Dear Irsyam

Dear Irsyam
Hilang


__ADS_3

Keesokan harinya.


“Eghhh jam berapa sih.” ucap seorang laki-laki yang bangun dari tidurnya


“Gila gue tidur atau rehabilitasi lama banget anjir.”


Krek krek


“Argh mantep tulang gw rasanya remuk.”


“Baru aja tidur sehari udah gini kalo koma gimana ya.” celetuknya nyeleneh


“Hus kalo ngomong.” ucap wanita paruh baya sambil membawa bubur ditangannya


“Gimana udah enakan Nak?”


“Udah Mah.”


“Nih dimakan buburnya.”


“Irsyam nggak suka Mah, kan Mamah tau dari dulu Irsyam nggak suka bubur.”


“Iya Mamah tau, tapi dikit aja, perutnya di isi Sam.”


“Huft yaudah sini.”


“Good boy.” ucap Anis sambil tersenyum kearahnya


Toktok.


“Maaf nyonya itu ada Tuan Rizky sama Nyonya Linda kesini nunggu dibawah.”


“Suruh tunggu bentar Bi, nanti saya kesana.”


“Baik nyonya saya permisi.”


Hanya dibalas anggukan kepala oleh Anis.


“Kenapa ya? tumben mereka kesini.”


“Buruan dihabisin ya, mamah mau ke bawah dulu nemuin mereka.”


“Oke Mah.”


Setelah kepergian Anis, tak berselang lama teman-teman Irsyam datang ke kamarnya.


“Samlekommmm, abang Leon yang paling tampan dateng nih bos.”

__ADS_1


“Heh tu mulut atau toa njing, kuping gue sakit peak.” ucap Bastian kesal lalu menjitak dahi Leon


“Sakit anjing.”


“Kalian!? Ngapain kesini?"


“Noh pacar lo bos, ngajakin kita kesini. Katanya khawatir sama lo.” ucap Leon sambil menunjuk Kevin dengan dagunya


“Njir Pin gue masih normal ya, dan gue bakal nikah sama Dewi.”


“Sialan, siapa juga yang suka sama lo njir.”


Hahahah tawa pun pecah diantara mereka.


Ceklek.


“Nak?”


Kami semua menoleh serempak ke arah panggilan tersebut.


“Kenapa Mah?”


“Emm itu.”


“Kenapa sih?”


Pyar.


Mangkuk yang berisi bubur lolos begitu saja di tangan Irsyam.


“K-ok bisa!?”


“Ini bercanda kan!?”


“Mah jawab aku Mah! Ini bercanda kan!?”


“Ma-mah nggak bohong Nak.” ucap Anis sambil menundukan kepalanya


“Bangsat!” umpat Irsyam


Irsyam mengedarkan pandangannya untuk mencari suatu benda. Ponsel. Ya benda itu yang dicari sekarang. Dan sialnya ponsel tersebut malah mati.


“Argh sialan!”


“Bos sabar, tenangin diri lo dulu.”


“Iya tenangin diri lo dulu Sam.”

__ADS_1


Irsyam menurut ucapan teman-temannya. Dia duduk di kasur sambil menunggu handponenya menyala.


“Mamah ke bawah dulu Nak, Linda masih disana.”


Kini hanya tersisa Kevin, Leon, Bastian dan Irsyam.


“Sial gue kecolongan cok.”


“Gue kecolongan.” ucap irsyam sambil memukul mukul tembok di sampingnya


Plak.


Kevin menampar Irsyam agar dia berhenti melakukan hal yang akan menyakiti dirinya sendiri.


“Lo bisa nggak tenang sebentar aja!”


“GIMANA GUE BISA TENANG ANJING. CEWE GUE SAT! ILANG DARI KEMARIN DAN GUE SEBAGAI COWONYA NGGAK BECUS JAGAIN DIA!”


“Gue ngerti tapi kalo lo emosi bakal memperburuk keadaan!”


Irsyam pun sadar dengan ucapan Kevin barusan.


“Kebukak nih ponsel lo Sam.”


Dengan cepat Iryam mengambil ponsel tersebut dan membuka aplikasi WhatsApp.


“Sialan handpone gue di hack!”


“Kok bisa!” ucap mereka serempak


Irsyam menyodorkan ponsel pada mereka.


“Njir mainnya boleh juga tuh.” ucap Kevin sambil tersenyum miring


“Tenang aja, gue bakal lacak nomer yang udah nge hack handpone lo.” ucap Kevin lalu mengambil laptop di meja Irsyam


Tak perlu menunggu waktu lama Kevin sudah tau detail siapa yang melacak handponenya tersebut.


“Bima, lokasinya di xxx”


“Anjing sialan!”


“Terus kita harus gimana!?”


Hai guys pembaca novel setia dear Irsyam, makasih udah setia nemenin dear Irsyam sampai mau tamat. Huhu pengen nangis. Maafin Author kalo ada salah sama kalian ya. Sekali lagi makasih banget udah dukung karya Author sampai sejauh ini.


...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...

__ADS_1


__ADS_2