Dear Irsyam

Dear Irsyam
Bingung


__ADS_3

"Sam, lo tau nggak soal Alsya..."


"Kenapa?"


"Dia dirumah sakit."


"Cewe gila kemarin yang nyelakain bu bos itu?" tanya Leon


"He.em."


"Lo tau darimana?" tanya Irsyam pada Kevin


"Gue nyuruh anak buah kita mata-mata in."


"Lah kok bisa dia dirumah sakit?" tanya Bastian


"Ketembak."


Irsyam yang semula menundukkan kepalanya kini mendongak kearah Kevin


"Siapa yang nembak?"


"Belum tau gue kalo itu."


"Lah aneh nggak sih?" timpal Leon


Krik krik


Tak ada sahutan dari siapapun.


"Anjay kacang."


"Soal Nathan..." kini Irsyam membuka suara


"Gimana kita bakal ngehabisin dia?"


"Asik dah lama nggak war. nih"


"Gue bakal nyerahin diri."


"LO GILA!?" Ucap mereka serempak


"Gue bingung."


"Sam lo pikirin baik-baik deh. Gimana kalo nanti Dewi sadar terus nyariin lo? Kita bakal ngomong apa ke dia? Lo jangan gila deh."


"Nah bener tuh, kita semua kan juga bisa ngehabisin dia. Napa pemikiran lo cupet gini sih!?"


"Gue udah janji dan gue nggak mau ngelanggar itu, entah Dewi bangun atau belum bangun pasti gue juga bakal mati."


"Jangan bodoh."


"Andai kalian tau, kalo gue hidup orang tua gue yang bakal jadi gantinya."


"Mungkin emang cinta gue ke Dewi cukup sampai sini."


"Dan gue harap, dengan kepergian gue dia juga bisa bahagia."


Plak.


Kevin memukul bahu Irsyam


"Ucapin sekali lagi."


Irsyam mengulas senyum

__ADS_1


"Thanks ya lu pada udah mau jadi sahabat gue, maafin gue kalo selama ini gue ngelakuin kesalahan ke kalian."


"Ah bos lu mah nggak asik. Napa bahas beginian sih." ucap Leon


"Iya si bos mah, dipikir nggak nyesek apa dengernya." timpal Bastian


Hehehe "Iya enggak."


"Bu bos buruan bangun yuk, kita kangen nih." ucap Leon sambil memegang tangan Dewi


Saat ini yang berjaga menemani Dewi adalah Irsyam dkk.


Sementara Linda dan Risky saat ini sedang bekerja dan Tino pergi ke sekolah.


"Makin lama makin cantik ya bu bos."


"Ck gue tampol lu bilang begitu sekali lagi."


"Oh pawangnya juga bisa ngamuk nih?"


"Bisalah njing!"


"Aaa nah gini pak bos gue ai lop yu pokokna mah kiw kiw." ucap Leon sambil memeluk Irsyam


"NAJIS MINGGIR WOI!" teriak Irsyam


Hahaha mereka kembali tertawa kecuali Kevin. Saat ini dirinya sedang berdiam diri memandang lurus ke depan. Hingga tiba gerakan perlahan dari tangan Dewi membuyarkan lamunannya.


"Eh!" kagetnya


"Napa lu."


"Dewi tangannya gerak!"


"Hah serius lo!?" ucap Irsyam lalu beranjak dari duduknya


"Yon panggil dokter cepetan!"


"Sayang kamu denger aku?"


"Ha-h tangan kamu."


"Sayang buka mata kamu hei."


Tak lama Leon datang bersama dokter dan beberapa suster.


"Mohon maaf silahkan tunggu diluar, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien."


"Tapi..."


"Kita keluar dulu Sam, biarin dokter nanganin Dewi." ucap Kevin


......................


"Loh Sya udah bangun?" tanya seseorang padanya


"Eh Kak Adnan?"


Masih ingat dengan Adnan? Dokter yang menangani Reza sekaligus teman baik Reza.


"Gimana keadaannya?"


"Udah mendingan?"


"Emm mendingan sih Kak."

__ADS_1


"Syukur deh kalo gitu."


"Emm Kak aku boleh tanya nggak?"


"Boleh."


"Btw yang bawa aku kerumah sakit siapa?"


"Temen kamu, emm siapa ya namanya Anin atau Arin kakak lupa."


"Oh Arin!"


"Nah iya itu."


"Btw kenapa kamu bisa sampai kayak gitu?"


"Bahaya banget loh keadaan kamu waktu itu, untung ngga telat dibawa ke rumah sakit."


Alsya kembali mengingat saat dirinya ditembak oleh seseorang, dan lebih mengejutkannya lagi, Alsya kenal dengan seseorang itu. Namun Alsya masih diam saja dia ingin mencari tahu, kenapa seseorang tersebut mencoba untuk membunuhnya ada apa sebenarnya.


"Nggak tau Kak aku nggak inget, cuma inget waktu itu aku mau keluar buat beli makanan."


"Terus nggak tau kenapa bisa kayak sampe kayak gini."


"Aneh banget, kayaknya Alsya nyembunyiin sesuatu deh."


"Kamu yakin?"


Alsya menganggukkan kepalanya.


"Kamu nggak bohongin Kakak kan?"


"Eh ya enggak lah Kak."


Adnan mencoba menatap mata Alsya lebih dalam.


"Ngapain kayak gitu!?" ketus Alsya


"Emm okey, kirain boong."


"His Kak Adnan mah nyebelin!"


"Becandaa."


"Oh iya nih makan dulu, jangan lupa obatnya diminum."


"Eh maaf ya Sya, ada pasien yang harus kakak tanganin."


"Nanti kalo ada apa-apa panggil aja okey?"


"Iya iyaa."


"Yaudah sana Kak, semangat kerjanya."


"Makasihh sayang."


"Eh sayang nggak tuh."


"Hiss Kak Adnan!!"


Lalu Adnan pun tertawa.


"Wlekk." ucapnya sambil memeletkan lidahnya


"Gue sebisa mungkin bakal jagain adik lo Re. Lo yang tenang disana." ucap Adnan setelah melangkahkan kaki meninggalkan ruangan Alsya

__ADS_1


"Kak Adnan baik banget. Huft, tapi Bang Reza yang paling da best lah!"


...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...


__ADS_2