Dear Irsyam

Dear Irsyam
DOR!


__ADS_3

Brak!


“Alsya!?”


“Jangan sebut nama gue dengan mulut kotor lo itu!”


Deg.


Lagi-lagi hati Dewi terasa teriris mendengar ucapan Alsya barusan.


Tiba-tiba Alsya mengeluarkan pistol dari balik jaketnya.


“Sya lo mau ngapain.”


“Jangan lakuin itu Sya aku mohon.”


“GUE NGGAK PEDULI POKOKNYA LO HARUS MATI!”


“LO UDAH BIKIN ORANG YANG GUE SAYANG NINGGALIN GUE SELAMANYA!!”


“DAN LO TAU KAN APA YANG UDAH TERJADI!?”


“Jadi, ada pesan apa yang lo sampein sebelum tiada?”


“Sya gue mohon lepasin gue, nggak gini cara nyelesain masalah. Dan kalo lo mau irsyam ambil aja gue sekarang udah ikhlas.”


Hahah. “Gue suka lo nyerah gini.”


“Emm gimana ya.”


“Tapi sorry gue nggak akan ngelepasin lo” ucap alsya sambil menyodorkan pistol ke arah Dewi


“DEWI!!!” Bersama dengan dengan itu suara pelatuk pistol dilepaskan


“DOR!!!”


Setelah tembakan itu dilepaskan, dunia seolah sedang berhenti sejenak. Irsyam, Kevin, Leon, Bastian, Sekar dan Rico diam mematung saat melihat pemandangan di depannya.


Dengan cepat Irsyam menghampiri Dewi yang sudah berlumuran darah karena tembakan Alsya tepat mengenai jantungnya.


"Sa-m?" lirihnya


"Aku se-neng ba nget ka-mu nyelametin a-ku." Ucap Dewi terbata bata

__ADS_1


"Telfon ambulan bodoh!!" teriak Irsyam


Dengan cepat Sekar menelpon ambulan.


"Sayang jangan tutup mata."


"Sakit banget S-am."


"Jangan nutup mata aku mohon."


"Jangan tinggalin aku." ucap Irsyam lalu meneteskan air matanya.


"Aku udah nggak ku-at."


"Aku ti-dur ben-tar ya." ucap Dewi sambil menutup matanya


"NGGAKKKK!"


"Jangan tinggalin aku." lirih Irsyam


"Bangsat lo apain sahabat gue anjing!!!" ucap Sekar pada Alsya


"Gu-e ngg-ak sengaja."


Tak berselang lama terdengar suara sirene ambulan. Dan Irsyam mengangkat tubuh Dewi, setelah itu Dewi dilarikan di rumah sakit.


......................


Hiks hiks "Dewi Yah.”


“Udah ya, kita doain sama-sama semoga Dewi nggak papa." ucap Risky berusaha menenangkan Linda. Sejujurnya dirinya juga takut jika kehilangan putri yang ia cintai.


“Maafin Irsyam Om Irsyam ngg...”


"Udah nggak usah nyalahin diri sendiri."


“Kita sama-sama tunggu Dewi aja."


Irsyam mengangguk pasrah.


......................


"Gu-e ngga-k sengaja."

__ADS_1


"Ha-h darah."


"NGGAK GUE NGGAK SALAH!!" Ucap Alsya frustasi


Brak.


Pintu terbuka menampakan seseorang menggunakan pakaian serba hitamnya.


"Siapa lo!?"


"Jangan deket-deket!!"


Dor Dor Dor.


Seseorang tersebut menembak Alsya menggunakan pistolnya.


"Si-apa lo!?" ucap Alsya sambil menahan sakit di dada sebelah kirinya akibat terkena tembakan


"Lo tau siapa gue?" ucap seseorang tersebut lalu membuka masker dan topinya


"Lo......" ucap Alsya lalu tak sadarkan diri


Seseorang tersebut tersenyum penuh kemenangan.


......................


"ARGHHHHHH!!!" Teriak Irsyam


Saat ini dirinya sedang menenangkan diri di danau, hatinya sangat kacau melihat kekasihnya yang sedang tak sadarkan diri terbaring lemah di rumah.


Jika boleh mengeluh kenapa harus wanitaku yang Engkau ambil. Apakah Engkau tidak ingin melihat sepasang kekasih ini menikmati cinta dan kebahagiaannya.


^^^-irsyam^^^


Batin Irsyam sambil meneteskan air matanya.


"Ya Tuhan gue nggak mau kehilangan seseorang yang gue sayang. Cukup gue kehilang Tino, Dewi jangan."


"Gue pengen hidup bahagia sama Dewi."


Tiba-tiba hujan datang membasahi bumi, seolah mengerti bahwa Irsyam sedang bersedih.


"Aku berharap aku bisa ngeliat senyum kamu lagi sayang."

__ADS_1


...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...


__ADS_2