Dear Irsyam

Dear Irsyam
Last part


__ADS_3

"Alhamdulillah ya Yah, Dewi udah boleh pulang."


"Iya Alhamdulillah."


"Nggak sabar ketemu Irsyam."


"Emm Bu, nanti Dewi ke rumah Irsyam dulu ya.Tadi udah telpon Kevin bakal dijemput sama dia." ucapku antusias


"Tapi.." ucap Linda terpotong


"Iya." Potong Risky


"Yeayy makasih Ayah."


Risky mengulas senyum.


"Pagi Tante, Om." sapa Kevin


"Eh pagi Vin."


"Kevin izin bawa Dewi ya Tan, Om."


"Iya, Titip Dewi ya Nak."


"Iya Tan."

__ADS_1


"Yuk Vin."


"Bu,Yah Dewi pamit dulu ya." ucapku sambil mencium tangan Ayah dan Ibu


"Mari Om,Tan." ucap Kevin ramah sambil mencium tangan Anis dan Risky


"Iya."


"Maafin Ibu Dewi,ibu nggak sanggup buat nyeritain ini semua."


"Nak, Ayah harap hari ini bukan jadi senyum terakhirmu."


......................


Dewi pov


"Kita kenapa kesini?"


Kevin hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.


Hingga tiba kami berada disebuah makam baru yang masih terdapat banyak bunga yang sudah mulai layu.Aku menatap dalam makam tersebut. Hatiku bergetar, mulutku tak mampu berucap, kakiku terasa lemas dan aku terjatuh disamping makam tersebut.


Irsyam Mahendra Hermawan


bin Indra Hermawan

__ADS_1


Mataku memanas, bulir-bulir bening jatuh begitu saja tanpa kuminta.Hatiku terasa teriris. Apa yang kulihat semua ini nyata?Aku masih tidak percaya Irsyam benar-benar meninggalkanku?Untuk selamanya?


Tangisku mulai pecah memenuhi makam tersebut.Kevin yang semula hanya berdiri diam saja kini mendudukan diri di sampingku sambil memelukku untuk menguatkanku.


"Irsyam...."


"Lo yang sabar."


"Kenapa Vin? Kenapa harus Irsyam!"


"Gue berharap bangun dari koma, gue bisa liat dia, bahagia lagi sama dia dan ternyata apa!?Apa maksud semua ini?!"


Tak berselang lama hujan pun turun membasahi bumi, seolah ia tau bahwa Dewi sedang berduka.


End.


Dear Irsyam


Di bawah sinar senja sore hari ini, di antara semilir angin yang berdatangan, izinkan aku menuliskan sesuatu untukmu.Terima kasih untuk bahagia yang kau ciptakan. Kini aku merindukan semua yang kau berikan.Dan kini aku benar-benar telah kehilangan. Mungkin sudah saatnya aku belajar melepaskan, meski aku sadar bahwa sumber kebahagiaanku benar-benar telah pergi. Terima kasih sudah datang dalam hidupku dan membuatku bahagia, terima kasih sudah mencintaiku dan menerima cintaku.Terima kasih juga sudah menyadarkanku bahwa ada waktu di mana akhirnya aku harus merelakanmu pergi untuk selamanya."


Kini hanya rindu yang tersisa, aku benar-benar merindukan sosok yang selama ini kucinta. Entahlah, rasa sakit yang seharusnya masih terasa, kini sudah tak dapat kurasa. Apakah aku benar-benar kehilangannya? Itu masih menjadi pertanyaan pertama dan terakhir dalam otakku. Kembali lagi, aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku kehilangannya.


Untuk kisah cinta kita kemarin, izinkan aku mengenangnya di dalam hatiku, meski kau telah pergi tetapi namamu selalu menjadi yang pertama di dalam hatiku.Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya. Jika akhirnya kita harus berpisah, mengapa sebelumnya Tuhan mempertemukan kita? Apakah itu hanya akan menyakiti hati dua manusia yang saling mencinta?


Terima kasih lagi. Kau telah menyadarkanku, bahwa titik tertinggi mencintai ialah mengikhlaskan.

__ADS_1


Perlu kau ketahui bahwa aku sangat mencintaimu setulus hatiku tanpa pengecualian.Terima kasih, terima kasih telah mengajarkanku tentang pahit dan indahnya cinta.


...THE END....


__ADS_2