Dear Irsyam

Dear Irsyam
Menjenguk


__ADS_3

...Happy reading...


“Emm guys.” sapaku


Mereka pun menoleh kearahku.


“Kenapa?”


“Kalian pada mau ikut nggak? Jengukin si Alsya.”


“Kapan?”


“Nanti habis pulang dari kampus.”


“Emm boleh deh.” Ucap Nathan


“Sekar?”


“Huft iya, aku ikut.”


Aku tersenyum simpul mendengar jawaban dari Sekar.


......................


“Tapi lo yakin Vin?”


“Kadang orang yang kita anggap dekat itu bisa jadi musuh terbesar kita.” Ucap kevin santai. Sambil menghisap rokok ditangannya


“ANJAY.”


“Lo ngebaca gerak-gerik yang mencurikan dari dia nggak?”


“Selama ini enggak sih.”


“Tebel juga topengnya.”


“Tapi kalo dugaan lo salah gimana Pin?” Celetuk Bastian.


“Sebelum gue ngasih info kekalian ya gue cari tau dulu lah.”


“Tapi bener sih, Kevin selama ini nggak pernah meleset sedikitpun informasinya.”


“Gue gitu loh.”


“Stt si Bos kenapa tuh.”


“Sam?”


“Samm!?”


“WOI SAM!!”


“Heh?”


“Kenapa lo tumben dari tadi diem aja.”

__ADS_1


“Nggak.”


“Ck cerita aja.”


“Huft gue cuma takut Dewi kenapa-kenapa.”


“Udahlah nggak usah dipikirin.”


“Ada kita juga.”


“Sejak kapan seorang IRSYAM MAHARDIKA HERMAWAN jadi ciut nyali gini!?”


“Ck gue paling lemah kalo urusan sama orang yang gue sayang.”


“Udahlah bro santai, kita tahu keresahan hati lo.”


“Wis pokoke mending ayo login!”


“SKUY!”


“GAS!”


“Ck males.”


“Yaelah ayo lah Bos.”


“Males lo pada aja, gue pengen menikmati udara with sebat.”


“Dih sok iye lu.”


“Lo buruan login njir!”


“Iye sabar njir.”


......................


“Eh rumahnya kok sepi ya?”


“Atau jangan-jangan Alsya pindah ya?”


“Ck nggak mungkin lah.”


“Ya mungkin aja.”


Saat Nathan dan Arin sedang berdebat ada seorang lelaki tua yang menghampiri kami.


“Cari siapa?”


“Eh ini Pak, yang punya rumah dimana ya?”


“Ayo duduk dulu.” Ajaknya sambil membawa kami ke gazebo di rumah Alsya.


“Kalian ini siapa?”


“Kami teman Alsya Pak, udah hampir sebulan ini dia nggak ada kabar. Jadi kami memutuskan untuk ke rumahnya eh ternyata kosong.”

__ADS_1


“Jadi gini, Neng Alsya selama ini dirumah sakit nunggu Den Reza dia koma.”


Jeder!


Bagai tersambar petir di siang hari, bagaimana bisa selama ini Kak Reza koma dan aku tidak tahu? Dan lebih parahnya sudah hampir sebulan? Bagaimana selama ini perasaan Alsya? Dan kenapa Kak Reza bisa sampai koma? Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku lontarkan namun nihil aku hanya bisa menumpahkan air mataku. Terlambat sudah.


“Nggak ini nggak mungkin.” Ucapku


“Bener Neng, sampai saat ini Den Reza juga belum sadar.”


Perih.


Lagi-lagi rasanya hatiku seperti disayat oleh benda tajam. Kenapa? Kenapa orang sebaik kak Reza bisa sampai seperti itu?


“Kalo boleh tau Kak Reza dirawat dirumah sakit mana ya Pak?” Tanya Rico


“Rumah sakit Indah Pratiwi Den.”


“Kita kesana sekarang.” Ucapku


“Pak makasih banyak atas informasinya ya, kalau begitu kami pamit.”


“Sama-sama Neng.”


“Mari Pak.”


“Iya silahkan.”


“Sekar.” Lirihku


“Its okey aku tahu perasaan kamu, udah ya nggak usah nangis lagi.”


“Kita berdoa aja semoga kak Reza baik-baik aja okay?”


Aku hanya menganggukan kepalaku samar.


“Ric lo yang nyetir ya.” Ucap Nathan sambil melempar kunci mobil kearah Rico


“Oke.”


“Loh kamu mau dimana?” tanyanya pada Sekar


“Kan aku yang nyetir ya didepan lah.”


“Ck lihat situasi sayang, Dewi lagi butuh aku.”


“Nggak usah modus deh ya.”


“Yailah ketawan.”


“Ehehe iya deh.”


Setelah itu kami berlima memutuskan untuk kerumah sakit menjenguk Kak reza.


...Jangan lupa like, comen and vote. Tetep tungguin novel dear Irsyam update ya!...

__ADS_1


__ADS_2