Dewaku

Dewaku
bab 17


__ADS_3

Ahhhh..dewa kau membuatku kaget...aku buru buru..tlong jangan banyak tanya.." cerocos kinan tanpa memberi kesempatan pada dewa untuk bertanya karena ia sudah lumayan terlambat.


"hati hati..jangan larian...ada anak ku " teriak dewa mengingatkan sambil geleng geleng


"iyaa.." jawab kinan lalu berjalan dengan hati hati menunju mobil


Sesampainya kinan dikantor,fatma sudah menunggunya diruangannya.


fatma tersenyum dengan sedikit penyesalan lalu berkata."saya mohon maaf bu,karena saya, pekerjaan anda jadi terganggu"


Karena menuju kekantor dengan terburu buru,kinan tak langsung menjawab permohonan maaf dari fatma,ia beristirahat sebentar dan meminta kepada rina untuk menuangkan segelas air untuknya dan secangkir teh untuk fatma,sebelum mereka membahas kontrak kerja lebih lanjut.


Setelah meneguk secangkir tehnya,fatma membuka percakapan kembali,,"bu kinan,saya mau minta maaf untuk yang kemarin,dan syukurnya uang tersebut sudah ada,dan saya akan kirim sekarang.." kinan hanya mengangguk angguk kemudian berkata.


"tak masalah nyonya fatma,dan terima kasih untuk semuanya,biar saya ambil berkas kontrak yang kemarin,agar kontrak kita segera di tutup."


Lalu kinan mengambil berkas dan segera menyobek,ketika fatma sudah mengirimkan uangnya,dan juga tanda bukti sudah kinan periksa.


"Bu kinan sekarang sudah siang,dan saya yakin kalau bu kinan ini orang yang sibuk,sebelum saya pamit,saya banyak mengucapkan terima kasih,karena telah memberikan kelonggaran waktu,,saya rasa ini sudah cukup,saya permisi" setelahnya fatma ijin dan keluar dari ruangan kinan,


Setelah kepergian fatma ,Rina masuk keruangan kinan "bu...pak dewa memanggil ibu untuk menemuinya diruangan beliau.." ucap rina


"keruangannya?" tanya kinan terkejut dan terdiam untuk beberapa saat sambil mengerutkan alisnya bertanya tanya


"apa kah ada masalah didepartemen kita?" tanya kinan kepada rina pura pura tak tahu


"ini mengenai pembayaran dari pihak bu fatma,dan sepertinya pak dewa tak suka dengan ini bu..." jawab rina sambil membereskan bekas minuman kinan dan dan fatma


"baiklah...aku akan menemuinya..."jawab kinan,setelah menjelaskan beberapa hal mengenai berkas yang harus segera rina kerjakan.


Setibanya kinan diruangan dewa,kinan mengerutkan alisnya,kenapa kosong,,Alvin yang sadar dengan kedatangan kinan lantas mendatanginya "ibu kinan,pak dewa sedang rapat dengan bapak rendy dan pak reyhan,"jelasnya


kinan mengangguk, lalu ia memilih untuk menunggu dewa diruangannya,ia duduk disofa sambil menengok jam ditangannya,untuk mengetahui ini jam berapa karena ia merasa lapar.." pantesan,.udah jam sebelas.."monolog kinan


"mohon tunggu sebentar bu...rapat ini berlangsung sekitar satu jam...silahkan diminum.." ucap alvin sambil menyuguhkan secangkir teh hangat.

__ADS_1


"alvin..tunggu sebentar.." tahan kinan saat alvin akan pergi untuk menaruh nampannya..


"iya buu...ada sesuatu yang ibu inginkan??" tanya alvin penasaran yang dijawab kinan dengan gelengan


"apakah pak dewa sedang ada masalah dengan seseorang atau mungkin dengan rekan kerjanya,.." tanya kinan sambil mengangkat cangkir tanpa memperhatikan ekspresi alvin


"maaf bu saya kurang tahu kalau soal itu,,tapi ada apa ya kok bu kinan bisa bertanya seperti itu..ah maaf jika saya lancang.."ucap alvin merasa bersalah


" ah iya,,tak biasanya dewa itu mabuk mabukkan,tapi kemarin ia mabuk hingga habis beberapa botol.."jelas kinan


"mungkin bapak sedang banyak pikiran.." alvin berusaha menebak.


"biasanya dia selalu kepikiran tentang rena,,tapi apakah dewa tertekan karena kejadian kemarin itu,," batin kinan sambil menatap alvin yang langsung salah tingkah karena tatapan kinan


"maaf bu,saya tak tahu tentang pak dewa,saya harus segera pergi.." ucap alvin sambil melarikan diri dari kinan karena takut keceplosan.


Menunggu dalam waktu yang lama membuat kinan tertidur disofa,hingga kinan tersentak kaget karena tiba tiba pintu terbuka dan berikutnya terdengar suara tawa seseorang yang kinan yakini kalau itu suara rendy.


Kinan buru buru bangun dan duduk dengan tegak,dan ketiga orang yaitu,dewa,reyhan dan juga rendy tengah menatap dirinya.


Setelah itu kinan menatap dewa dengan pandangan yang aneh seperti akan memarahinya,kinan yakin kalau ini pasti masalah dengan fatma.


kinan langsung berdiri dan berkata sambil menunduk"pak dewa,saya bersedia bertanggung jawab atas masalah dengan nyonya fatma kemarin,,"


Dewa hanya diam tak menjawab,sedangkan rendy yang mendengar langsung nyengir dan berkata


"bu kinan,saya baru tahu kalau anda sangat kuat dan banyak kemampuan,sehingga mengakibatkan suami anda rugi ratusan miliar hanya dalam waktu beberapa hari...Anda sungguh murah hati."


Perkataan rendy tentu saja hanya untuk menyindir kinan.


Kinan yang mendengar perkataan rendy langsung menoleh kearah dewa dan menatap wajah dewa yang sudah pucat.


kinan yang melihat dewa tak baik baik saja tak jadi mengatakan apa apa,


kinan kembali menoleh kearah rendy lalu berkata "ada masalah apa antara kau dan diriku??" tanya kinan datar

__ADS_1


"pfft.." reyhan tertawa,,rendy langsung menatap kearah reyhan yang tertawa,lalu ia menatap kinan kembali,karena merasa kesal,rendy berkata


"kinan...kamu pikir siapa dirimu,sehingga berani berkata seperti itu kepadaku??" tanya rendy meremehkan kinan.


Mendengar perkataan rendy,kalau biasanya kinan memilih tak memperpanjang,karena ia berfikir itu tak ada gunanya,lagian emang dari awal rendy tak menyukai dirinya,,mungkin rendy berfikir dialah yang membuat hubungan mereka sedikit renggang.


Namun untuk kali ini kinan tak mau mengalah lagi,mungkin juga karena terlalu sering diremehkan atau juga mungkin efek kehamilannya,sehingga kinan memilih untuk meladeninya


"pak rendy,apakah anda terlahir dijaman purba,saya takut kalau hanya manusia purba yang bisa berkomunikasi dengan anda,karena anda terlahir dizaman yang sama."


Mendengar perkataan kinan wajah rendy langsung memerah,dengan perasaan jengkel dia langsung menghina kinan "bahkan manusia purba lebih baik,dari pada seorang wanita yang dengan tega akan membunuh anaknya sendiri."


"Rendy.." teriak reyhan dan dewa bersamaan.


"ayo kita pergi untuk makan siang,mungkin kinan dan dewa ada beberapa hal yang harus dibicarakan,.." ajak reyhan memaksa rendy pergi.


"kalian juga harus segera menyusul,karena aku sudah pesan tempatnya untuk kita ber empat." ucap reyhan sebelum pergi.


Setelah kepergian rendy dan reyhan,tinggallah kinan dan dewa di ruangan tersebut.


kinan tak tahu bagaimana reaksi dewa setelah tahu alasan masalah dengan fatma.


kinan pun inisiatif bertanya kepada dewa.


"Masalah fatma adalah tanggung jawabku,_.."belum selesai kinan meneruskan kata katanya dewa sudah memotongnya.


" sudahlah tak perlu kamu pikirkan..lagian masalahnya,  sudah bereskan??"potong dewa sambil mengelus elus perut kinan yang masih rata.


Kinan yang tak menyangka dengan reaksi dewa tersebut langsung terkejut,karena biasanya dewa tak pernah pandang bulu.


"tapi...aku sudah menyebabkan kerugian begitu besar ..." ucap kinan berusaha mengingatkan


"itu tak seberapa,dibanding aku harus kehilangan anakku dan juga istriku..." ucap dewa sambil menyingkirkan anak rambut yang jatuh menutupi mata kinan


"apakah kamu tak akan memberikan aku hukuman..?" tanya kinan ragu ragu..

__ADS_1


"tentu saja ada hukumannya..." jawab dewa menggantung.


__ADS_2