Dear Irsyam

Dear Irsyam
Bersyukur


__ADS_3

Puku 22.00 acara di kampus selesai. Kami berempat memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Tetapi hari ini Sekar memutuskan untuk menginap dirumahku. Katanya sih untuk menemaniku.


"Pokoknya nanti kamu harus cerita semuanya ke aku, Tanpa terkecuali."


"Iya Sekar."


Setelah itu hening.


Hanya terdengar suara deru mobil.


Hanya menempuh waktu 25 menit untuk sampai dirumahku. Dan kami pun tiba.


"Makasih ya Pak, ini uangnya." ucapku sembari menyodorkan uang seratus ribu


"Eh tapi ini kebanyakan Neng."


"Nggak papa itu bonus buat Bapak." ucapku sembari tersenyum ke arahnya


"Ya Allah, makasih ya Neng, Istri saya pasti seneng nih." ucapnya


"Alhamdulillah ikut seneng dengernya Pak."


"Kalo gitu saya permisi dulu ya Neng."


"Iya Pak."


Sekar tersenyum simpul.


"Nggak salah gue jadiin lo sahabat." batin sekar sambil melihat kearah Dewi


"Yuk masuk."


"Yuk."


Tok tok.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam." ucap seseorang dari arah dalam


"Eh kalian yuk masuk-masuk." ucap Linda


"Selamat malam tante." ucap Sekar sambil menyalami tangan Linda. Aku pun melakukan hal yang sama.


"Bu Sekar mau nginep disini boleh kan?"


"Boleh banget dong sayang."


"Yaudah kalian buruan ke atas gih tidur udah malem."


"Iya, yuk." ajakku pada Sekar


"Mari Tante." ucap Sekar sambil tersenyum ke arah Linda


"Iya Nak."


--


Kami berdua melangkahkan kaki ke atas menuju kamarku. Sesampainya di kamar ku ganti pakaian ku menggunakan piyama dan menghapus sisa make up di wajahku Sekar pun melakukan hal yang sama. Tak lupa aku menggosok gigi dan mencuci muka lalu menggunakan rangkaian skincare malamku.

__ADS_1


"Akhirnya rebahan juga." ucapku sembari merebahkan tubuhku diatas kasur


"Cerita woi."


"Ck masih aja inget." gumamku


"Ha? Bilang apa tadi?"


"Ehh enggak." ucapku cengengesan


"Tapi kamu janji jangan marah dulu kalo denger cerita ini."


"Iya gimana?"


"Jadi gini."


Flashback on.


"Btw kenapa kamu tanya tentang Alsya?"


"Temen-temen sekelas aku suka ngomongin dia."


"Tapi nggak tau apa sebabnya."


"Ngomongin gimana?"


"Emm gimana ya..."


"Seinget aku ada yang bilang gini 'Parah dia mah, masak pacar sahabatnya sendiri diambil' gitu sih Kak"


"Emang beneran gitu ya Kak?"


"Siapa yang ngasih tau?"


"Kak hei?"


"Eh hah?"


"Maaf-maaf gimana tadi."


"His Kak Dewi mah."


"Yang itu loh pacar sahabatnya sendiri di ambil."


"Emang bener?"


"Siapa yang bilang gitu?"


"Aku juga nggak tau, di kelas pada ngebahas itu."


"Terus juga katanya mereka berdua pernah pergi berduaan gitu Kak di hotel."


"Jahat banget ya."


End.


"Shireen yang mana? Kok aku nggak pernah tau."


"Dia adik tingkat, seorganisasi sama gue."

__ADS_1


Sekar diam saja.


"Kok diem?"


"Gue lagi mikir kok mereka pada tau."


"Dan apa tadi? Dia bilang Alsya sama Irsyam ketemuan gitu?"


Aku menganggukkan kepala.


"Emm lo percaya?"


"Gue nggak tau."


"Tapi sakit banget dengernya."


Aku menghela nafas panjang.


"Gue harus gimana, hati gue sakit banget. Gue milih Irsyam karena berharap dia nggak pernah nyakitin gue tapi..." ucapku tertahan


Sekar dengan cepat memelukku.


"Udah jangan nangis, nggak mungkin Irsyam kayak gitu."


"Tapi kalo itu fakta gimana."


"Nggak akan, Dewi inget ya dalam suatu hubungan itu nggak akan selamanya berjalan mulus terus, pasti ada lika likunya."


"Kamu percaya kan, kalo seseorang yang udah sayang banget sama kita sejauh apapun dia pergi kalo dia tau rumah pulangnya dia pasti akan pulang."


"Dan kalo itu bener, nggak mungkin juga kan tadi kamu di kenalin di depan banyak orang."


"Kamu jangan asal percaya sama orang, bisa jadi itu jebakan buat ngehancurin hubungan kamu sama Irsyam."


Aku mencerna ucapan Sekar barusan. Sebenarnya agak masuk akal juga, aku dan Shireen juga beberapa hari ini baru kenal dan dia sudah membicarakan tentang Alsya dan Irsyam. Apakah tidak secepat itu untuk orang yang baru saja kenal?


"Udah ya kamu jangan mikirin yang enggak-enggak."


"Sekarang tidur gih, besok ngampus."


"Iya." singkatku


--


"Hallo?"


"...."


"Gue mau rencana kita mulai besok."


"...."


"Semuanya harus rapi, gue tinggal terima beresnya oke."


"...."


"Good."


...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...

__ADS_1


__ADS_2