
Irsyam pov
Hari ini aku memutuskan untuk menemui seseorang di sebuah gedung tua. Entah mengapa semakin aku yakin menemui seseorang tersebut perasaanku menjadi campur aduk. Namun itu semua ku tepis, bagaimanapun aku sudah berjanji akan menyerahkan nyawaku demi wanitaku, walau aku tak lagi melihat wajahnya namun aku akan selalu mengingatnya di lubuk hatiku yang terdalam. Aku mengendarai mobil dengan kecepatan standar untuk ke gedung tua itu, sendirian.
End.
......................
Ceklek.
"Ya ampun kaliann!!!"
"Ayo bangun ini udah jam 9!!"
"Bangun bangunnn!!" Teriak Anis menggelegar
"Enghhh." lenguh Kevin
"Bentar Tan, masih ngantuk."
"Hei nggak ada bentar bentaran! Ini udah jam 9!!"
"Bangun!!"
"Enghh iya iyaa...."
"Loh Irsyam mana?" Ucapan tersebut mampu membuat ketiga lelaki itu terbangun.
"Hah?"
"Irsyam mana ini?" tanya Anis sekali lagi
"Eh nggak tau Tan, kan kita lagi bangun."
"Haiss kalian telpon Irsyam buruan."
"Iya." ucap Leon sambil mengeluarkan ponselnya
"Tante ke bawah dulu, nanti kalo udah telpon Irsyam kasih tau Tante."
"Siap Tante cantikk."
"Duh si bos mana sihh." gerutu Leon
"Ngape lo."
"Nggak diangkat ini."
"Coba biar gue yang telpon." ucap Kevin
Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi.
"Lah kok nggak aktif ya, tumben banget."
"Apa dia ke rumah sakit ya?" timpal Bastian
"Emm mungkin, tapi kenapa nggak ngasih tau kita coba?"
"Ya kita kan lagi tidur, nggak mungkin si bos..."
"Eh Pin! Lu apa-apaan sih."
"Ikut gue." ucapnya sambil menarik tangan Leon dan Bastian
" Eh gimana Nak? Irsyam nya?"
"Nomer teleponnya...."
"Aktif kok Tan, dia lagi keluar bentar cari angin katanya. Ini kita mau nyamperin." sergah Kevin
"Lah yaudah kalo gitu."
__ADS_1
"EH KALIAN NGGAK MAKAN DULU HEI!?"
"NGGAK TAN, BURU-BURU."
"Hais dasar."
Pyar.
"Nyonya!" pekik Bi Inah
"Eh aduh."
"Nyonya nggak papa kan? ini biar saya aja yang bersihin."
"Aduh maaf ya Bi, saya nggak sengaja."
"Nggak papa Nyonya, ini saya beresin dulu."
"Makasih ya Bi."
"Duh kenapa firasat aku jadi ga enak gini ya."
......................
"Pin lo kenapa sih!?"
"Firasat gue nggak enak bangsat."
"Lo lupa ha!? Irsyam bakal gimana lo pada mikir nggak sampe situ?"
"Maksudnya? OH ****!"
"Kita harus cari sekarang!"
"Lo pasang pelacak nggak Pin, di hp nya Irsyam?"
"NGGAK NJING!"
......................
"Gimana keadaan anak saya Dok?"
"Untuk sementara masih sama Bu."
"Tapi anak saya bisa sadar kan Dok?"
"Kita berdoa saja sama-sama ya Bu, kalo untuk itu saat ini saya belum bisa memastikan."
Lindah menghela nafas.
"Tante." panggil Sekar
"Makan dulu yuk, Tante dari tadi belum makan loh."
"Tante nggak laper sayang."
"Nggak boleh gitu. Tante harus makan."
"Dikit aja ya, yang penting perutnya keisi" bujuk Sekar
"Huft iya deh."
......................
"Wah wah wah."
"Dateng juga lo."
"WELCOME TO IRSYAM MAHENDRA HERMAWAN!"
"Widih sendirian aja nih Bang?"
__ADS_1
"Berani juga ya...."
"Nggak usah banyak bacot. Lo mau bunuh gue kan!? bunuh gue SEKARANG!"
"Wohoho jangan buru-buru bro."
"Santai."
"Ngopi dulu lah."
"Sambil ngobrol apa gitu kek."
"Gue juga pengen tau lebih banyak tentang lo."
"Hm."
"Buatin gue kopi 2." ucap seseorang tersebut
"Baik bos."
"Jadi apa yang ngebuat lo kesini?" ucap seseorang tersebut
......................
"IRSYAM!" teriak wanita cantik saat terbangun dari tidur lamanya.
Semua orang disana terkejut sekaligus bahagia orang yang dinantikan selama ini sudah membuka matanya.
"DEWI!" pekik semua orang
"Panggil dokter!" ucap Risky
Sekar pun dengan cepat memanggil dokter.
"Nak kamu udah sadar?"
"Ada yang sakit?"
"Irsyam mana?"
Semua orang hanya diam saja, mereka masih tidak menyangka Dewi sudah sadar.
"DIMANA!?"
Tak berselang lama Sekar dan dokter datang, dokter tersebut memeriksa kondisi Dewi. Namun anehnya kondisinya saat ini normal seperti tidak sakit apapun.
"Gimana kondisi anak saya Dok?"
"Semuanya normal."
Semua orang disana tertegun.
"Kar Irsyam mana?"
"Kamu yang tenang ya."
"Istirahat dulu, tubuh kamu masih proses pemu...."
"Ck gue nggak sakit!"
"Irsyam dimana?" tanya sekali lagi. Kini matanya sudah mulai berkaca-kaca
"Udah ya tenangin diri kamu, Sekar lagi nelpon Irsyam ya. Tubuh kamu masih proses pemulihan juga." ucap Anis lalu memeluk Dewi
"Syukur kamu udah sadar Nak."
"Bu Irsyam..."
"Iya nanti Irsyam kesini."
"Irsyam kamu dimana."
__ADS_1
...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB selanjutnya. jangan lupa mampir ke novel author yang satunya 'Adelio bagaskara' dijamin ceritanya nggak kalah seru😇...