
Malam ini kinan pergi jalan jalan dengan fani ke pasar malam.Mereka menikmati berbagai wahana yang sudah lama tak mereka naiki karena kesibukan masing masing.
"Terakhir kali kita kepasar malam waktu itu kita kelas dua SMA ya fan??" tanya kinan sambil berjalan ditrotoar menuju jalan raya,karena mereka benar benar mengenang masa lalu saat masih abu abu,mereka akan pergi kepasar malam setiap mereka liburan dan berangkat dengan menaiki angkutan umum.
Fani yang sedang mengunyah makanan yang mereka beli dipasar tadi hanya menjawab dengan anggukan sambil mengacungkan jempol kanannya yang menganggur.
"aku kangen dengan masa masa itu..." ucap kinan setelah meneguk minuman kalengnya yang ternyata sudah habis,lalu ia melempar kesembarang arah karena kesal minumannya habis sebelum dahaganya hilang.
"Hei siapa yang melempar kaleng ini" ucap seseorang sambil memegangi kepalanya dan satu lagi memegang kaleng yang kinan lempar tadi.
"aku,." jawab kinan jujur,kinan yang terlalu polos berpikir tak mungkin mereka akan marah kepadanya karena ketidak sengajaan
"bodoh!!" maki fani kepada kinan karena terlalu jujur"kita harus segera pergi dari sini,sebelum para gengstar itu mengamuk"bisik fani ketakutan karena melihat rombongan mereka yang lebih dari sepuluh orang
Kinan yang tahu kalau fani ketakutan lantas berkata "mana mungkin gangstar itu akan melukai perempuan,,"
"kenapa tidak.." jawab salah satu gengstar yang paling depan sambil menyeringai "kamu yang melemparkan kan kaleng ini tadi??" tanyanya sambil menunjuk kinan
"ah iya,tapi tidak sengaja kok..serius.."jujur kinan
"Brengsek...cari mati kau rupanya..." ucap gensgstar tersebut sambil mengangkat tangannya untuk melayangkan pukulannya ke kinan.
Namun kinan mampu mengelaknya dan fani yang bergerak dengan cepat melemparkan jajanan yang telah dicampur saos kearah wajah para gengsetar,sehingga membuat para gengstar itu marah dan mengamuk untuk menghajar fani dan kinan.Beruntung fani dan kinan sempat mempelajari ilmu bela diri sehingga mereka mampu melawan para gengstar tersebut.
Tak berapa lama kemudian polisi pun datang dan membawa mereka kekantor polisi, karena polisi mendapat laporan dari seseorang bahwa ada gengstar yang menyerang dua wanita muda.
Kinan dan fani pun memberikan keterangan sebagai korban,Karena kinan dan fani juga terlibat dalam perkelahian tersebut,maka mereka harus membawa seorang penjamin.
Kinan yang tak tahu harus menghubungi siapa terlihat bingung,karena tak mungkin mereka memanggil orang tua fani yang baru saja dinyatakan sembuh.
__ADS_1
Akhirnya dengan sangat terpaksa kinan menghubungi alvin."halo alvin..tolong aku,,aku ada dikantor polisi,sesuatu telah terjadi kepadaku...haloo..alvin...kamu bisa kan datang kesini untuk membantuku..."
"kinanti..."panggil dewa,ya itu benar benar suara dewa,tapi kenapa dia yang mengangkat telphonnya.
"de de dewa..._" jawab kinanti terbata bata karena kaget sekaligus takut kena marah dewa, karena tak langsung menghubungi dewa,Kinan berfikir kalau dewa tengah sibuk dengan rena,sehingga ia tak mau mengganggunya.
"kantor polisi mana..." sebelum sempat kinan melanjutkan kata katanya dewa sudah memotongnya,
Kinan yang tak mau menambah masalah lantas langsung memberikan alamatnya kepada dewa.
"eloe sih...kenapa tak langsung menghubungi dewa saja,,nambahin masalah saja.." ucap rena sambil menatap kinan
kinan yang kesal lantas berucap"aku berfikir kalau dewa tengah bersama rena,karena rena habis kehilangan bayinya,jadi aku tak menghubunginya,takut mengganggunya"
Tak menunggu lama dewa datang dan masuk kekantor polisi dengan beberapa orang.Dewa pria berwajah tampan,dengan sikap dingin dan tegas mampu menghipnotis setiap wanita yang menatapnya.
Wajah dewa pun tak asing karena sering masuk diberita berita Televisi dan juga majalah majalah tentang pembisnis muda.Sehingga tak heran jika kedatangannya menarik perhatian orang orang.
Kinan hanya memutar bola matanya malas untuk menanggapi ucapan fani.
Setelah bernegosiasi dengan orang orang dikantor polisi,dewa lanjut menanda tangani dokumen. Kinan dan fani akhirnya diperbolehkan pulang.
sebelum pulang,polisi mengingatkan jika lain kali jangan berkelahi lagi,mending lapor polisi jika terjadi hal seperti itu lagi.kinan dan fani hanya mengangguk dan tersenyum.
"jika kita tak melakukan perlawanan dan menunggu polisi datang,bisa bisa kita sudah pindah kealam lain.." bisik fani ditelinga kinan seteluar keluar dari kantor polisi
Tiba tiba kinan merasa ditatap oleh seseorang dari depan ketika akan menanggapi bisikan fani,Kinan langsung mendongak kan kepala dan melihat dewa dengan balutan jas hitamnya sedang menatap dirinya sambil bersender dipintu samping kemudi yang terbuka.
Kinan yang mengerti arti tersebut langsung mengucapkan selamat tinggal kepada fani dan masuk kedalam mobil yang telah dibukakan oleh dewa tanpa menunggu jawaban dari fani.
__ADS_1
Setelah dewa masuk dan bersiap menjalankan mobilnya,"Terima kasih ya"ucap kinan sambil ******* ***** safety belt nya karena merasa takut akan kemarahan dewa.
Dewa hanya diam tanpa menjawab ucapan dari kinan.Dan hanya terjadi keheningan didalan mobil tersebut.
Hingga mereka sampai dirumah,dan memakirkan mobilnya,Kinan hanya mengikuti dewa dan mencoba untuk memberi penjelasan"dewa,aku pikir kamu sedang sibuk dengan rena sehingga aku tak menghubungimu,karena takut mengganggumu,makanya aku menghubungi alvin,,,sungguh tak ada alasan lain selain itu.."
Walaupun kinan tahu,kalau dewa tak butuh penjelasannya,namun dirinya tetap harus memberikan penjelasan tentang alasannya tak menghubungi dewa tetapi malah menghubungi alvin
Dewa tiba tiba berhenti,dan berbalik menatap kinan dengan mata menyipitkan mata hitamnya lalu berkata
"kamu pikir,alvin bakal mau menolongmu tanpa ijin dariku??"
kinan langsung bungkam atas ucapan dewa tersebut,ia tak mampu berkata apa apa.
"iy ya, alvin kan bawahan dewa,alvin tak mungkin mau melakukan apa pun tanpa perintah dari dewa apa lagi ini menyangkut dirinya" batin kinan membenarkan kata kata dewa
Melihat kinan yang terdiam tanpa mampu membalas kata katanya,dewa bersiap meninggalkan kinan untuk naik kekamarnya.
Setelah beberapa langkah,dewa berbalik,,"pergilah,dan beli makan malam"perintah dewa kepada kinan.
Kinan terkejut,"kenapa tadi tak sekalian mampir aja untuk makan,ini kan sudah tengah malam,mana mungkin ada restoran untuk sekelasnya yang buka"batin kinan
"apa harus sekarang,tak mungkin ada restorannya yang buka,." ucap kinan mencoba mengingatkan dewa kalau ini udah tengah malam
"ada yang buka dua puluh empat jam"teriak dewa sambil berlari keatas tanpa memberi kesempatan pada kinan untuk membalas ucapannya.
"aku tahu dia hanya ingin menyiksaku.." lirih kinan
"kalau dia memang mau makan,tak mungkin kan didapur tak ada makanan,bahkan aku yakin kalau yuni sudah menyiapkan makan malam .." tambah kinan lagi masih dengan suara lirih.
__ADS_1
Akhirnya kinan terpaksa pergi dengan mengendari mobil nya untuk membeli makan malam sesuai perintah dewa.