Dear Irsyam

Dear Irsyam
Terkejut


__ADS_3

...Happy reading...


Pagi hari telah tiba, kini giliran matahari yang terjaga untuk membangunkan semua orang yang tertidur.


Srakkk.


“SELAMAT PAGI DUNIA!!”


“Hmm udah pada rame ya…”


“Mandi ah.” Ucap Dewi


Di sisi lain.


“Hoam. Kok masih ngantuk ya."


Tring


Terdapat satu pesan masuk diponsel Irsyam.


Alsya: Selamat ya, atas pertunangan kalian, btw selama ini maafin sifat gue yang kekanak-kanak an ini ya. Besok kalo lo di Bandung gue pengen minta maaf langsung.


Irsyam: Thanks Sya.


“Aneh..”


“Tapi syukur deh, dia udah berubah.”


“Mau ke Dewi ah….” Ucap Irsyam lalu tertawa sendiri


Ceklek.


“Sayang.”


“IRSYAM!!!”


“Eh ha-h.” dengan cepat Irsyam menutup pintu kamar Dewi


Bagaimana tidak terkejut saat ini Dewi hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.


“Anjir pagi-pagi dapet asupan gue.”


“Eh astagfirullah Sam, tahan-tahan lo baru calon suaminya belum suaminya.”


......................


“Ck nyebelin banget sih.”


“Dia tadi liat gue nggak ya.”


“Ah ya mesti lihat lah, orang dia langsung nutup pintu.”


“Arghhhh sialan!”


“Ihhh nyebelin banget sih!”


“Ish malu banget anjir.”


Dengan cepat Dewi mengganti pakaian dan menggunakan rangkaian skincare lalu turun kebawah untuk menemui Anis. Namun sialnya di ruang tamu ada Irsyam.


“Aduh Irsyam kenapa di ruang tamu sih.”


“Sayang sini yuk bantuin Mamah, kamu ngapain berdiri ditangga gitu.”


“Eh ahh iya Mah!”


Dengan cepat Dewi berlari kearah dapur dan menghiraukan Irsyam.


“Ck lucu banget sih kalo lagi salting.” Ucap Irsyam


“Eh tapi dia marah nggak ya.”


“Gue kan juga nggak tahu.”


“Ah nanti gue minta maaf aja kali ya.”


“Masak apa Mah?”


“Ini sayur sop sayang, Irsyam lagi pengen sop.”


“Emm gitu, sini Dewi bantuin.”


“Oh iya Mah, soal kuliah Dewi sama Irsyam gimana? Dapet izin?”


“Kenapa harus izin?” Tanya Anis


“Loh Dewi kan nggak masuk kuliah beberapa hari, nanti kalo dimarahin gimana?”


“Mamah marahin balik lah.”


“Lah?”


Anis pun tertawa melihat komuk Dewi.

__ADS_1


“Nggak usah takut, itu kampus Papahnya Irsyam sama temen-temennya yang buat.”


“Jadi kalo kamu nggak masuk, nggak bakal dimarahin.”


“Oh iya tapi katanya kamu disuruh PJJ pakek zoom.”


“HAHH!?” Pekik Dewi.


“Jadi itu kampus punya Papah?”


“Iya.” Ucap Anis santai


Dewi masih terbengong tak percaya. Bagaimana tidak, keluarga Irsyam ini sudah mempunyai Mall dan juga Kampus? Lalu akan ada kejutan apalagi yang belum dia tau?


#Sultan nggak tuh:)


“Kenapa bengong gitu, ayo dilanjut masaknya.”


“Eh iya Mah.”


......................


“Ck males banget nggak sih, berangkat ke kampus nggak ada Dewi.” Ucap Sekar


“Iya nggak seru.” Balas Arin


“Gue juga kangen tuh anak.” Ucap Nathan


“Dihh sok.”


“Apaan sih Rin, gue lagi nggak mau berantem ya.”


“Dih siapa juga yang mau ngajak berantem.”


“LO!”


“Kamu!”


“Lo!”


“Ka…”


“STOPPPP!”


“Berisik banget sih kalian.”


“Dah mending pacaran sono lu pada.”


“Idihh amit-amit ya Ric, aku nggak mau punya cowok modelan kayak dia.”


“Dihh.”


“Berisik lagi gue tembak kalian semua.” Ucap Sekar kesal


“Buset ngeri banget pacar gue.”


“PMS loh?”


“Bacot banget sih Nathan!!”


Semua orang disana menatap ke arah Sekar.


“Anjir lupa gue kalo dikampus.”


“Bwahaha, malu nggak tuh.” Ledek Nathan


“Diem lo!!”


......................


“Tadaa udahh jadi masakan ala Mamah Anis dan Dewii.”


Ahaaha “Bisa aja kamu sayang.”


“Ehehehe.”


“Kamu buruan panggil Irsyam gih.”


“Oke siap Mah.”


Aku melangkahkan kaki ke ruang tamu untuk menemui Irsyam.


“Eh gue kan males ketemu dia, aduhhh mana tadi gue bilang iya lagi.”


“Ck gimana coba.”


“Apanya yang gimana?”


“Ehh.”


“Itu makan udah jadi.” Ucap Dewi salah tingkah lalu buru-buru pergi ke dapur.


“Fiks marah dia.”

__ADS_1


“Ayo Sam, sini Mamah udah masakin sop kesukaan kamu nih.”


“Iya.”


“Papah Mana?”


“Udah berangkat pagi banget ada meeting.”


“Kamu buruan ngambil alih perusahaan papah gih, kasihan dia harus ngehandel semuanya.”


“Iya, sebenernya aku udah siap cuma belum izin Dewi.”


“Kok aku?”


“Ya kan kalo aku ngurusin kerjaan jadi jarang ketemu kamu.”


“Ohh, boleh kok.”


“Tuh Dewi nggak papa, coba nanti kamu ke kantor papa bilang kalo udah siap.”


“Iya deh.”


“Yuk makan.”


......................


Setelah selesai sarapan aku memutuskan untuk ke kamar, karena sebentar lagi kuliahku mulai.


“Mah Dewi ke atas ya, udah mau mulai pembelajarannya.”


“Iya sayang, semangat ya belajarnya.”


“Siap makasih Mah.”


Aku melangkahkan kaki ke atas, saat melewati pintu kamar Irsyam aku melihat dirinya kesusahan memakai dasi, alhasil aku pun memutuskan untuk membantunya.


“Ehh.” Kagetnya


“Punya mulut kan? Kalo nggak bisa tuh minta tolong jangan diem aja.”


“Iyaa.”


“Maaf ya yang tadi.”


“Nggak papa, lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu.”


“Iya, dimaafin nggak nih?”


“Dimaafin.”


“Kok masih cuek sih.”


“Enggak.” Ucapku lalu tersenyum kearahnya


“Nah gini dong senyum.”


“Tada udah selesai, buruan berangkat gih.”


“Bentar.”


“Ngapain lagi?”


Irsyam hanya diam saja, dirinya terpaku oleh wajah Dewi yang semakin hari semakin cantik menurutnya.


“No Sam.”


Irsyam pun tersadar dari lamunannya.


“Ah iya berangkat dulu sayang.” Ucapnya lalu mencium kening Dewi


“Hati-hati ya, kalau udah sampai kantor kabarin.”


“Siap sayang.”


“Aku anter sampai bawah yuk.”


Dewi dan Irsyam melangkahkan kaki berdua menuruni tangga. Layaknya seperti seorang suami dan istri.


“Mah aku berangkat dulu ya.”


“Iya nak, hati-hati dijalan ya.”


“Siap.”


Aku mengantar Irsyam hingga pintu depan.


Tin.


“Dah sayang.”


“Dahh.”


Setelah itu aku melangkahkan kaki keatas untuk mempersiapkan diri menghadapi PJJ.

__ADS_1


...Jangan lupa vote dan juga follow author....


...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya....


__ADS_2