Dear Irsyam

Dear Irsyam
Kerjasama


__ADS_3

"Ck kesel banget gue arghhh!!!" teriak Alsya frustasi


"Brisik." ucap Seseorang yg sudah sedari fadi duduk di depannya


"E-eh?"


"Kak Bima!?"


"Hm."


"Sorry gue nggak tau."


"Drama nya udah gitu aja?"


"Maksudnya?"


"Lo pikir gue nggak tau semuanya?"


Alsya hanya diam saja sambil mencerna perkataan Bima barusan.


"Jangan-jangan selama ini Kak Bima tau ulah gue?"


"Jadi gimana? Lo mau kerjasama?"


"Maksudnya? Kerjasama apa?"


"Lo suka kan sama Irsyam?"


"Jadi itu kerjasama nya."


Alsya berusaha mati-matian untuk mencerna ucapan Bima barusan dan yap otaknya yang semulanya hanya 2G pun berubah menjadi 4G. #akhirnya connect wkwk


"Maksud kerjasama itu, gue dapetin Irsyam dan lo dapetin Dewi, Gitu kah?"


"Yaps."


"Jadi gimana?"


Krik krik.


"Ya gue sih nggak maksa ya kalo lo..."


"Gue mau." potong Alsya


Bima tersenyum tipis mendengar jawaban Alsya.


"Ternyata orangnya gampang diajak kerjasama."


"Oke." ucap Bima sambil beranjak dari duduknya


"Eh tunggu." cegah Alsya


Bima menaikkan sebelah alisnya.


"Kita kapan mulai rencananya?"


"Secepatnya, tunggu aja gue bakal kasih kabar."


"Oh iya." ucap Bima sambil mengeluarkan selembar kertas


"Apa ini?"


"Nomer gue." ucapnya lalu pergi begitu saja


......................

__ADS_1


"Auwhhh pelan-pelan."


"Makanya kalo sakit tuh gausah sok-sok berantem!"


"Dia rese."


"Ck kekanak-kanakan tau nggak."


"Iya tau."


Bima memasuki aula dengan gaya coolnya.


"Kok ada dia?" bisik Irsyam pada Dewi


"Dia ketua BEM disini."


"Hah!?"


"Bentar aku mau izin dulu ke dia."


"Buat apa?"


"Ini kan aku lagi ngobatin kamu."


"Ck kenapa.harus izin coba."


"Yakan.."


"Hai Dewi, emm nanti kalo udah selesai ngobatin buruan menyesuaikan ya." ucap Bima ramah


"Eh iya Kak, maaf ya."


"Nggak papa santai aja."


"Lagian harus ada yg diprioritasin kan daripada rapat ini." ucap Bima dingin


"Nyindir nih ceritanya?" timpal Irsyam.


Namun ucapanya hanya dihiraukan oleh Bima dan pergi begitu saja.


"Anjing." umpat Irsyam sebal


"Udah nih, aku mau bantuin yang lain beres-beres dulu."


"Makasih sayang."


"Iya." ucap Dewi sambil tersenyum manis kearahnya


Irsyam pun mengulas senyum.


"Kak Bima."


"Ya?"


"Emm maaf ya..."


"Its okey kamu nggak salah, gimana pacar kamu udah selesai ngobatinnya?"


"Emm iya."


"Syukur deh kalo gitu."


"Wait ya aku mau nelpon Pak Indra dulu."


"Iya Kak."

__ADS_1


......................


"Selamat Sore."


"....."


"Oh iya baik, rencananya diselenggarakan hari apa?"


"..."


"Baik akan saya usahakan untuk datang."


"...."


"Sama-sama."


......................


"Gimana Kak bisa?"


"Bisa kok."


"Alhamdulillah."


Bima mengulas senyum.


"Perhatian semuanya." ucap Bima


"Oh iya berhubung hari udah sore, rapat kita hari ini cukup sampai disini dulu."


"Terimakasih untuk kalian semua yang sudah berpartisipasi untuk mengikuti rapat hari ini."


"Baik saya akhiri sampai disini ya, mohon maaf apabila saya ada kesalahan dalam membimbing dan perkataan saya yang menyinggung tolong dimaafkan."


"Silahkan kalian semua boleh pulang."


"Baik Kak." Ucap kami serempak


"Duluan bro."


"Iyoi silahkan."


"Kak Dewi aku pulang dulu ya."


"Eh iya Ren, Hati-hati ya."


"Iya. Kak Dewi juga ya."


"Mari Kak Bima."


"Iya silahkan."


Dan mahasiswa dan mahasiswi pun berbondong-bondong keluar dari aula kini hanya tersisa anggota inti saja.


"Kak aku pamit pulang dulu ya." Pamitku pada Kak Bima


"Oh iya hati-hati ya.Nanti kalo udah sampai rumah kabarin."


"Iyaa."


"Duluan ya semua, mari." pamitku


"Iya Kak, hati-hati."


"Iya."

__ADS_1


"Yuk pulang Sam."


"Yuk."


__ADS_2