Dear Irsyam

Dear Irsyam
Keluarga cemana


__ADS_3

...Happy reading....


Pukul 14.00 kami telah sampai dikota Bandung, perjalanan yang kami tempuh sekitar 3 jam.


“Hai Bandung.” Ucapku sambil melihat sekeliling


“Haiss jangan gitu sayang nanti masuk angin.”


“Bentar ah.”


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tigapuluh menit kami telah sampai di rumah. Saat aku keluar dari mobil didepan pintu sudah ada anak kecil yang sedang menantikan kami.


“KAKAK!!” Teriaknya lalu menghampiri kami.


“Haii sayang.”


“Bentar dulu ya, kakak mau beresin barang-barang dulu.”


“Iyah!” ucapnya sambil tersenyum.


Yah aku suka sekali dengan senyuman Tino ini. Senyuman yang sangat asli dan tidak pernah palsu.


“Kakak baik mana Kak?”


“Kakak disini.”


“Kakak Baik!”


“Robot-robotan aku ada kan?” tanyanya sambil tersenyum manis kearahnya.


“Eh Kakak lupa bawa.”


Seketika senyumannya pun pudar. Aku yang mengerti maksud Irsyam pun mencoba mengompori keadaan.


“Yahh, maafin kita ya Dek. Beneran lupa tadi.”


Dia pun hanya diam saja sambil mukanya ditekuk. Irsyam yang tidak tahan dengan wajah Tino pun tertawa.


“Ahahaha bercanda, Kakak nggak lupa kok.”


“Nanti kakak kasih, sekarang kakak beres-beres dulu ya.”


“YESSS!!” Seketika wajahnya kembali bahagia


Aku pun hanya geleng-geleng kepala. Melihat perubahan moodnya yang secepat itu.


“Sini aku bawain.”


“No Sam, kamu mending didalem aja kamu pasti capek kan.”


“Nggak tuh.”


“Ck capek aja lah.” Ucapku nyeleneh


“Dih mana bisa gitu.”


“Dibisain dong.”


“Haiss aneh, tapi sayang.” Ucap Irsyam


Hahaha kami pun tertawa. Kami berdua melangkahkan kaki kedalam rumah.


“Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam.” Ucap wanita paruh baya yang tidak aku kenali


“Loh Ibu siapa?” tanyaku


“Saya Darti Non, pembantu disini.”


“Loh? Sejak kapan Bi?”


“Baru lima hari ini kerja non.”


“Ibu Linda yang mengutus saya untuk menjaga rumah dan jaga Aden Tino.” Terangnya


Aku hanya menganggukan kepalanya.


“Non pasti Non Dewi ya?” tebaknya


“Iya.” Ucapku sambil tersenyum manis kearahnya


“Aduh geulis pisan.”


“Ehehe Bibi bisa aja.”


“Ini siapa Non? Kasep pisan atuh.”


“Irsyam Bi, calon suami saya.”


“Aduh kalian mah emang cocok. Saya doain semoga jadi pasangan dunia akhirat ya non.”


“Aamiin...” ucap kami serempak

__ADS_1


“Yaudah kalo gitu Bibi mau masak buat makan siang dulu ya Non.”


“Iya Bi silahkan.”


“Oh iya mau minum apa Non?”


“Nggak usah Bi nanti saya ambil sendiri aja.”


“Baik Non.” Ucap Darti lalu meninggalkan Irsyam dan Dewi


“Dia tadi bilang apa?” Tanya Irsyam padaku


“Katanya ini siapa kok jelek banget.” Ucapku berusaha mengerjainya


“Dih masak bilang gitu?”


“Iya.”


“Dih sialan, orang ganteng gini dibilang jelek.” Gerutunya


Demi apa saat ini aku sedang menahan tawa dihadapannya.


“Ngapain senyum-senyum gitu?” tanyanya


Runtuh sudah pertahananku untuk tidak tertawa.


“Ahahaha aduh nggak kuat ngakak.”


“Kenapasih? Orang nggak ada yang lucu.”


“Maaf-maaf tadi cuma bercanda, kasep itu artinya ganteng.”


“Dih udah berani jail ya?” ucap Irsyam sambil mendekatkan dirinya kearah Dewi.


“Eh ngapain kamu.”


“Menurut kamu?”


“Jangan aneh-aneh ya.”


Irsyam pun hanya menghiraukan ucapan Dewi.


“Eh Sam, ada Tino.”


“Kenapa hmm? Ini pelajaran buat kamu ya karena udah berani bohong.” Ucapnya


“Kakak sini dong Tino mau minta tolong!” Teriak anak kecil dari atas


“Iyaa kakak kesana.”


Irsyam pun tersenyum smrik melihat Dewi yang ketakutan karena ulahnya.


“Oke gue tahu kelemahannya.”


......................


“Kenapa?”


“Isshh ini, tangan Tino nggak bisa masuk ke baju.”


“Itu tandanya udah nggak muat, coba ganti yang lain.”


“Tapi Tino pengen pakek yang ini.”


“Ya orang nggak muat kok dipaksain.”


“Hiss yaudah deh ganti aja.”


“Kak Irsyam masih disini kan?”


“Iya masih dibawah.”


“Okedeh.”


“Ehh dek.”


“Apa?”


“Nanti kalo kak Irsyam nanya kakak mandi gitu ya.”


“Okey.”


......................


“Kak Irsyam.” Panggil Tino sambil berlari kearahnya


“Heii gimana ganteng?”


“Robot aku mana?”


“Oh iya nih.” Ucap Irsyam sambil menyodorkan paperbag besar


Dengan cepat Tino pun membuka mainan tersebut.

__ADS_1


“Wahhhh! Ini yang Tino mau!”


“Makasih ya kakak baik!”


“Sama-sama.”


“Kak Dewi mana?”


“Lagi mandi.”


“Kak main robot-robotan yuk.”


“Kakak yang biru aku yang merah ya.”


“Okedeh yuk.”


“Nanti kita perang ya.”


“Okesiap.”


Tino dan Irsyam memainkan robot tersebut


“Makan dulu Sam.” Ucap Dewi dari arah tangga


“Eh hah?”


Irsyam yang sedang fokus kepada Dewi pun kalah dalam permainan robotnya bersama Tino.


“YESSS AKU MENANG!!” Teriak Tino


“Adek ya ampun kok teriak-teriak sih.”


“Ehehe yes aku menang kak Irsyam kalah.”


"Wlek wlek."


“Iya deh yang menang.”


“Ayo makan dulu.” Ajakku pada Irsyam dan Tino


“Lesss goo.”


Kami bertiga melangkahkan kaki kearah dapur, disana ada bi Darti yang sedang menyiapkan makanan.


“Eh mau makan Non?”


“Iya Bi.”


“Silahkan Non ini sayurnya disini, lauknya ini.”


“Bibi mau ke depan dulu nyiram tanaman nyonya Linda.”


“Loh kok nyiram tanaman, makan dulu Bi.”


“Ahh nanti aja Non, nggak enak masak Bibi ikut makan.”


“Nggak papa Bibi ikut makan sini.” ucap Irsyam


“Saya nanti aja Den, mau nyiram tanaman dulu.”


“Permisi kalo begitu.”


“Iya.”


“Adek mau makan pakek apa?”


“Sayur sop, sama ini kak ayam goreng hehe.”


“Nasinya segini udah?”


“Udahh.”


Aku mengambilkan Tino sop dan ayam goreng sebagai lauknya.


“Irsyam?”


“Sama kayak Tino hehe.”


“Nasinya segini?”


“Iyaa udah.”


“Vibes-vibesnya kayak keluarga cemana ya.” Celetuk Irsyam


Aku pun tertawa mendengar ucapannya.


“Bisa aja.”


“Eheheh.”


...Jangan lupa vote dan juga follow author....


...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya!...

__ADS_1


__ADS_2