Dear Irsyam

Dear Irsyam
Kebenaran atau Kebohongan?


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana semua mahasiswa dan mahasiswi sibuk untuk mempersiapkan acara sambutan untuk Pak Indra. Yap beliau donatur sekaligus pendiri kampus ini.


"Geser kanan sedikit." ucap Bima menginstruksi


"Hop!"


"Nah sip!"


"Kak ini ditaruh di mana?"


"Di sebelah sana aja Dek."


"Akhirnya bentar lagi selesai."


"Dewi!"


"Eh iya Kak?" ucapku lalu berjalan menghampirinya


"Laporannya gimana udah jadi?"


"Udah nih." ucapku sembari memberikan flashdisk padanya


"Oke makasih ya, nggak usah Kakak cek pasti udah bagus ini."


"Eh nggak coba dicek dulu aja Kak?"


"Nggak usah Kakak percaya sama kamu."


Aku pun hanya mengulas senyum.


"Dewi." panggil seseorang


"Iya?"


"Kakak pengen bicara sebentar sama kamu." ucap Refan tiba-tiba


"Emm iya boleh."


"Kakak tunggu diluar." ucapnya lalu pergi begitu saja


"Bentar ya Kak." pamitku pada Bima


Dia hanya menganggukkan kepalanya


"Emm kenapa Kak?"


Dia hanya diam saja sembari menatap lurus kearah depan.


"Kak Refan?"


"Eh." ucapnya terkesiap


"Ada apa?"


"Terserah kamu mau percaya atau enggak, aku saranin kamu harus hati-hati mulai sekarang. Ada yang nggak beres."


"Emm maksudnya?"


"Feeling."


"Hati-hati ya." ucapnya sembari menepuk-nepuk bahu Dewi


Dewi hanya diam saja, mencerna ucapan Refan barusan.


"Kenapa harus hati-hati, apanya yang nggak beres?"


"Duh ada apa ya."


"DOR!"


"SHIREN YA AMPUN!"


"Ngagetin aja."


"Ehehe maaf Kak, lagian Kakak ngapain diem aja disini."


"Aku pikir tadi kesambet."


"Enak aja ngatain kesambet."


"Ehehe maaf Kak."

__ADS_1


"Makan yuk Kak."


"Emang udah selesai?"


"Udah Kok."


"Emm yaudah yuk, pamit dulu sama Kak Bima."


"Oke."


Kami berdua masuk ke ruang aula dan berpamitan kepada Kak Bima untuk pergi ke kantin.


......................


"Jadi nanti lo bakal dipajang gitu Sam?" tanya Bastian


"Pajang gimana aying."


"Ya katanya hari ini ada sambutan acara buat bokap lo, gimana sih aying." ucap Kevin sembari melempar bantal ke arah Irsyam


"Ck males banget gue."


"Males gimana, kan enak dong orang-orang jadi nggak bisa se enaknya sama lo." ucap Leon


"Dan setelah itu terjadilah orang penjilat selesai." ucap Irsyam


"Anjir. Suka bener kalo ngomong." Timpal Kevin


"Oh jadi itu masalahnya. Oh aja sih kan masalah lo bukan masalah gue." ucap Bastian


"Anjin* lo."


"Bwahaha peace bos."


......................


"Hmm ini enak banget Kak."


"Emmm ini juga enak."


"Ya ampun nggak nyesel aku bisa kuliah disini." ucap Shireen


Dewi tertawa.


"Ish beneran disini da best banget lah pokoknya, mana banyak cogan terus makanannya enak-enak terus uhuk...." ucap Shireen terjeda karena tersedak


"Eh nih minum dulu." ucapku sembari menyodorkan minuman kearahnya. Dia pun menerimanya


"Nah kan, makanya kalo makan itu, makan dulu. Ngomongnya nanti."


"Ehehe iya deh."


"Emm Kak.... Kamu tau Kak Als..."


"Makan dulu Shireen."


"Eh iya ding."


"Eh btw kamu tanya siapa tadi?"


"Lah katanya suruh makan."


"Tanya apa?"


"Kak Alsya."


"Hah?"


"Heh?"


"Lah gimana sih."


Lalu kami berdua pun tertawa.


"Malah jadi lawak gini ya Kak."


"Lah iya."


"Btw kenapa kamu tanya tentang Alsya?"


"Temen-temen sekelas aku suka ngomongin dia."

__ADS_1


"Tapi nggak tau apa sebabnya."


"Ngomongin gimana?"


"Emm gimana ya..."


"Seinget aku ada yang bilang gini 'Parah dia mah, masak pacar sahabatnya sendiri diambil' gitu sih Kak"


"Emang beneran gitu ya Kak?"


"Kenapa mereka bisa tau?"


"Siapa yang ngasih tau?"


"Kak hei?"


"Eh hah?"


"Maaf-maaf gimana tadi."


"His Kak Dewi mah."


"Yang itu loh pacar sahabatnya sendiri di ambil."


"Emang bener?"


"Siapa yang bilang gitu?"


"Aku juga nggak tau, di kelas pada ngebahas itu."


"Terus juga katanya mereka berdua pernah pergi berduaan gitu Kak di hotel."


"Jahat banget ya."


Deg.


Seketika jantungku berhenti berdetak sejenak. Apa-apaan ini? Apakah semuanya benar yang dikatakan oleh mereka. Selera makanku tiba-tiba menghilang. Sebenarnya aku ingin menangis saat ini namun aku menahannya. Aku tidak ingin semua orang tau itulah aku, bahwa sahabatku ingin mengambil kekasihku.


"Kak?"


"Hmm?"


"Aku salah ngomong apa gimana? kok Kakak tiba-tiba diem."


"Eh enggak, aku cuma mikirin gimana hancurnya perasaan sahabatnya kalo tau dia jalan sama pacarnya. Sakit banget pasti."


"Banget apalagi ini sahabatnya, kadang kalo di posisi itu jadi serba salah Kak, mau mihak pacarnya tapi yang cewek sahabatnya sendiri. Kalo mau mihak sahabatnya pasti dia juga udah terlanjur sayang sama pacarnya."


"Duh nggak ngebayangin gimana perasaan ceweknya kalau tau."


"Sakit banget."


"Nah iya Kak."


Cek cek


Satu dua tiga.


"Panggilan kepada Shireen andriyani dimohon untuk ke ruang dosen sekarang!"


"Eh ada apa coba?"


Shiren mengecek ponselnya, ternyata banyak panggilan telepon tak terjawab dari orangtuanya pasti mereka saat ini sedang mencarinya.


"Eh duluan ya Kak aku."


"Maaf banget aku tinggal ya, Oh iya maaf Kak ini nanti buat bayar makanan aku ya."


"Ehh nggak usah dibawa aja biar Kakak yang bayar."


"His enggak Kak..."


"Aku nggak suka penolakan."


"His kak Dewi mah, yaudah kalo gitu makasih ya Kak."


Shireen memeluk Dewi singkat lalu pergi meninggalkan nya.


"Dah Kak!"


"Dahh!"

__ADS_1


"Makasih Ren, secara nggak langsung lo udah ngasih tau berita yang gue sendiri aja nggak tau." lirihku lalu meneteskan air mata


...jangan lupa like and comen ya. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...


__ADS_2