
2 minggu kemudian
Tit tit tit
Terdengar suara detak jantung di layar monitor
Seorang wanita cantik sedang terlelap dalam tidurnya, namun kali ini ada yang berbeda. Wanita cantik itu sedang terbaring lemah dan tak sadarkan diri dengan beberapa alat medis ditubuhnya. Dia adalah Dewi.
"Sayang bangun."
"Kamu nggak capek tidur terus?"
"Udah hampir dua minggu loh."
Yaps sudah hampir dua minggu ini Dewi masih terlelap dalam tidurnya dan belum ingin membuka matanya.
"Mimpi apasih sampai nggak mau bangun hmm?"
"Kamu nggak kangen aku sayang?"
Nihil
Tidak ada satupun pergerakan dari Dewi.
Irsyam menghela nafas berat.
"Sayang kalo emang takdirnya aku harus berjuang biar bisa nyelamatin kamu aku ikhlas. Tapi kamu harus janji sama aku, kamu harus bangun." Ucap irsyam sambil tersenyum pedih menatap wajah kekasihnya yang belum sadarkan diri
......................
"Dewi."
"Dewi." panggil seseorang menggema
Dewi kini hanya kebingungan dan mencari sumber suara tersebut.
"Siapa kamu!?"
Hingga tiba muncul cahaya putih yang sangat menyilaukan mata menghampiri Dewi. Dan saat cahaya putih tersebut datang Dewi hanya bisa memejamkan matanya karena silau.
"Dewi." panggilnya
Dewi membuka matanya.
"Ka-k Reza?" lirihnya lalu memeluk Reza
"Kakak jahat."
__ADS_1
Hiks hiks "Kakak kenapa ninggalin Dewi?"
Reza tersenyum pedih.
"Kamu kenapa ada disini?"
"Pulang Dewi."
"Nggak seharusnya kamu disini."
"Dewi udah capek Kak sama semuanya."
"Dewi pengen sama Kakak."
"Kamu nggak sayang Irsyam?"
Setelah Reza mengatakan mengenai Irsyam, Dewi seolah kembali teringat kenangan-kenangan nya bersama Irsyam dan sekarang dia juga rindu kekasihnya itu.
"Kamu cinta kan sama dia?"
"Nggak seharusnya kamu ada disini."
"Tapi Dewi beneran udah capek Kak sama semuanya Dewi pengen tenang."
"Kamu yakin?"
"Kakak nggak maksa kamu ikut sama Kakak, tapi kamu harus bisa memutuskan kamu mau gimana."
"Jangan egois Dewi."
"Inget Ibu, Ayah Tino. Mereka butuh kamu."
Dewi terdiam sejenak, lalu tersenyum kearah Reza.
"Dewi bakal ikut Kakak."
Reza nyaris tak percaya dengan keputusan Dewi.
"Kamu yakin?"
"Yakin."
"Aku juga udah ikhlas kalo semisal Irsyam sama Alsya. Seenggaknya aku nggak jadi penghalang lagi buat mereka. Dan Ibu, Ayah sama Tino mereka pasti bakal ikhlas in aku." ucap Dewi penuh keyakinan
......................
"Mau lo apa?"
__ADS_1
"Hmm gue suka kalo lo nyerah gini."
"Nggak usah basa-basi mau lo apa."
"Lo mati."
Deg
Satu kata itu mampu membuat jantung Irsyam berhenti sejenak. Yang difikirkan saat ini bagaimana nanti Dewi jika dirinya tak lagi bersamanya siapa yang akan mengjaganya siapa yang akan melindunginya?. Dan bagaimana orang tuanya nanti dan bagaimana nanti jika Kevin, Leon dan Bastian kehilangan dirinya. Pasti tidaklah mudah bagi mereka mengikhlaskan kepergiannya.
"Kenapa?"
"KARENA GUE CINTA SAMA DEWI!!"
"DAN LO TAU!?"
"KEDATANGAN LO NGERUSAK SEMUANYA TERMASUK PERASAAN GUE ANJING!"
"Sorry." lirih Irsyam
"Cuihh."
"Terlambat." ucap seorang tersebut
Irsyam menghela nafas berat.
"Oke kalo itu mau lo."
"Tapi izinin gue hidup, sampai Dewi sadar."
"Setelah itu lo boleh bunuh gue."
Seseorang tersebut menimang-nimang persyaratan yang diajukan oleh Irsyam barusan.
"Emm oke boleh juga."
"Deal?" ucap seseorang tersebut sambil mengulurkan tangannya
Tanpa pikir panjang Irsyam dengan cepat menyetujui persyaratan tersebut.
"Deal."
Seseorang tersebut tersenyum smrik melihat punggung Irsyam yang mulai menjauh meninggalkannya.
"Sam... Sammm...."
"Akhirnya lo nyerah juga."
__ADS_1
...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB nya☺️...