita harus lakukan tindakan!"


"Tolong ambilkan defibrillator!"


"Kita mulai sekarang!"


"Baik Dok."


Suster dan dokter tersebut melakukan segala cara agar keadaan Dewi membaik, seperti semula.


Sedangkan di luar Anis, Linda, Risky, Irsyam, Sekar, Indra dan Tino sedang ketakutan. Mereka belum terlalu siap untuk menerima itu semua, terlebih Irsyam dan orang tua Dewi.


"Ya Tuhan jangan sekarang." batin Irsyam


"Ya Allah selamatkan anak hamba."


"Gue nggak mau kehilangan Dewi, jangan ambil dia Ya Allah."


"Gimana keadaan Dewi?" tanya seseorang dari sebrang sana


"Detak jantungnya semakin melemah bos."


"Saat ini baru ditangani oleh dokter bos."


"Kabarin gue lagi kalo ada apa-apa."


"Baik bos."


......................


"ARGHH BANGSAT!"


"NGGAK PERNAH BECUS IRSYAM JAGAIN DEWI!"


"Liat aja sampai Dewi kenapa-kenapa gue bakal bunuh lo berdua!"


"Aishh sabar lah, ngapain coba marah-marah."


"Gue kesel Kak."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kepo."


"Dih si bocah ditanyain malah begitu."


"Ck udah sono ah jangan ganggu."


"Eishh sabar lah. Noh makan nih, jangan mikirin cewe lo mulu, Kesehatan juga dijaga maszehh."


"Ye."


"Sebenernya gue lebih males kalo lo sakit sih, and ya gue harus ngejaga lo idih ogah males banget."


"Yeh sialan lu, orang kerjanya jadi dokter kok nggak mau ngurusin orang sakit."


"Ya gue sih mau, asal pasien gue bukan lo."


"Bai adek lucknut!!"


Brak.


"Wanjing untuk kakak sendiri." lirihnya


......................


"Gimana keadaan anak saya Dok? Sudah sadar?" tanya Linda


"Maaf Bu kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi anak Ibu belum juga sadarkan diri. Untuk saat ini kondisinya sudah lumayan membaik."


Deg.


Jantungku nyaris berhenti sejenak saat dokter mengatakan itu. Aku fikir aku akan kehilangan wanitaku, namun Tuhan maha baik. Saat ini aku masih bisa melihatnya.


Semua orang disana bernafas lega.


"Boleh. Satu orang saja ya."


"Nanti bisa gantian."


"Tante, Om saya izin mau jengukin Dewi ya."


"Iya Nak." ucap Linda


"Mari ikut saya." Ucap suster


Sekar pun menurut. Ia diarahkan untuk mengenakan pakaian medis sebenarnya dia tidak terlalu nyaman namun ia menurut saja.


Ceklek.


Sekar memasuki ruangan Dewi.


"Sahabat gue." lirihnya lalu meteskan air matanya


"Ya Allah gue nggak tega ngeliatnya."


"Dewi buruan bangun yuk."


"Kamu nggak capek hm? Tidur terus."


"Ayo bangun dong."


"Kamu..." ucapnya tertahan lalu dirinya menangis sejadi-jadinya


Hiks hiks


"Dewi buruan bangun."

__ADS_1


"Lo selalu bikin gue nangis, lo jahat."


"Ayo bangun Dewi." ucap Sekar sambil menggenggam tangan Dewi


"Lo katanya mau ngejodohin anak kita kalo kita sama-sama udah nikah."


"Ayo bangun...."


"Kita wujud in itu semua."


Masih nihil.


Tidak ada pergerakan apapun dari Dewi.


Sekar menghembuskan nafasnya pasrah.


"Buruan bangun ya." bisiknya tepat ditelinga Dewi


Cup.


Sekar mencium pipi Dewi. Lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Satu persatu mulai menjenguk Dewi kini giliran Irsyam.


"Hai sayang." sapanya


"Enak banget ya bobonya, sampek nggak mau bangun hm?" ucapnya sambil mengelus rambut Dewi


"Kamu nggak kangen sama aku?"


"Sayang hati aku sakit banget ngeliat kamu kayak gini."


"Buruan bangun." ucapnya lalu meneteskan air matanya


Entah mimpi atau bukan Irsyam melihat jari Dewi sedikit bergerak. Seolah dirinya tau jika Irsyam memanggilnya


"H-ah?"


"Tangan kamu?"


"Sayang kamu denger aku hei?"


"Buruan bangun, buka mata kamu."


"Sa..."


"Mohon maaf Mas jam besuknya sudah habis."


"Ta-pi Sus, tadi saya liat pacar saya gerakin jarinya."


Suster tersebut tersenyum.


"Alhamdulillah pasien sudah mulai ada pergerakan." Suster tersebut dengan cepat memanggil Dokter


"Ada apa Sus?"


"Pasien mulai ada pergerakan."


"Mohon maaf silahkan keluar dulu." ucap Suster pada Irsyam


Irsyam pun menurut saja.


"Bagaimana Dok?"


Dokter tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...

__ADS_1


__ADS_2