
Bugh bugh sragh
"Lawan gue anjing!!" teriak Nathan tepat dihadapan Irsyam
Uhuk uhuk
Irsyam terbatuk-batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Buat apa?" lirih Irsyam
"Gue mau ngebunuh lo njing! Kenapa lo diem aja!"
......................
"Gimana Vin?"
"Baru gue cek."
"Mungkin nggak kalo Irsyam ke tempat yang dulu gue pernah disekap." ucap Dewi
"Buat apa?" tanya Leon
"Mungkin." ucap Kevin dan Bastian bersamaan
"Yon kita kesana sekarang!"
"Oke Pin."
"Dewi." panggil Sekar
Dewi pun menoleh.
"Yang sabar ya, lo nggak boleh terlalu sedih lo juga baru aja sembuh."
Dewi mengulas senyum.
"Makasi ya, kamu selalu ada buat aku."
Lalu mereka berdua saling berpelukan.
"Irsyam bakal baik-baik aja kan."
"Iya dia baik."
......................
"Jadi kenapa gue nggak mau ngelawan lo?Karna lo bukan tandingan gue."
Kini Nathan sudah terkapar lemas karena serangan balik dari Irsyam
"Dan perlu lo inget. Dewi milik gue!"
"Gue nggak akan ngebiarin siapapun ngambil dia dari gue."
"Lo salah." ucap Nathan yang sudah hampir sekarat
Uhuk uhuk
"Lo yang ngambil dia dari gue."
"Dia milik gue.Sebelum lo dateng dan ngehancurin semuanya."
"Lo emang manusia jahat Sam!"
"Lo jahat!"
"Iya gue jahat."
"Kenapa?"
......................
__ADS_1
"Eh tunggu gue nemu!"
"Irsyam disini!"
"Buruan kesana Yon, ngebut!"
"Oke siap!"
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit kami telah sampai ditempat tujuan.
"Kok serem." ucap Sekar
"Kalian berdua disini aja."
"Nggak gue harus ikut." ucap Dewi
"Plis kali ini aja lo nurut sama gue."
"Tapi gue pengen ikut Vin!"
"LO BISA NGGAK SIH NURUT SEKALI AJA. GUE TAU LO KHAWATIR SAMA IRSYAM TAPI YA LIAT KONDISI DONG!"
"LO TU JUGA SADAR NGGAK SIH, IRSYAM KAYAK GINI JUGA PENYEBABNYA LO!"
"Heh jaga ya omongan lo!"
"Disini sahabat gue nggak salah apa-apa ya, lo jangan asal nuduh gitu dong!"
"STOP!"
"KENAPA PADA BERANTEM DISINI, NYAWA TARUHANNYA WOI!" Lerai Bastian
"Kalian berdua disini aja. Biar kita bertiga yang masuk."
"Jangan buka pintu sampai kita dateng." peringat bastian
"Oke."
"Heh enggak sama sekali, lo jangan dengerin apa kata tu cowok."
"Mungkin kalo gue nggak ba....."
"Hust udah jangan ngomong yang enggak-enggak."
"Lo nggak salah."
......................
"Hati-hati Pin."
"Lo jangan gegabah anjing!"
Prang.
Tak sengaja Kevin menjatuhnya benda di sampingnya.
"Siapa disana!"
"Gue bilang juga apa!"
"Lari woi!"
"WOI JANGAN LARI LO!"
"Kita berpencar."
"Lo gila!? Kalo ternyata mereka jumlahnya lebih banyak dari kita gimana!?"
"Nggak ada waktu Yon."
"SEKARANG!"
__ADS_1
Mereka bertiga berpencar Kevin ke kiri, Bastian ke kanan dan Leon ke atas.
"WOI JANGAN LARI LO!"
"Bangsat malah ngejar gue." ucap Leon
Saat sedang berlari menaiki tangga tak sengaja Leon melihat ruangan yang bertuliskan 'Leader' lalu dia memutuskan untuk memasuki ruangan tersebut.
Brak.
Pintu terbuka menampakan seseorang yang sama-sama terkejut mendengar kerasnya pintu terbuka.
"BOS!"
"Yon?"
"Mau kemana lo!?"
Tanpa aba-aba Irsyam menarik pelatuk pistolnya dan membuat seseorang tersebut terkapar lemas tak sadarkan diri. Irsyam menembakan peluru tepat di jantung seseorang tersebut.
"Lo nggak papa Yon?"
Plak.
Leon menampar Irsyam.
"Seharusnya gue yang nanya, Lo nggak papa."
"Gue nggak papa."
"Ayo keluar dari sini."
"Lo pasti seneng banget."
"Kenapa?"
"Irsyam." panggil seorang wanita
Irsyam menoleh. Dirinya terpaku melihat seseorang yang dicintainya sekarang ini sudah ada dihadapannya.
"Gue nggak mimpi kan."
Dengan cepat Dewi berlari kearah Irsyam dan memeluknya. Irsyam pun membalas pelukan tersebut.
"Aku kangen banget sama kamu."
"Aku juga."
Irsyam melepaskan pelukannya. Dirinya memandang dalam wajah Dewi.Kini pandangan mereka beradu. Keduanya seolah terpaku. Hingga tiba Irsyam mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Dewi, dan tanpa aba-aba Irsyam mencium bibir Dewi. Dewi yang semulanya terkejut kini mulai menikmatinya, dunia seolah milik berdua mereka tidak menyadari bahwa disana ada beberapa orang yang sedang menyaksikan cinta mereka.
"Woi anjing mata gue!" ucap Leon merusak suasana
"Astaga Dewi!" pekik Sekar
Mereka tersadar atas apa yang barusan dilakukan lalu mengakhirinya.
"Eh." Ucap Dewi salah tingkah
"Bos kalo mau begituan nanti kek. Masih ada kita."
"Gercep amat." cibir Kevin
Irsyam hanya diam saja.
"Lo urus tuh hama."
"Aih dia lihat bos, omaigat gimana brader panas ya?"
"Yuk aku beliin kalung kulkas yuk." ucap Leon ngawur
Dewi memandangi seseorang tersebut.Berusaha untuk mengenali seseorang tersebut.Namun nihil dia tidak mengenalinya
__ADS_1