Dear Irsyam

Dear Irsyam
Pesta


__ADS_3

...Happy reading....


Ke esokan harinya.


kami menjalankan aktivitas masing-masing. Hari ini adalah hari yang paling dinanti oleh seluruh mahasiswa kampus. Ya hari ulang tahun kampus yang ke 80.


Acara sudah disiapkan dengan 100% maksimal. Tinggal menikmati pestanya saja. Kini sebagian acara sudah berjalan dengan baik, hanya tinggal satu acara untuk nanti malam.


“Alhamdulilah ya, hari ini semuanya sukses.” ucap kak Bima saat sedang berkumpul di aula


“Iya seneng banget.”


“Iya alhamdulilah.”


“Nggak sia-sia perjuangan kita selama ini.”


Kira-kira begitu balasan yang lain.


“Oke tinggal acara nanti malem kan.”


“Yaudah kita semua pulang, siapin diri kalian buat acara puncaknya nanti.” ucap kak Refan


Kami semua melangkahkan kaki keluar aula. Belum sempat aku keluar ada dua suara memanggilku.


“Dewi”


“Dewi”


Aku pun menengok.


“Iya?” Aku melihat ke arah kak Bima dan kak Refan


“Nanti malem kamu berangkat sama siapa?” tanya kak Bima


“Sama temen-temen kak.” ucapku karna memang aku Irsyam dan yang lain sudah memutuskan untuk berangkat bersama


“Oh yaudah kalo gitu” ucap kak Bima agak sedikit kecewa tapi dia tetap tersenyum


“Kak Refan kenapa manggil?”


“Oh enggak.” ucapnya lalu tersenyum manis


“Yaudah Dewi duluan ya.”


Mereka pun hanya membalas ucapanku dengan anggukan kepala.


...----------------...


“Pakek baju apa ya.” gumamku sambil memilih-milih baju di almari


Tring.


Ponselku berbunyi ada satu pesan dari Irsyam.


Irsyam: Pakek baju samaan yuk?


Dewi : Boleh, mau pakai yang gimana?


Irsyam : Ayo kita cari dulu ke butik


Dewi : Okedeh yuk


Irsyam : Tunggu disitu, aku otw beb


Dewi : Siap sayang


Read


Tak berselang lama terdengar suara kendaraan yang berhenti didepan rumah, dengan cepat aku pun berjalan menuju tangga dan membuka pintu.


Ceklek.


Irsyam pun sudah di depan dengan baju santainya. Aku mengunci pintu rumah dan berjalan menghampirinya. Irsyam membukakan pintu mobil untukku.


“Silahkan nona manis.” ucapnya


“Makasih.” ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya


“Tadi Tino belum pulang?”


“Belum.” singkatku


Tiba-tiba Irsyam menggenggam tanganku dengan tangan kirinya lalu mencimnya.


“Eh.” ucapku terkejut


“Jangan pergi ya sayang.”


“Enggak akan.”


“You are a person who means a lot to me, if you leave i will lose my word” ucap Irsyam tulus


“I’m promise not to leave you.”


“Makasih sayang.” ucapnya lalu tersenyum manis ke arahku


Ku balas dengan senyuman yang tak kalah manis.


Setelah perjalanan yang lumayan lama, akhirnya kami telah sampai ke toko butik.


“Kamu kok tau toko ini?” tanyaku heran


“Iya tadi tanya sama mamah.”


Kami berdua melangkahkan kaki memasuki butik, disana kami disambut oleh beberapa karyawan.


“Tuan muda Irsyam? Ada yang bisa kami bantu?” tanya karyawan tersebut


“Saya mau baju couple yang simple tapi elegant.”


“Baik akan saya carikan dulu.”


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya beberapa karyawan datang dengan membawa baju yang diminta Irsyam.


“Silahkan dicoba tuan, nona.”


Aku memilih salah satu gaun yang dibawa karyawan tadi.


“Mari saya antar untuk mencoba gaun itu nona.”


Aku dan karyawan tersebut melangkahkan kaki ke ruangan ganti. Irsyam pun melakukan nya demikian. Setelah beberapa menit aku telah selesai mengenakan gaun tersebut.


“Cantik sekali nona.” ucap karyawan tersebut


“Terimakasih.” balasku sambil tersenyum tulus

__ADS_1


Aku pun melangkahkan kaki keluar untuk memberitahu Irsyam apakah gaun ini cocok atau tidak. Sesampai di ruang tunggu aku dan irsyam sama-sama saling mematung.


“Oh my god, dia Irsyam? Tampan sekali” ucapku dalam hati


“Cantik banget calon bini gue, makk pengen nikah” jerit irsyam dalam hati


Ehem.


Deheman karyawan tersebut membuyarkan lamunan kami.


“Bagus nggak?” tanyaku padanya


“Bagus, cantik banget.”


Aku pun tersipu malu mendengar ucapannya barusan.


“Mau ganti apa yang ini aja?”tanyanya


“Yang ini aja.”


“Mbak saya ambil yang ini sama gaun itu.” ucap Irsyam


“Berapa?”


“Tidak usah tuan muda, tadi nyonya sudah berpesan tidak usah dibayar.”


“Oke.”


Setelah dari butik kami memutuskan untuk pulang untuk beristirahat karena nanti malam akan ada acara yang sangat meriah. Setelah diantar irsyam aku memutuskan untuk tidur.


“Nak bangun udah jam 5 nih.” ucap ibuku sambil menggoyah goyahkan tubuhku pelan.


“Engh.” leguhku lalu membuka mata


“Kamu harus pergi ke acara kan, buruan siap-siap gih.”


“Iya.”


Aku melangkahkan kaki ke kamar mandi, lima belas menit aku telah selesai dengan baju santai yang melekat ditubuhku. Aku melangkahkan ke ruang ganti untuk mengganti pakaianku dengan baju yang dibeli dari butik tadi. Setelah selesai mengganti pakaian, aku mempoles wajahku dengan make up natural. Lalu ku kenakan high heals yang tak terlalu tinggi. Hampir dua jam aku merias diri, tiba-tiba ibu datang dan mengetuk pintu kamarku.


“Nak udah selesai belum?”


“Temen kamu udah dateng nih”


“Iya bu ini udah selesai, dewi habis ini keluar”


Ceklek.


Ku buka pintu kamarku lalu menuruni tangga dengan hati-hati karena menggunakan high heals. Semua mata tertuju kearahku. Aku pun tersenyum ke arah mereka.


“Allahuwakbar cantk bangetttt!” ucap nathan


“Heh jaga ya tu mata, dia punya gue.” ucap Irsyam


“Ah elah, iyee.”


“Yuk berangkat.” ajakku pada mereka yang masih sebagian melongo


“Hei” teriakku


“Buset dah cantik banget bestie aku ini.” ucap sekar lalu memelukku


“Iya Dewi cantik banget.” puji Arin


Kami berenam menuju ke mobil masing-masing dengan berpasang-pasangan. Aku bersama Irsyam, Sekar bersama Rico dan Nathan bersama Arin. Sepertinya kedatangan kami sangat mencolok, sehingga semua pasang mata tertuju pada kami. Sekar, Nathan, Rico, dan Arin sudah keluar dari mobil lebih dulu. Kini yang masih didalam mobil hanya aku dan Irsyam.


“Kapan keluar?” tanyaku padanya


“Bentar aku pakek kaca mata dulu.”


“Dih narsis.”


“Biarinn, wlekk.”


“Kita keluar dalam hitungan ke 3 ya.”


“Satu dua tigaa...”


Aku dan Irsyam keluar dari mobil, suara riuh pun terdengar bersahut-sahutan.


“Anjay cowonya ganteng banget.”


“Eh anak mana sih dia.”


“Anjir cewenya nggak kalah cantik cok.”


“Ganteng banget allahuwakbar!!!”


“Couple goals banget sih mereka.”


“Neng sama abang aja yuk, abang juga nggak kalah ganteng.”


Kira-kira begitu coletehan mereka.


Aku dan Irsyam melangkahkan kaki menghampiri yang lain dengan Irsyam merangkul pinggangku.


“Anjir woi gue juga pengen digituin.”


“Sumpah bakal jadi couple tergoals sih.”


“Itu siapa sihh!?”


“Dewi bukan ya? anak ke dokteran?”


“OMAYGAT ITU DEWII!!!”


Pekik mereka semua.


“Buset dah, kek nggak pernah lihat cewe ganteng sama cewe cantik aja” ucap Nathan geleng geleng kepala


“Mereka emang cocok pakek banget sih.” ucap Rico


“Apalagi baju mereka samaan.” Ucap sekar


“Aih Irsyam yang es batu bisa cair gitu sama Dewi.” ucap Arin


“P nyari cowok kayak Isyam dimana ya?” Tanya Author


“Ni dia couple tergoals kita.”




“Woiya jelas dong, iya nggak beb.”

__ADS_1


“Yoi dong.”


“Dah yok, lama bener kalian laper aku tuh mau makan sepuasnya.”ucap Nathan


“Njir makan aja otak kao.”


“Eh situ juga ya anjir.”


Kami semua menikmati pesta dengan sangat bahagia, sambil sesekalia bercerita. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri kami.


“Hai sam” sapa Alsya


Kami semua diam sejenak menatap Alsya.


“Ngapain kalian liat-liat.” bentaknya


“Idih dasar nggak tau malu, punya sahabat sendiri diembat.” cibir Sekar


“Apaan Dewi aja yang ke gatelan.” protesnya


Aku hanya diam saja melihat sebagimana permainan alsya.


“Mon maap niya mbak kalo mau menggatal bukan disini tempatnya.” ucap Nathan


“Sam ih, temen-temen kamu tuh nggak bisa ngejaga omongannya.” rengek Alsya sambil bergelayut manja di lengan Irsyam


“Lepas.” ucap Iryam dingin


“Ih nggak mau, kamu kenapa sih sayang?”


“LEPAS!!”


Alsya pun dengan cepat melepaskan rangkulannya di tangan Irsyam. Aku pun tersenyum tipis melihat ketakutannya. Aku melangkahkan kaki menghampiri Alsya dan menggeser Irsyam agar menjauh darinya.


“Dia punya gue, lo jangan sok asik." ucapku tepat didepan wajahnya


Dia pun tertawa sumbang.


“Wow rupanya sahabatku yang cantik ini sudah berbeda sekarang.”


“Its okey sayang, kita lihat aja, Irsyam bakal jatuh ke pelukan gue.. atau lo” ucapnya tersenyum remeh


Aku pun hanya menatapnya datar. Muak sekali rasanya melihat mukanya.


“Sini sam.” panggilku padanya


Dan dia pun menghampiriku. Ku ambil tisue yang ada dimeja dan mengelap lengannya


“Eh kenapa.”


“Najis tadi kena anjing.”


“Elo!...” teriak Alsya namun langsung dipotong oleh Irsyam


“Berani banget ya lo, ngebentak cewe gue?”


Alsya pun tidak jadi mengatakan sesuatu, dia pun pergi dengan menghentak hentakkan kakinya.


“Dasar cewe gatau diri.” ucap Sekar


“Dewi tumben banget toxic.” ucap Nathan


“Ya suka-suka gue lah.”


“Buset, galak amat mbak.” ucap Irsyam


“Aku nggak suka liat dia ganjen ke kamu.”


“You are mine!”


Sudut bibir Irsyam tertarik ke atas.


“Iye dah iye, yang bucin dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak.” cibir Nathan


“Berisik lo.” ucap Irsyam sambil membuang tisu ke arahnya


“Iyuh hi, bekas anjing.”


“Njir mulutnya.”


...----------------...


“Sialan si Dewi, bisa-bisanya dia sok jago di depan Irsyam. Liat aja gue bakal nyingkirin dia dengan cara jahat.” ucap Alsya lalu tersenyum smrik


Acara pun semakin malam semakian meriah, dan pukul sebelas malam acaranya pun telah selesai. Kami melangkahkan kaki menuju ke parkiran untuk mengambil mobil masing-masing.


“Guys, aku sama Irsyam duluan ya. kalian hati-hati” ucapku


“Oke Dewi, kamu juga hati-hati.”


Ku balas dengan anggukan kepala.


Dua puluh menit akhirnya aku sampai dirumah dengan diantar Irsyam.


“Kamu pulangnya hati-hati ya.”


“Iya sayang, buruan masuk gih.”


“Good night sam.”


“Kok sam sih.”


“Good night dear.” aku pun tertawa kecil atas ucapanku barusan


“Night too dear” balasnya sambil tersenyum manis


“Oh ****, dia terlihat sangat tampan jika seperti itu”


“Udah sana masuk buruan.”


“Iya.”


Aku mengetok pintu rumah dan mendapati Ayah yang sudah memakai baju tidurnya.


“Malem yah.” sapaku


“Malem juga nak, buruan bebersih terus tidur gih.”


Ku balas dengan anggukan kepala


Sesampainya dirumah aku langsung mengganti pakaianku dengan piyama, dan melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu ku rebahkan tubuhku ke kasur dan menjemput alam mimpi.


...Jangan lupa vote dan juga follow author....


...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya....

__ADS_1


__ADS_2