Dear Irsyam

Dear Irsyam
Bahagia


__ADS_3

...Happy Reading....


Keesokan harinya.


Seorang gadis sedang tertidur lelap ditempat tidur. Dirinya merasa terusik ketika cahaya matahari memaksa dirinya untuk membuka matanya.


“Engh jam berapa sih.” gumamnya sambil membuka mata


“Setengah enam.”


Gadis cantik tersebut beranjak dari tidurnya lalu mencepol rambutnya ke atas. Saat dia mengedarkan pandangannya dia melihat sosok yang ia cintai sedang tertidur pulas di sofa. Tampan itulah yang ia lihat pertama kali ketika memandang wajahnya.


“Kenapa tidur disini sih, kamar lain kan juga banyak.”


“Mana meja juga berantakan gini.”


Saat sedang membersihkan meja tiba-tiba tangan Dewi cekal oleh seseorang.


“Kenapa sih sayang hm? Pagi-pagi udah ngomel-ngomel aja.”


“Kamu nih, kenapa harus tidur di sofa, kamar lain kan ada terus juga in...”


Tiba-tiba Irsyam menarik tangan Dewi, karena tanpa persiapan Dewi pun jatuh dipelukan Irsyam.


“Nah diem, enak dengernya.”


“IRSYAM!!!”


“Ish lepasin nggak, kamu jangan modus ya.” ucap Dewi sambil meronta ronta


“Nyaman.”


“Ishh lepasin nggak.”


“Bentar.”


“Nggak!”


Ceklek.


“Astagfirullah anak gue, sabar dulu kek nunggu halal.” ucap Indra di ambang pintu


Dengan cepat aku melepaskan pelukan Irsyam.


“Eh Om.” ucapku canggung


“Papah ganggu ya?”


“Ck iya ganggu banget.”


Plak.


“Bangun kamu.” ucapku


“Belum nikah aja KDRT mulu aelah beb.”


“Nggak sopan kamu Sam, mesra-mesra an di hadapan papah.” ucap Indra serius


Aku yang melihat tatapan Om Indra tidak seperti biasanya pun menengakkan ludah.


“Papah kan juga pengen.” ucapnya lalu tertawa


“Bye ah Papah mau nyamperin Mamah.”


Melihat om Indra pergi pun aku menghembuskan nafas lega.


“Dasar nggak inget umur.” cibir Irsyam


“Dasar anak kagak ada akhlak.”


Tawa pun pecah diantara aku dan Irsyam.


......................


“Sayang kita keluar yuk.”


“Sekalian beliin Tino mainan yuk?”


Aku melirik sebentar jam yang ada di ruangan. Pukul 09.00 pagi.


“Emm boleh deh.”


“Aku ke atas sebentar ganti baju.”


“Iya.”


Aku meminjam baju Irsyam untuk ku kenakan. Karena kemarin berangkat ke Jakarta aku tidak sempat untuk pulang ke rumah, dan aku fikir juga tidak akan menginap di Jakarta. Aku telah selesai menggunakan hoodie yang menurutku cukup pas ditubuhku. Lalu aku pergi melangkahkan kaki menuju kebawah.


“Yuk.” ajakku pada Irsyam


“Tumben pakek baju aku?”


“Ehehe pinjem ya, kemarin lupa nggak bawa ganti lebih.”


“Oh oke sayang.”


“Yuk.”


Kami berdua pergi ke Mall ternama di kota Jakarta. Suasana di dalam mobil tidak secanggung kemarin. Aku dan Irsyam mengobrol beberapa hal random.


Hahaha “Masak iya sih?”


“Iya sampek Mamah kewalahan, dulu aku waktu kecil barbar banget.” ucap Irsyam bangga


“Duh anak aku besok bar-bar nggak ya.”


“Em semoga kayak mamahnya aja pendiem.” ucap Irsyam nyeleneh


“Eh apasihhh!?”


“Apasih aku kan cuma ngomong sayang.”


“Jangan gitu.” ucapku menahan malu


“Kenapa dih.”


“Eh pipinya merah, Eneng malu ya?”


“Gatau ih nyebelin.” ucapku lalu membuang muka


Hahaha. Irsyam pun tertawa.


Tak terasa perjalanan kami pun telah sampai.


“Dah sampai nih.”


Kami melangkahkan kaki menuju ke Mall. Dengan bergandengan tangan.


“Kita mau beli apa nih?” Tanyaku padanya


“Robot buat Tino.”


“Padahal kakaknya aja jarang beliin mainan.” ucapku


“Aku kalo ngeliat dia kek adek aku dulu.” ucapnya


“Iya deh.”

__ADS_1


Kami menuju ke toko mainan.


“Mbak ada mainan robot keluaran terbaru?” tanya Irsyam


“Oh ada mas, eh Tuan muda?”


Aku mengernyit heran. Apa maksud pegawai ini?


“Sebentar saya ambilkan dulu Tuan.”


Irsyam pun mengangguk.


“Maksudnya?”


“Ini Mall punya Mamah.”


Aku pun melototkan mata karena terkejut.


“Serius?”


“Iyaaa.”


“Keren banget.” ucapku takjub


“Aih bisa aja kamu.”


“Ini tuan robotnya.”


“Bungkus yang itu, sama yang ini.”


“Berapa?”


“Eh nggak usah Tuan.”


“Em oke.”


Pegawai tersebut membukus mainan robot yang dipilih irsyam lalu memberikannya padanya.


“Ini Tuan.”


“Makasih ya.” ucapnya


Irsyam lalu menggandeng tanganku dan pergi meninggalkan toko mainan tersebut.


“Sultan mah bebas.” ucapku


Hahha “Yoi dong.”


Aku pun geleng-geleng kepala.


“Ke toko perhiasan dulu.”


“Ngapain?”


“Adadeh.”


kami melangkahkan kaki ke toko perhiasan.


“Selamat datang di toko kami, ada yang bisa saya bantu?” ucap pegawai ramah


“Mbak saya mau cari kalung buat istri saya, yang keluaran terbaru ya!”


“Oh baik Mas, silahkan di tunggu sebentar.”


“Istri dari hongkong.” cibirku


Haha “Lucu banget sih calon istri gue.” ucapnya sambil mengacak acak rambutku


Tak berselang lama pegawai tadi datang menghampiri kami dengan membawa beberapa kotak perhiasan.


“Kamu pilih yang mana sayang?”


“Emm ini bagus nggak?”


“Emm jangan deh, coba yang ini.”


“Coba sini aku pakein."


Irsyam mengalungkan kalung pilihannya dileherku.


“Cantik banget.” ucapnya


Aku melihat dari pantulan kaca. Kalung ini memang sangat cantik, simple dan terlihat elegan.


“Ini aja mbak berapa?” ucapnya


“Delapan ratus juta Mas.”


“Nih.” Irsyam menyodorkan blackcard pada pegawai tersebut


“Ah kalo harganya segitu mending nggak usah deh Sam.”


“Kenapa? Kan aku yang pengen beliin buat kamu.” ucapnya santai


“Tapi kan itu mahal banget.”


“Nggak papa, apasih yang enggak buat kamu.”


Aku hanya menghela hafas panjang.


“Kita makan dulu yuk, terus habis ini aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.”


Aku pun hanya menurut saja. Jujur aku juga agak sedikit kecewa dengan Irsyam, aku sih bahagia dibelikan kalung tapi untuk harga segitu sebaiknya tidak usah.


“Kamu pesen apa?”


“Samain aja deh” ucapku


“Kamu kenapa gitu?”


“Nggak seneng?”


“Bukannya nggak seneng, aku malah seneng banget kamu beliin barang.Tapi kalo harganya segitu mendingan nggak usah.”


“Kita kan juga mau nikah, duit segitu kan juga lumayan buat tabungan kita.”


“Iya maaf sayang, abis bingung mau diapain duit aku.”


“Eh dikasih tau juga.” ucapku


“Iya iyaaa.” ucapnya cengengesan


Lima belas menit kami telah selesai makan. Setelah membayar pesanan kami. Irsyam ingin mengajakku ke suatu tempat.


“Mau kemana sih?” tanyaku penasaran


“Ada deh.”


“Ish suka banget bikin penasaran.”


Ckit.


“Kok berhenti?”


“Udah sampai.”


Aku keluar dari mobil dan mengamati sekililing.

__ADS_1


“Pantai!” pekikku ke girangan


“Udah lama nggak ke pantai.” lanjutku


“Yuk.”


Irsyam merangkul pundakku. Lalu kami menjelajahi pantai.


“Huft capek.” ucap Irsyam


“Huu lemah gitu aja capek.” ledekku


“Istirahat bentar.”


“Aku mau ke sana bentar ya.” ucapku


“Jangan jauh-jauh.”


“Aku liatin dari sini.”


“Iyaa siap pak bos.”


Aku melangkahkan kaki menuju dasar pantai. Angin sepoi sepoi masuk kedalam pori-pori tubuhku.Sejujurnya aku tak pernah merasakan sebahagai ini sekarang.


“Sam sini deh.” ucapku agak sedikit berteriak dia pun berlari kecil menghampiriku.


“Kenapa?”


“Fotoin hehe.” ucapku sambil menyodorkan ponsel


“Dasar cewek.” ucapnya lalu geleng geleng kepala


“Biarin.”


“Satu...dua... cekrek.”


Irsyam mengambil beberapa fotoku.


“Sekarang kita selfi berdua.” ucapku


“Satu... dua.. cekrek.”


Setelah berfoto-foto ria kami menikmati keindahan pantai dan senja.


“Aku nggak pernah ngerasa sebahagia ini sekarang.” ucapku


“Kenapa?”


“Karena sekarang ada kamu, hidup aku jadi lebih bahagia.” ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya


“Bisa aja kamu.” ucapnya


“Dewi.”


“Ya?”


“Kalo aku enggak ada lagi didunia ini gimana?”


Aku menoleh kearahnya.


“Kenapa ngomong gitu?”


“Tanya aja si..”


“Nggak kamu nggak boleh pergi!” potongku cepat


“Kalo misal aku pergi berarti tugas aku udah selesai jagain kamu.” ucap Irsyam sambil tersenyum ke arahku


“Kamu kok ngomong gitu sih!” ucapku sambil menahan air mata


“Kamu nggak boleh pergi ninggalin aku.” ucapku lalu memeluknya


“Shut hei, udah jangan nangis ya. maaf aku bikin kamu sedih.”


“Aku cuma tanya sayang.”


“Nggak boleh ngomong gitu.”


“Iya enggak sayang.”


“Udah diem ya, diliatin banyak orang nggak malu nih.”


Aku melepaskan pelukanku padanya. Lalu menghapus air mataku.


“Dih jelek kalo nangis.” ledeknya padaku


“Ih dasar nyebelin banget.”


Hahah “Bercanda sayang, kamu cantik terus kok.”


“Bicindi siying kimi cintik tiris.”


Cup.


Irsyam mencium pipiku. Lalu berlari pergi meninggalkanku.


“HEII!!” teriakku sambil berlari menyusul ke arahnya.


“Tungguin Sam.”


“Ih cepet banget sih larinya.” gerutuku sebal


“Cepetann!”


“Sabar kek!”


Aku mengatur nafas setelah berlari mengejarnya.


“Dasar.”


“Lagian larinya lama.” ucapnya


“Dih orang kamu curang lari duluan.”


“Biarin satu sama pokoknya.” ucapnya


“Maksudnya?”


“Waktu yang di pemakaman?”


“Kamu juga... ”


“Stop miskah jangan di ucapkan.” ucapku sambil membekap mulutnya


“Yuk pulang ah capek nih.”


Irsyam hanya menganggukan kepalanya.


#hasil foto hari ini wkwk




...Jangan lupa vote dan juga follow author....


...tetap stay disini ya, dan tungguin Dear Irsyamm update nantinya....

__ADS_1


__ADS_2