
...Happy reading.....
Dua puluh menit kami sampai di rumahku, lagi-lagi Irsyam pun membukakan pintu untukku.
“Makasih.”
“Sama-sama.”
“Yaudah buruan pulang gih. Keburu malem!”
“Kamu masuk dulu sana.”
Aku mengangguk. Melangkah menuju pintu masuk. Begitu pun Irsyam, masuk ke mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil. Aku menoleh. Irsyam tersenyum. Kusambut senyumnya. Ia pun masih berada di dalam mobil untuk menungguku masuk kedalam rumah.
Ceklek.
Pintu rumah terbuka menampakkan ayahku yang sedang melihat ke arah kami.
“Masuk kamar sana Kak, buruan tidur.”
“Iya, Yah.”
"Makasih nak, jam sebelas tepat!"
Irsyam menganggukan kepalanya.
Tin.
"Mari Om"
Aku tak langsung tidur karena mengingat kejadian tadi. Harus kuakui aku merasa bahagia sekaligus terharu. Aku pun mengambil buku diary dan menuliskan sesuatu di dalamnya.
__ADS_1
Dear Diary,
Hari ini, malam ini, dan di kota ini. Semua menjadi saksi bahwa dirinya juga mampu membuatku jatuh cinta hanya dengan waktu sesingkat ini. Dia juga berbeda dari banyaknya laki-laki di luar sana. Aku mencintainya dari cara berpikirnya, tutur katanya, dan cara berbicaranya. -Dia Irsyam.
Entah mengapa setelah menulis tentang Irsyam di buku diary aku pun senyum-senyum sendiri. Mengingat juga perkataan dan perilakunya yang sangat manis padaku. Tiba-tiba suara dering telpon membuyarkan lamunanku. Ternyata kedua sahabatku menghubungiku dengan video call mereka Alsya dan Sekar. Kutekan tombol terima panggilan.
“Dewiiiiii!!!” seru mereka kompak hingga membuatku meringis mendengarnya, lalu mereka pun tertawa sepertinya mereka kompak sedang menjahiliku.
“Bisa pelan-pelan ngga, sih!” gerutuku.
“Hahaha... iya, maaf”
“Eh, Dewi tumben dandan? Baju kamu juga rapi tuh, mau kemana?” tanya Sekar.
“Tadi sekeluarga habis pergi makan malam sama temennya ayah”
“Widihhh...” jawab Alsya takjub.
“Eh, tiga hari lagi kita masuk kuliah lho!”
“Ya ampun ga kerasa ya, udah mau masuk kuliah aja.”
“ Welcome semester dua...”
“Duh, ngga sabar banget deh. Pengen masuk ke kampus terus cuci mata liat-liat cogan,” terang Sekar.
“Dih! Urusan cogan aja ijo mata lu,” aku terkekeh mendengar jawaban Alsya.
“Biarin wlek.”
“Lagi apa, Dek? Udah malem kok belum tidur?” aku mendengar suara laki-laki di seberang sana. Aku ingat, Alsya memiliki kakak laki-laki yang namanya Reza. Mungkin itu suara kak Reza pikirku.
__ADS_1
“Eh iya, ini lagi video call-an sama temen-temen Kak,” balas Alsya.
“Ada Dewi?” tanyanya mampu membuatku memelototkan mata.
“Ada nih, mau ngomong?”
“Enggak, yaudah jangan malem-malem ya telponannya. “Oke kak”
“Guys, udah jam setengah dua belas nih, udahan yuk!” ajakku.
"Yahh padahal masih pengen ngobrol tau"
"Besok kan masih bisa"
“He.em iya dehh” ucap Sekar.
“Yaudah matiin bareng-bareng. Yuk see you guys.”
“See you.”
Klik.
Aku pun melangkahkan kakiku menuju meja make-up untuk menghapus sisa make-up. Seteleh selesai membersihkan make-up aku menuju ke kamar mandi untuk mengganti baju, mencuci muka, dan gosok gigi. Dan... part yang paling kutunggu-tunggu adalah merebahkan tubuh ke kasur dan menjemput alam mimpi.
...⌂⌂⌂...
...Jangan lupa vote dan juga follow author....
...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinyaaa....
...see you next part guyss!!...
__ADS_1