Dear Irsyam

Dear Irsyam
Irsyam hilang


__ADS_3

Hahaha suara tawa seseorang menggema di gedung tua tersebut. Dirinya saat ini merasa senang sekali karena sebentar lagi Dewi akan menjadi miliknya dan Irsyam akan dibunuh dengan tangannya sendiri.


"Ckckck Irsyam, Irsyam."


"Bodoh!"


"Yang ada seseorang bakal lari dari kematian bukan menghampiri."


"Segitunya ya demi cinta." ucap seseorang tersebut lalu tersenyum smrik


Tok tok.


"Masuk." ucap seseorang tersebut


"Ini musuh lo?" tanya seorang wanita


"Buset cakep juga ya."


"Ck gila lo!?"


"Hais ko ngamok."


"Ngapain kesini?"


"Adiknya Reza belum mati."


"Maksud lo Alsya?"


Wanita tersebut mengangguk.


"Kok bisa?"


"Ya gue juga nggak tau lah Nath! OMG LO BODOH BANGET SIH! KALO GUE TAU JUGA GUE NGGAK BAKAL TANYA LO.."


Tunggu tunggu wanita tersebut menyebut seseorang dengan panggilan 'Nath?' APA INI MAKSUDNYA THOR!? Wehe tenang tenang, silahkan diucapkan di kolom komentar waktu dan tempat Author persilahkan. Oke lanjottt.....


"Ck kok ngamok bangsat."


"Serah ah capek punya adik kek lo."


"Dih siapa juga yang pengen punya kakak kek lo. Mana mulutnya toa banget." ucap Nathan sambil memelankan suaranya diakhir ucapannya


"HEH APA LO BILANG!?"


"SEHARUSNYA LO TU BERSYUKUR YA PUNYA KAKAK ANIN YANG CANTIK JELITA INI!"


Kalian tau Anin? yap itu dia.


"Sttttttt berisik udah sana pergi lo, gue mau eksekusi."


"Gue jadi ngeri."


"Bye saiko."


"Anjing lo."


"Hahaha peace bos!"


"Untuk kakak sendiri."


Tanpa mereka sadari sedari tadi Irsyam diam-diam menguping pembicaraan mereka.


......................


Bima pov

__ADS_1


Hari ini aku sengaja tidak berangkat ke kampus karena ingin menemui seseorang. Setelah sekian lama akhirnya aku mengetahui beberapa berita yang tak terduga. Dewi, seseorang yang aku cinta sedang terbaring lemah di rumah sakit, dan saat ini aku memutuskan untuk mengunjunginya. Hampir 25 menit aku mengendarai motor akhirnya aku telah sampai di rumah sakit tersebut.


"Loh ini kan?"


Tanpa pikir panjang aku menghampiri meja resepsionis dan menanyakan pasien atas nama Raden Chintya Dewi.


"Sus pasien atas nama Raden Chintya Dewi di ruangan mana ya?"


"Sebentar ya Kak, saya cek dulu."


"Iya."


"Pasien atas nama Raden Chintya Dewi di ruangan nomer 25 Kak. Dari sini Kakak tinggal lurus nanti belok kiri ada tulisan ruang 25."


"Makasih ya Sus."


"Sama-sama."


Dengan tergesa-gesa aku memasuki ruangan nomer 25 tersebut, tanpa mengetok pintu.


Ceklek.


Semua orang disana menatapku.


"Ehh." ucapku berusaha menutupi rasa kegugupanku


"Kak Bima." ucap Seseorang yang sangat aku kenali.


"DEWI."


Dengan cepat aku menghampirinya.


"Ka-mu uda sadar?"


Dia tersenyum manis kearahku.


"Ekhem." Deheman seseorang mampu membuyarkan lamunanku dari senyum indah milik Dewi


"Eh maaf Om, Tante." ucapku sedikit salah tingkah


"Saya Bima Kakak tingkatnya Dewi."


"Oh nak Bima yang dulu sempet main ke rumah itu ya?"


"Iya Tante."


"Ah iya makasih ya Nak, udah jengukin Dewi lain kali nggak usah repot-repot apalagi sampe bawain begini."


"Ehh nggak papa kok Tan, nggak repot sama sekali."


End.


"Makasih ya Kak."


"Buat?"


"Udah bela-belain jengukin aku."


"Nggak usah makasih kayak sama siapa aja."


"His tapi Kakak baik banget loh udah bela-belain in kesini."


Entah mengapa mendengar ucapan Dewi barusan Bima merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"*Gue nggak sebaik itu"

__ADS_1


"Andai kalo lo tau rencana yang gue buat sama Alsya. Apa iya gue masih bisa ngeliat senyum lo itu*."


Brak.


"Anjir." latah Sekar


"Hos hos."


"BU BOS!" Ucap mereka serempak


"Kalian? Loh Irsyam mana?"


Kevin, Leon dan Bastian hanya bisa saling mentap satu sama lain.


"Irsyam mana!?"


"Em anu itu...."


"Dia otw kesini kok."


"Kalian nggak lagi bohong kan? selidik Dewi


"Buset ga si Pak bos, nggak Bu Bos. Bikin jantung semua."


"Mampus, gue harus jawab apa."


"Vin?"


"Eh ha-h?"


"Terus Irsyam kemana?"


"Maaf Bu Bos, Pak Bos dari tadi pagi nggak dirumah." ucap Leon sambil menundukkan kepalanya


*Deg.


"Jangan sampai mimpi gue terjadi*."


"Kita cari sekarang." ucap Dewi sambil melepaskan selang infus ditangannya, dan saat itu juga selang infus yang dipaksa lepas mengeluarkan darah segar sehingga berceceran di atas lantai


"Eh Dewi, Lo masih butuh Istirahat!" Cegah Sekar


"KENAPA KALIAN MASIH DISITU! AYO KITA CARI SEKARANG!" Teriak Dewi membuyarkan lamunan Kevin, Leon dan Bastian


"Ta-pi...."


"NGGAK ADA TAPI-TAPIAN AYO!"


Sekar dan Bima bergegas mengejar Dewi yang lebih dulu keluar ruangan dan disusul Kevin, Leon dan Bastian.


"Eh lohh!!"


"Ada apa ini!?"


"MAU KEMANA KALIAN!?" Tanya Anis sedikit berteriak


"Hais liat tuh anak kamu, dikasih tau ngeyel banget. Orang disuruh istirahat juga."


"Eh Dewi ngeyelnya mirip kamu ya."


"Hais mana ada!"


"Yaudah biar adil Dewi mirip kamu."


"Yah!! Ya ampun nggak anak, nggak Ayah sama aja!"

__ADS_1


...jangan lupa like and comen biar athor semangat Up bab nya. See u di bab berikutnya....


__ADS_2