Dear Irsyam

Dear Irsyam
Nikah?


__ADS_3

...Happy reading....


Setelah lima hari Dewi dirawat dirumah sakit, hari ini sudah diperbolehkan keluar. Kondisinya semakin lama semakin membaik.


“Barang-barangnya udah dikemas semua kan yah?”


“Udah.”


“Yuk nak pulang.”


Hanya ku balas dengan anggukan kepala.


Dua puluh menit kami telah sampai rumah sesampainya dirumah kepulanganku disambut oleh Irsyam, Tino, Om Indra dan Tante Anis.


“Sayang.” sapa Tante Anis sambil menghampiriku lalu memelukku.


“Maaf ya, waktu kamu dirumah sakit Tante nggak sempet jenguk.”


“Nggak papa tan.” balasku lalu tersenyum manis


“Yuk masuk dulu.” ajak ibu


Kami pun melangkahkan kaki memasuki rumah, kami berkumpul diruang tamu, sambil sesekali bercerita. Mengenai hubungan ku dengan Irsyam, ya kami mengatakan bahwa kami sudah berpacaran.


“Kalian kapan mau nikah?”


Kalimat yang dilontarkan tante Anis mampu membuat pipiku merona.


Hanya ku balas dengan senyuman.


“Kalo sekarang boleh nggak Om?” tanya Irsyam pada ayah


“Kenapa tanya sama Om?”


“Kamu mau nikah sama saya?”


Ucapan ayah barusan mampu membuat ruangan ini menjadi ramai karena suara tertawaan.


“Pft haha” aku pun ikutan tertawa


Irsyam hanya menatapku datar.


“Bercanda nak.”


“Ya kalo Om sih nurut Dewi aja, toh yang mau menjalin rumah tangga juga kalian”


Kini semua pandangan menjadi tertuju padaku.


“Eh” ucapku kikuk


“Gimana sayang?” tanya ibu


“Iya gimana nak?” tanya tante Anis juga


“Emm maaf Dewi belum siap.” ucapku dengan menundukan kepala sambil memainkan jariku

__ADS_1


“Nggak papa kalo belum siap.” ucap ibu menasehati


“Toh juga jadi orang tua itu juga nggak gampang nak.”


“Lebih baik menunggu untuk siap. Daripada buru-buru tapi nanti ditengah jalan berhent”


Ku balas dengan anggukan kepala.


“Yah gagal nikah muda anak papa.” ledek om Indra


Irsyam pun hanya menatapnya malas.


“Kakak jangan nikah dulu.” kini Tino membuka suaranya


“Nanti siapa yang nemenin Tino kalo ibu sama ayah kerja.” ucapnya lirih sambil menahan air matanya


Aku pun tersenyum kecil mendengarnya.


“Kakak.” ucapnya lagi lalu menghampiriku dan menangis di pelukanku


“Hei enggak, kakak masih disini sama Tino” ucapku sambil menghapus air matanya


Semua orang yang disana terharu menatap ku dan Tino. Bahkan ibu sempat ingin menangis. Memang ya perasaan seorang ibu lebih sensitif.


“Janji ya, jangan pernah ninggalin Tino.” ucapnya sambil mengarahkan jari kelingkinya ke arahku


“Iya janji.” ucapku lalu mengaitkan jari kelingkingku ke jari kelingkingnya.


“Kalo misal tunangan dulu gimana?” ucap irsyam


“Nggak gitu pah, aku nggak mau Dewi diambil orang lain.”


“Diluar sana banyak cowo-cowo gila yang deketin dia.”


Risky dan Indra saling pandangan.


“Lah warisan Indra, kalo udah itu ya harus itu.”


“Mana ada, dia ngikut mamahnya tuh.”


“Aih sembarang papah kalo ngomong, Irsyam itu sifatnya semua ngewarisin kamu cuma sifat pinter sama baiknya ikut mamah.”


“Mana bisa gi..”


“Sstt udah pa berantemnya di rumah.” potong Irsyam


“Gimana Dewi? Mau nggak?” tanya Irsyam padaku


Semua orang pun menoleh kearahku.


“Emm kakak boleh nggak tunangan dulu sama kak Irsyam?” tanyaku pada Tino


“Tunangan itu apa?” tanyanya polos


“Tunangan itu kayak kak Dewi sama kak Irsyam sepakat dan mau berkomitmen jadi suami sama istri.” jelas ibu

__ADS_1


“Tapi kak Dewi masih tinggal disini kan bu?”


“Masih dong sayang.” ucap ibu lembut


“Yaudah boleh deh.” ucapnya tersenyum manis ke arah kami


“Jadi gimana?” tanya ulang irsyam


“Iya aku mau!” ucapku mantap


Irsyam pun menghampiriku dan memelukku. Mereka semua nampak kaget atas perbuatan irsyam.


“Makasih.” ucapnya


“Aku janji bakal jadi cowo baik buat kamu.”


Aku pun hanya menganggukan samar didalam pelukannya. Hingga dehem an ayah menghentikan aktivitas kami.


“Main peluk-peluk aja.”


“Aih gercep amat anak gue”


Hehe “Maaf om terlalu seneng pakek banget.” ucap irsyam lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Aku pun berusaha menormalkan detak jantung ku dan rasa panas dipipiku.


“Aih calon mantu mamah.” ucap tante Anis padaku


Aku pun tersenyum manis ke arahnya.


“Oke jadi sekarang mau dimulai kapan acara pertunangan Irsyam sama Dewi? Tanya om indra


“Aku ngikut anak-anak aja ndra” ucap ayah


“Gimana kalo minggu depan?”


“Apa nggak terlalu cepat Om?” tanyaku


“Lebih cepat lebih baik.” ucap Irsyam sambil tersenyum manis


“Iya gimana kalo minggu depan nak?” tanya ayah


Aku pun mengangguk pasrah menyetujuinya.


“Oke besok kita harus mulai cari gaun terbaik di bandung.” ucap tante Anis antusias


"Masih lamaran saja sudah se meriah ini, bagaimana kalo udah nikah."


Aku pun hanya mengangguk setuju atas ucapan tante Anis tadi.


Setelah membahas acara tentang lamaranku dan Irsyam mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut.


...Jangan lupa vote dan juga follow author....


...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya....

__ADS_1


__ADS_2