Dear Irsyam

Dear Irsyam
Perhatian


__ADS_3

...Happy reading....


Seorang lelaki tampan sedang terlelap dalam tidurnya hari ini ia sengaja bangun terlambat karena malas sekali untuk berangkat ke kampus.


"Sayang bangun." ucap seorang wanita cantik yang sudah rapi dengan pakaian untuk ke kampusnya


"Enggh." lenguhnya


"Bangun ihh, nanti telat ke kampusnya."


"Iya lima menit lagi."


"Haiss nggak ada lima menit lagi ayo sekarang bangun!"


Irsyam yang merasa terusik pun mulai membuka matanya. Dan alangkah terkejutnya bahwa yang membangunkannya bukan Anis melainkan Dewi kekasihnya.


"Loh ay?"


"Apa?"


"Kamu kok bisa disini?"


"Tadi di telpon Mamah Anis katanya suruh kesini bangunin kamu."


"Lah emang Mamah kemana?"


"Ke Jakarta sama Papah."


"Loh lohhh kok nggak ngasih tau sih!?"


"Ya mana saya tau."


"Udah pokoknya sekarang buruan mandi nanti kamu tel..."


Dewi yang sedang berbicara tersebut tiba-tiba tangannya ditarik oleh Irsyam alhasil Dewi yang tidak siap dengan serangan mendadak itupun jatuh diatas tempat tidur Irsyam.


"Sttt iya aku udah bangun." ucap Irsyam sambil memeluk tubuh Dewi dari samping


"IRSYAMMM!!"


"Lepasinn nggak!!" ucap Dewi sambil meronta-ronta


"Sebentar aja."


"Nyaman."


"Ish enggak ya, nanti kalo ada yang liat jadi salah paham aku nggak mau."


"Nggak ada."


Akhirnya Dewi pun mengalah dan hanya Diam saja, heuh dasar si kulkas jadi bucin akut wkwk lariii.

__ADS_1


"Sayang?" panggil Irsyam


"Hmm?"


"Jangan tinggalin aku." lirihnya


"Aku nggak tau lagi gimana hancurnya hidup aku kalo nggak ada kamu."


"Mungkin aku bakal ngerasa sendirian di dunia ini kalo tanpa kamu."


Dewi tertegun.Se berartinya dirinya dalam hidup Irsyam? Jadi bagaimana ini siapa yang akan dipilih Dewi. Irsyam atau Alsya?


"Sebisa mungkin aku selalu ada buat kamu sayang."


"Dan ya jangan pernah ngerasa sendirian ya?Masih ada banyak orang yang sayang sama kamu okay?"


"Don't left me."


"Never(Tidak akan."


--


"Mau berangkat Sya?"


"Iya, Abang nggak papa kan Alsya tinggal ngampus."


"Nggak papa, lagian juga ada Anin."


"Emm Sya."


"Apa?"


"Nanti ajakin Dewi kesini ya bisa? Abang pengen ketemu sama dia."


"Iya."


"Emang kamu masih marahan sama Dewi?"


"Masih."


"Masalahnya apa sih Sya?"


"Abang nggak akan pernah tau kalo nggak diposisi Alsya."


"Oke Abang ngerti, tapi kalo bisa jangan sampai kayak gini dong Sya. Kamu sama Dewi udah temenan lama loh masak cuma karena masalah sepele aja kamu jadi gini ke dia?"


"Udah aku duga pasti semuanya bakal mihak dia, Oke fine emang Dewi yang paling bener di dunia ini!" ucap Alsya lalu keluar begitu saja dari ruangan Reza


"Kenapa lo jadi berubah gini Dek."


......................

__ADS_1


"Selamat pagi Neng, Aden." Sapa Bi Inah


"Pagi Bii." Ucap kami bersamaan


"Kalo mau sarapan silahkan tadi udah saya siapin, Saya mau ke depan dulu ya nyiram tanaman."


"Iya Bi, makasih ya."


"Sama-sama Neng."


"Kamu tadi kesini naik apa?"


"Bareng sama Ayah, kenapa?"


"Nggak papa cuma nanya."


"Buruan dihabisin gih." ucap Irsyam sambil meminum susu putih yang sudah tersedia di meja


"Loh kamu nggak sarapan."


"Enggak."


"Aku ke depan dulu ya ngeluarin motor."


"Eh sarapan dulu." Ucapku namun hanya dihiraukan oleh Irsyam


"Ck nyebelin banget sih."


"Aku bawain aja kali ya."


Aku mencari kotak bekal makanan untuk ku isi sarapan, karena mengingat Irsyam tidak sarapan jadi aku memutuskan untuk membawakannya makanan.Setelah selesai menyiapkan sarapan aku kedepan untuk menghampirinya.


"Udah selesai sarapannya?"


"Udah."


"Yuk berangkat." ajaknya


"Pinjem tas."


Irsyam pun memberikan tasnya padaku.


Aku memasukan bekal sarapan ke dalam tasnya.


"Jangan lupa dimakan ya." ucapku sambil tersenyum manis kearahnya


"Sekecil ini aja dia perhatian."


"Makasih sayang."


"Sama-sama."

__ADS_1


"Yuk berangkat."


__ADS_2