Dear Irsyam

Dear Irsyam
Berkelahi


__ADS_3

...Happy reading....


Reza pov.


Aku harus berangkat kerumah sakit, untuk menjalankan kewajibanku sebagai dokter. Aku harap setelah insiden kemarin aku tidak kehilangan pekerjaanku. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan standar membelah jalanan kota Bandung yang lumayan padat hari ini. Karena terlalu macet aku sampai dirumah sakit agak sedikit terlambat. Suasana nampak seperti biasanya. semua orang memanggilku ramah. Syukurlah semuanya baik-baik saja. Saat aku ingin melangkahkan kaki ke ruanganku dokter Fandi menghampiriku


“Re, saya boleh minta tolong?” ucapnya


“Boleh, minta tolong apa?”


“Tolong kamu periksa pasien atas nama raden cintia dewi di ruangan 5. Saya hari ini ada jadwal ke rumah sakit cabang.”


“Raden cintia dewi?” gumamku


“Re?” panggilnya


“Oh iya nanti saya periksa.” ucapku


"Terimakasih ya."


"Sama-sama."


Aku menaruh tasku di ruanganku, lalu ku kenakan jas kedokteranku. Setelah itu aku melangkahkan kaki keluar untuk menuju ruangan 5.


Ceklek.


Pintu ruangan tersebut terbuka menampakan sosok wanita yang aku kenali.


“Dewi.” panggilku lalu menghampirinya.


Belum sempat aku menghampiri tiba-tiba tanganku di cekal oleh seseorang.


“Ngapain lo.” ketusnya


Tak ku balas ucapnnya barusan lalu dia memukulku.


Bugh.


“Sam!”


“Jangan pernah sentuh cewe gue.” tegas Irsyam


“Gue cuma mau memeriksa.”


“Nggak perlu dia baik-baik aja.”


“Sorry soal kemarin.”


Ruangan disini terasa sepi, semuanya hanya diam mematung menyaksikan aku dan Irsyam.


“Keluar.”


“Gue Cuma mau bilang, jangan pernah sakiti Dewi, jaga dia baik-baik, semoga kalian bahagia.”


“Hm.”


Aku pergi meninggalkan ruangan Dewi.

__ADS_1


End.


Setelah keadaan tadi suasana menjadi canggung.


Nathan pun membuka suara mencoba mencairkan suasana.


“Kok sepi.”


Krik krik.


“Kalian nggak ke kampus?" tanyaku pada Irsyam dan Arin


“Nggak.”


“Sam hari ini ada praktek kita harus ke kampus.”


“Males.”


“Sana berangkat ke kampus, disini juga ada Sekar sama yang lain.”


“Tapi..”


“Nggak ada tapi-tapi an sana berangkat.”


“Huft oke, kamu janji jangan deket-deket sama Reza.”


“Iya janji.”


“Kar, titip bini gue.”


“IYE.”


“Woi apaan.” balas Nathan namun hanya dihiraukan


“Daa sayang.” ucapnya lalu mencium keningku


Cup.


“MATA KU TERNODAI!!” teriak Arin dan Sekar secara bersamaan


Irsyam pun hanya terkekeh kecil. Lalu menunjukkan jari tengahnya pada Nathan.


“Fuck you.” ucapnya lalu buru-buru melangkahkan kaki keluar ke ruangan


“Sialan tu anak.” gerutu Nathan


"Eh tadi gimana ceritanya, kok ada Alsya, ada hubungan juga maksudnya apa sih?"


"Kasih tau dong."


"Nih contoh ibu-ibu komplek sukanya ngegibah." cibir Rico


"Eh btw apaan aku juga penasaran."


"Sialan lo, ternyata juga sama aja kayak Nathan."


"Ehehe."

__ADS_1


"Jangan bilang kamu di rumah sakit ini karena Alsya?"


"Ya gitu deh." ucapku


"Ck gitu gimana."


"Jelasin."


"Dia mau ngehancurin hubunganku sama Irsyam."


"Lah lu pada udah pacaran?"


"Kok nggak ngasih tau kita?"


"Parah Ric, kita ada namun tidak dianggap." ucap Nathan


"Sad banget bro:)" balas Rico


"Ku menangisssssss, membayangkannnn betapa kejamnyaa dirimuuu..."


"His apaan sih kalian, kenapa jadi acting Indosiar?"


"Eheheh, dah cocok belum?"


"Cocok apalagi yang jadi gelandangan."


"Yehh sialan lu kar."


Aku pun tertawa mendengar ucapan dari Sekar.


"Hmm ketawa lu ye."


"Untung aja temen sendiri, orang lain udah gue gibeng lu."


"Ihhh takuttt." ucapku ngerii


"Gue jadi ngeri anjing."


Hahaha kami semua pun tertawa.


...----------------...


"Syukur kamu baik-baik aja Dewi."


"Semoga kamu selalu bahagia sama pilihan yang kamu pilih."


"Sampai kapanpun kamu selalu jadi cinta pertama aku."


"Loh kok nggak masuk Re?"


"Udah kok, aku habis selesai meriksa pasien sekarang mau ke ruangan."


"Oh gitu."


"Duluan ya."


"Iya."

__ADS_1


...Jangan lupa like, coment dan juga vote....


...see u....


__ADS_2