
...Happy reading...
Hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk sepasang kekasih yang sangat mencintai satu sama lain. Ya dia adalah Irsyam dan Dewi.
Ceklek.
“Nak bangun, hari ini kamu harus siap-siap loh. Udah jam segini nih takut telat nanti.” ucap ibu sambil menggoyahkan tubuhku
“Engghh, jam berapa sih.”
“Jam 4 tapi kamu harus bangun sekarang!”
“Engh iya-iyaa.” dengan kesadaran yang belum utuh aku membuka mataku perlahan lalu mendudukkann diri di atas kasur.
“Buruan mandi ya sayang, MUA nya udah nunggu dibawah.”
“Iya.”
Aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi, aku tak langsung mandi tapi masih berdiri di depan cermin kamar mandi. Ku pandangi wajahku dari pantulan kaca. Entah mengapa perasaanku menjadi campur aduk sekarang. Lumayan lama aku menatap wajahku hingga tiba suara ibu membuyarkan lamunanku.
“Kak udah belum? Buruan keluar!”
Dengan cepat aku membersihkan tubuhku lalu setelah selesai, aku pergi ke bawah. Di sana ada tante Anis dan juga ibu yang sedang di make up.
“Ini yang mau dirias Bu?” tanyanya pada ibuku
“Iya mbak, kenapa ya?”
“Natural aja udah cantik gini, apalagi nanti kalo udah di make up.” ucapnya takjub
Ibu dan tante Anis tertawa. Aku pun tersipu malu.
“Sini mbak.” ucapnya
......................
“Sam?”
“Iya pah?”
“Itu temen-temen kamu yang di Jakarta pada kesini.”
Irsyam pun melangkahkan kakinya keluar. Tapi langsung dicekal oleh Indra.
“Gugup ya?”
“Lumayan sih pah.”
Indra menepuk nepuk pelan bahu anaknya itu.
“Its okey boy, just relax. Papah yakin kamu bisa.”
“Thanks pah.”
Ucapnya lalu memeluk ayahnya.
“Andai Tino disini.”
“Hei boy, don’t remember things that make you sad, remember you have to be happy today.”
“Gimana kalo nanti setelah acaranya selesai, kita ke makam tino?”
“Ide bagus.”
“Emm si de..”
“Aku udah cerita ke dia.”
“Oh gitu, yaudah yuk kita berangkat.”
“Jemput Dewi dulu nggak pah?”
“Eits ya nggak lah.”
“Nanti disana juga ketemu.”
“Ini mamah dimana?”
“Dirumah Dewi dandan sama yang lain.”
“Okedeh, aku mau nemuin temen-temen dulu, papah duluan aja kalo mau berangkat.”Ucap Irsyam lalu pergi begitu saja
“Weh bro, asik yang mau tunangan nih ye.”
“Gue penasaran deh sama cewenya, masa iya dia mau sama lo.”
“Jangan-jangan lo pelet lagi.”
Mereka semua tertawa.
“Sialan lo pada.”
__ADS_1
“Awas aja kalo kalian dah liat calon bini gue, pasti pada melongo.” ucap Irsyam sambil senyum-senyum sendiri
“Iye dah yang bucin yang bucin.” ucap teman Irsyam sambil menoyor kepalanya.
“Anjing lo.”
Hahahha.
“Yuk berangkat nanti keburu telat, oh ya Sam kamu berangkat sama temen-temen kamu ya.Papah nanti mau jemput Mamah dulu.”
Irsyam hanya menganggukan kepalanya.
......................
Tok tok tok.
“Masuk aja.” ucapku
“Putri Ayah cantik banget.”
Aku hanya tersenyum menanggapinya.
“Ayah juga ganteng."
Hahaha. “Bisa aja kamu nak.”
“Yuk kita turun ke bawah.” ucap Ayah sambil mengulurkan tangannya ke arahku
Aku pun menerimanya.
Tek tek tek.
Suara ketukan highheels ku terdengar memenuhi rumah. Hingga semuanya menoleh ke arahku.
“Aih cantik banget.”
“Dewi cantik banget gila.”
“Aduh jodoh orang cakep banget dah.”
“Makasih semua.” ucapku sambil tersenyum ke arah mereka. Ya mereka adalah Nathan, Rico, Sekar dan Arin.
“Aduh mantu Mamah cantik banget sih.”
“Makasih, Mamah juga cantik.”
Ku edarkan pandanganku untuk mencari ibu namun nihil aku tidak menemukannya.
“Nemenin Tino nak, ke kamar mandi."
Aku pun hanya menganggukan kepala.
Ting tong.
“Ah itu pasti Indra, semuanya Tante pamit dulu ya. sampe ketemu disana.”
“Sama siapa Nis?”
“Indra Ris.”
Setelah kepergian tante Anis, tak berselang lama ibu datang bersama Tino.
“Udah siap semua kan ini?”
“Yuk berangkat.”
“Lezzz goo”
......................
Dua puluh lima menit kami telah sampai ke gedung, disana sudah ada beberapa tamu undangan yang hadir. Semua mata tertuju ke arahku. Mungkin karena aku terlalu mencolok. Terdengar suara bisik-bisik mereka.
“Ini calonnya menantunya pak indra?”
“Cantik banget.”
“Iya cantik banget.”
“Anggun banget lagi.”
Aku hanya tersenyum ke arah mereka.
Aku Ibu dan Ayah melangkahkan kaki ke tempat yang sudah disediakan, lalu mendudukan diri. Disana sudah ada tante Anis om Indra dan Irsyam. Acara pun akan dimulai. Mc pun membuka suara.
“Oke berhubung pihak wanita sudah datang, mari kita mulai acaranya.”
“Baik itu tadi calon nya tuan muda ya.”
“Ah iya siapa namanya?” tanyanya sambil menghampiriku
“Dewi.”
__ADS_1
“Ah dewi, nama yang cantik orangnya juga cantik.” ucapnya
“Baik untuk acara kali ini pihak laki-laki dipersilahkan untuk mengutarakan perasaannya.”
Irsyam pun berdiri, dan aku pun juga ikut berdiri
“Bismilahirahmanirahim.”
“Dewi, izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini untuk membuat pengakuan dengan berjuta rasa yang tak mampu ku ungkapkan melalui kata-kata dengan beribu cara kau selalu membuatku bahagia,dan perlu kau tau kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan yang aku inginkan. Maukah kau menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku? Dan maukah kau menjadi orang pertama yang selalu ada di saat pagi aku membuka mata?”
Aku sungguh sangat bahagia hari ini hingga tak terasa tangis bahagiaku jatuh mengenai pipiku. Aku menatap ke arah ayah dan ibu mereka menganggukan kepalanya.
“Bismilahhirahmanirahim”
“Irsyam.... Terimakasih telah menjadikanku pilihanmu, dan terimakasih atas semuanya yang kau berikan padaku. Dimulai dari hal-hal kecil yang walaupun itu membuatku bahagia. Dan terimakasih telah mengubah hidupku menjadi penuh bermakna lagi, sekali lagi terimakasih.Dan perlu kau tahu kau adalah cinta pertamaku setelah Ayah sekaligus terakhir untukku. dengan izin Ayah dan Ibu aku.... aku siap untuk menjadi orang pertama yang selalu ada disaat pagi kau membuka mata.”
Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruangan megah ini, semua orang menangis bahagia. Irsyam pun maju kearahku untuk memakaikan cincin dan aku pun sebaliknya. Ayah pun tiba-tiba bediri dari tempat duduknya.
“Oh sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan ini.”
“Silahkan Pak Risky.”
“Baik sebelumnya ini hanya nasehat sedikit untuk Irsyam.”
“Sam perlu kamu ketahui, orang pertama yang mencintai putrinya adalah ayahnya, orang pertama yang mendengar tangisan nya adalah ayahnya dan orang pertama yang memeluknya adalah saya ayahnya, saya mohon jangan pernah anda menyakiti putri saya, apalagi perasaannya. dan apakah kamu rela menjadi cinta keduanya setelah saya? Dan apakah kamu siap dengan sikap manjanya dan keras kepalanya?” ucap Rizky lalu menintikkan air matanya
Semua orang yang disini pun terbawa suasana dan menangis haru.
“Saya siap Yah, saya tau sampai kapanpun saya tidak akan bisa menjadi cinta pertamanya tetapi izinkan saya untuk menjadi cinta keduanya setelah ayah. Saya akan berusaha dan berjanji tidak akan menyakiti putri ayah dan saya mencintai Dewi tanpa alasan.” Ucap irsyam mantap
“Kemarilah nak.” ucap risky
“Dewi sini.”
Kami melangkahkan kaki ke arah ayah.
“Kalian harus janji sama Ayah, kalo besok udah menikah terus ada masalah atau apa jangan pernah ucapin kata pisah, inget ya.”
“Sam ayah titip Dewi ke kamu, Ayah yakin kamu bisa menjaganya. Ya walaupun dia belum sepenuhnya milikmu tapi Ayah percayakan ini padamu.”
Irsyam pun menganggukkan kepalanya.
“Putri ayah..”
“Selamat ya, semoga pilihanmu ini yang terbaik Nak.”
Tiba-tiba Ayah memeluk kami.
“Ahh, pemandangan sangat luar biasa bukan?” ucap MC
Cekrek cekrek.
Fotografer mengambil beberapa gambar kami.
Tiba-tiba suara anak kecil menjeda acara kami.
“Kak Irsyam.” teriaknya
Kami menoleh ke arahnya.
“Tino.” gumamku
“Sinii.” panggilnya sambil menahan marah
Aku pun beranya-tanya kenapa dia? Irsyam pun nurut dan melangkahkan kaki kearahnya.
“Sini agak jongkok dong!” ucapnya. Irsyam pun hanya menurut saja.
“Kenapa boy hmm?” tanyanya
“Kamu awas ya kalo sampe sakitin kak Dewi, awas kalo sampai dia nangis gara-gara kamu. Nih bakal aku kasih ini” ucapnya sambil mengepalkan tangan ke arah Irsyam
Semua orang yang disana pun tertawa melihat kelakuan polos Tino.
“Iya kakak janji enggak bakal sakitin kak Dewi” ucap Irsyam sambil tersenyum manis
“Janji dulu.” balas Tino sambil menyodorkan jari kelingkingnya
“Janji.” ucap Irsyam lalu mengaitkan jari kelingkingnya padanya.
Tino pun berlari ke pelukan Irsyam dan dia menggendongnya.
Suara riuh tepuk tangan pun memenuhi gedung mewah ini.
“Baik semuanya silahkan dinikmati makanannya. Have fun aja disini ayo silahkan.” ucap om Indra
Semua orang pun sibuk memakan makanan, juga sambil mengobrol ria.
#cihuyyyy dah tunangann niyeee
__ADS_1
...jangan lupa like, comment, dan juga vote, yaa. dukung author terus agar novel ini bisa rame Aamiin......