Dear Irsyam

Dear Irsyam
Ternyata mimpi


__ADS_3

Seorang wanita cantik terbangun dari tidur lamanya. matanya sedang menyesuaikan cahaya yang masuk melalui celah jendela, perlahan ia melihat keadaan disekitarnya. Kosong, tidak ada siapapun disana selain dirinya.


"Ibu..."


"Ayah.." panggilnya lemah


Namun nihil tak ada satupun yang mendengarnya.Sedikit demi sedikit dia mengingat kembali tentang hidupnya dan bagaimana bisa dia sampai seperti ini dirumah sakit dan dia pun mengingatnya.Satu bulir bening jatuh membasahi pipinya.


"Lo jahat banget Sya."


Ceklek.


Pintur ruangan atas nama Dewi tersebut terbuka. Menampakan kedua orang tuanya.


"Ibu." panggil seorang wanita tersebut


Dengan cepat mereka menghampirinya.


"Nak?"


"Kamu udah sadar?"


Dewi mengulum senyum.


Tangisan bahagia terdengar memenuhi ruangan tersebut.


"Kalian darimana?"


"Kenapa ninggalin aku sendirian?"


"Ah Ayah panggilin dokter dulu ya buat ngecek kondisi kamu." Ucap Risky. Lalu berlari keluar ruangan tersebut


Sebenarnya Risky tidak menemui dokter, dirinya hanya tidak tega melihat wajah anaknya dan bagaimana nanti dia menjelaskan apa yang telah terjadi selama Dewi tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Ibu darimana?"


"Kok pakek baju item-item gini? Ibu juga keliatan habis nangis."


"Kamu istirahat dulu ya, kamu juga haus pasti. Mau minum atau makan sesuatu?"


"Iya aku haus banget."


"Bentar ibu ambilin minum dulu ya."


Tak berselang lama dokter datang dan memeriksa kondisi Dewi.


"Alhamdulillah kondisinya semakin membaik."


"Hanya tinggal pemulihan."


"Cepat sembuh ya Dewi."


"Makasih Dok."


"Silahkan Dok,terimakasih."


Dokter tersebut mengulas senyum.


......................


Di kediaman Indra hermawan.


"Irsyam.." panggil Anis tak berdaya


"Anak kita Pah."


Hiks hiks.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa kayak gini."


Indra hanya diam saja, sambil memandangi jasad anak satu-satunya itu.Terdapat beberapa luka dibagian tubuhnya.Sepertinya ada yang janggal dengan kematian Irsyam. Fikirnya


Tak berselang lama Anis pun tergeletak dan tak sadarkan diri. Beberapa orang mengangkat tubuhnya untuk dibawa ke kamar.


"Rasanya kayak mimpi, ngeliat lo udah kayak gini."


"Sam.. sampai kapanpun lo tetep jadi orang yang paling baik yang gue kenal."


"*Gue bakal nyari keadilan buat lo."


"Lo.. Yang tenang disana*." batin Kevin terluka


"*Bos kenapa lo ninggalin gue."


"Siapa yang bakal nasehatin gue?"


"Dimata lo gue cuma anak kecil yang bodoh. Gimana gue bisa hidup tanpa lo." batin Leon


"Sampai kapanpun lo tetep pemimpin terbaik yang gue kenal. Rest in peace bos." batin Bastian*


Hingga, ketiga lelaki tersebut sekarang menjadi lemah ketika satu-satunya orang yang paling berarti untuknya.Telah meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


......................


Dewi pov.


Entah ini mimpi atau bukan, aku melihat Irsyam sedang berada di suatu ruangan dengan seseorang.Aku tidak terlalu mengerti mereka sedang membicarakan apa, tapi yang kulihat mereka sepertinya sedang bertengkar hingga tiba seseorang tersebut memukul wajah Irsyam. Aku yang disana menyaksikan menjerit histeris. Ada apa ini kenapa seseorang itu memukuli Irsyam? dan Irsyam kenapa tidak melawan?Dan tunggu aku juga melihat beberapa orang disana seperti Kevin, Leon, Bastian, Sekar dan bahkan ada aku juga disana? Lalu siapa yang disini? Hingga tiba cahaya putih menyilaukan datang dan seperti menyeretku. Lalu aku membuka mataku dan melihat ke sekeliling. Ternyata ini hanya mimpi.


End.


"Kenapa mimpi itu kayak nyata."

__ADS_1


#Hai guys sedikit cerita ada beberapa bab yang Author revisi, silahkan dibaca dan dicek ulang ya...


__ADS_2