
"Jadi gimana kita mulai kapan?" tanya seseorang disebrang sana
"Halo!?"
"WOI JAWAB!"
"Sekarang." ucap Irsyam mantap
"Good boy."
"Lo bisa datang ke xxxx."
"Oke."
Tut.
Saat ini Irsyam sedang berada di danau sambil menuliskan sesuatu di secarik kertas.
Dibawah sinar senja sore hari ini, diantara semilir angin yang berdatangan, izinkan aku menuliskan sesuatu untukmu. aku ingin kau menjadi seseorang yang terakhir dalam hidupku. dan aku berharap aku bisa menemanimu hingga akhir hayatku. terkadang tak selamanya kita akan terus bersama, tetapi jika suatu saat nanti aku meninggalkanmu lebih dulu. perlu kau ketahui aku sangat mencintaimu setulus hatiku tanpa kata apapun. terimakasih, terimakasih telah mengajarkanku tentang indahnya cinta.
Irsyam
Irsyam memandang dalam secarik kertas yang telah ia tulis, setelah itu dia tersenyum tulus.
......................
"Siapin semua alat yang bakal kita gunain."
"Hari ini kita bakal habisi dia!"
"Baik bos."
"Lo yakin?" tanya seorang wanita padanya
"Why?"
"Lo nggak takut, seandainya dia bawa senjata atau yap bawa apa gitu kek yang bahaya."
"Ck lo pikir gue bodoh?"
"Sebelum masuk kesini ya bakal gue pastiin dia nggak ngebawa senjata lah."
"Em okay."
"Mangats brader."
"Yoi sist."
__ADS_1
"Akhirnya bentar lagi Dewi bakal jadi milik gue."
......................
Tit tit
Suara layar monitor memecahkan keheningan. Semua orang disana hanya diam saja dan fokus pada pikiran masing-masing.
"Nak kamu nggak pulang dulu, istirahat dulu kemarin kamu nggak tidur loh." ucap Linda pada Irsyam
"Eh enggak kok Tan, Irsyam nggak capek."
"Jangan gitu Nak, diri sendiri juga difikir. Nanti kalo kamu sakit siapa yang bakal jagain Dewi hm?"
"Siapa nanti yang nemenin Dewi?"
"Jangan gitu ya Nak, kamu pulang dulu istirahat."
"Sekarang biar Tante sama Om yang jagain Dewi."
"Nak si Irsyam dianterin pulang gih, kalian juga istirahat makasih ya udah jagain Dewi."
"Eh iya Tante, kalo gitu kita pamit ya Om, Tan." ucap Kevin
"Sam ayo pulang dulu." ajak Kevin
"Gue nggak bisa."
"Sedih boleh tapi jangan berlarut-larut." Ucap Leon
"Tapi Irsyam pengen nemenin Dewi, Tan."
"Irsyam, nurut apa kata saya. Kamu pulang istirahat di rumah! Saya nggak suka penolakan!" ucap Risky
Jika Risky sudah turun tangan, mau tak mau Irsyam menurutinya.
"Iya Om, saya pulang."
"Duluan ya Tante, Om." pamit kami
"Kamu nggak kangen sama Ayah Nak?"
"Mimpi apa sih sampek nggak mau bangun."
"Bangun Nak."
"Ayah kangen sama kamu..." ucap Risky sambil memegang erat tangan Dewi
__ADS_1
"Yah, udah..."
"Kita doain anak kita semoga cepet sadar."
"Kamu juga jangan terlalu banyak pikiran."
"Aku yakin anak kita kuat, anak kita bakal baik-baik aja."
......................
"Kalian masuk aja."
"Lo mau kemana?" tanya Bastian
"Danau."
"Deket sini."
"Yaudah kalo itu mau lo."
"Kit....." ucap Leon terpotong. Karena Irsyam pergi begitu saja
"Ck kebiasaan."
"Duh feeling gue nggak enak nih."
"Semoga dia nggak ngelakuin hal bodoh." batin Kevin
Sesampainya di Danau.
Irsyam memandangi air danau yang begitu tenang, setidaknya air danau itu membuat perasaannya tenang untuk saat ini.
"Apa ini bakal jadi hari terakhir gue."
"Gue harap gue selalu pengen bareng terus sama Dewi, tapi kalo emang ini takdirnya..... Gue ikhlas." ucap Irsyam sambil tersenyum pedih
"Dewi, makasih kamu udah bikin aku jatuh cinta sampai sedalem ini. Aku sayang sama kamu, lebih dari apapun. Kamu adalah wanita pertama dan terakhir yang aku cinta, Andai waktu bisa diubah, aku pengen kenal lebih banyak tentang kamu. Maaf aku cuma sampai sini nemenin kamu. Aku harap kamu selalu bahagia walau tanpa aku. I love you sayang."
Aku menuliskan kalimat singkat tersebut untuk Dewi, entah mengapa rasanya sesak sekali saat menuliskan kalimat itu.
Tes.
Satu air mata ku terjatuh membasahi tertas tersebut.
Dengan cepat aku mengelapnya ke bajuku.
Tes tes tes.
__ADS_1
Kini hujan mulai membasahi bumi, seolah ia tau jika aku sedang meneteskan air mata dan ia pun ikut meneteskannya. Aku pun dengan segera memasukan surat tersebut kedalam saku jaketku dan aku memeluknya. Kini aku sendiri, benar-benar sendiri, dibalik hujan deras ini aku menangis, ku keluarkan segala kesedihanku dan tak ada satu orang pun yang tau aku sedang menangis.
...jangan lupa like and comen. Biar author tambah semangat UP BAB ****nya****, jangan lupa mampir ke novel author yang satunya 'Adelio bagaskara' dijamin ceritanya nggak kalah seru😇...