
Setelah merasa benar benar sembuh sakit kepalanya kinan lantas menghentikan pijatan dari irfan dan berkata" aku sudah baik baik saja,pijatanmu sungguh enak.terima kasih "
"apa arti dewa dihidupmu??" tanya irfan tiba tiba setelah duduk didepan kinan
Kinan mengernyit,karena merasa aneh dengan pertanyaan irfan "irfan,kenapa kamu bertanya seperti itu,kenapa kamu tak menanyakan hasil lelangmu saja,apa kau tak khawatir jika hasilnya tak sesuai harapanmu??"
Irfan tersenyum sedikit lalu berkata "aku lebih khawatir kepadamu"
Kinan mengabaikan jawaban irfan. kemudian rina datang dan membawa setumpuk dokument,kinan yakin kalau presesntasinya sudah selesai.
Kinan memilih beberapa dokumen,dan menyerahkan kepada rina,"saya butuh laporannya,tolong kamu cek perusahaan ini lalu bandingkan,setelah itu kirimkan kepadaku"
Rina menuruti kata kata kinan,lalu ia mengambil dokumennya.
Rina menatap irfan sebentar lalu menoleh kearah kinan "bu kinan apakah saya perlu mengantar ibu pulang dulu?"
"kamu kembali bekerja saja,biar kinan aku yang antar" irfan menjawab pertanyaan rina kepada kinan
Rina langsung menatap kinan untuk mendapatkan jawabannya
"ya,,kamu kembali saja keruanganmu,kerjakan semua yang telah aku katakan tadi" jawab kinan setelah melirik irfan sebentar
Begitu rina pergi,kinan langsung menoleh ke arah irfan dan berkata "apa mau mu irfan,kamu hanya ingin main main saja?"
Kinan tahu kalau kedatangan irfan bukan hanya masalah pelelangan,pasti dia punya niat lain.
"nona kinan,terlalu cerdas dan jujur itu juga tak baik" ucap irfan setelah sebelumnya mengerutkan bibirnya.
Kinan yang malas menanggapi irfan,lantas beranjak dari duduknya dan menyambar tasnya untuk pergi.
"kamu tahu kenapa dewa memilih timku untuk menggantikan tim sutisna,padahal mereka sudah bekerja sama lumayan lama " ucap irfan menghentikan kinan
Kinan lalu duduk kembali ditempat semula untuk mendengar kelanjutan kata kata dari irfan.
"dewa tak mau memakai tim audit yang lama,karena ia tahu kalau perusahaannya mengalami kerugian akibat pembayaran dari fatma yang terlambat,dewa tak ingin para pemegang saham panik karena sahamnya jatuh" lanjut irfan setelah ia duduk disamping kinan
Kinan mengernyit lalu berkata,"tapi dewa tak menunjuk perusahaanmu untuk menjadi tim auditornya."
"kinanti jangan sewenang wenang gitu" ucap irfan sambil mencibir
"irfan seharusnya kamu balik,dan tunggu hasil lelangnya" ucap kinanti sambil beranjak dari duduknya lalu berlalu menuju pintu keluar
__ADS_1
Kinan berjalan keluar ruangan lelang sambil mencerna kata kata irfan barusan."mungkin juga benar kata irfan,tapi itu juga bisa salah"ucap kinan sambil menekan tombol pada lift
Kinan kembali kekantor,ia dibuat terkejut dengan keberadaan haikal diruangannya.
"dr haikal??" panggil kinan
"ya,.." jawab haikal sambil menoleh kearah kinan
"sudah lama,tak seharusnya anda menunggu ku,anda bisa menitipkan obatnya kesekertaris saya.." ucap kinan merasa tak enak
"tak apa,kebetulan saya juga lagi santai,.." ucap haikal dengan senyumnya yang menawan "dan rindu denganmu" lanjut haikal dalam hati
"terima kasih dokter,,tapi saya belum sempat sarapan tadi pagi dan ini sudah lewat dari waktu makan siang,," ucap kinan mengkode haikal untuk pergi sambil membuka sup ayam buatan reyhan tadi pagi.
"oh tentu silahkan dimakan,tak baik ibu hamil sampai telat makan,kalau begitu saya pamit,," ucap haikal lalu beranjak dari duduknya dan pergi.
Setelah mengantar haikal hingga pintu, kinan menutup pintunya kembali lalu memakan sup dari reyhan.
Setelah kenyang kinan istirahat sebentar sebelum memulai kerjaannya kembali.
Kinan lagi istirahat beberapa detik kemudian ponselnya berbunyi,itu dari fani.
"halo fan.." jawab kinan setelah menekan tombol jawab
" apa yang terjadi fan.."tanya kinan khawatir..
"loe segera kesini nan.." jawab fani lalu memutus telponnya
Kinan tak jadi meneruskan istirahatnya,ia lalu menyambar tas dan juga kunci mobilnya keluar dari ruanganya.
"bu kinan,mau kemana??" tanya rina heran melihat kinan pergi dengan terburu buru
"saya harus kekantor polisi," jawab kinan setengah berteriak
Setibanya dikantor polisi kinan langsung bertanya tentang keberadaan fani kepada salah seorang polisi yang sedang bertugas"apa anda nona kinanti"
"ya benar,dimana fani??" tanya kinan panik
"teman anda ada di ruang interogasi" jawab polisi tersebut
"kenapa fani ditangakap,apa yang terjadi??" kinan bertanya dengan gelisah
__ADS_1
"nona fani diduga menjual sabu,maka kami harus memeriksanya,kami sangt berharap anda bisa bekerja sama dengan kami"ucap polisi dengan tegas
"pak,teman saya tak mungkin melakukan itu,saya sangat mengenalnya.." ucap kinan sambil memegang tangan polisi tersebut
"nona kinan,anda tak perlu khawatir,ini baru dugaan,kami akan menginvestigasinya..kami ada beberpa pertayaan untuk anda..mari ikut kami." ucap polisi tersebut dan membawa kinan ke sebuah ruangan
Kinan tak memiliki banyak waktu untuk berfikir,ia langsung mengikuti petugas tersebut keruang interogasi.
Kinan menangkap gambarannya,jika kemungkinan fani dijebak oleh seseorang.
Selesai diinterogasi kinan diijinkan bertemu dengan fani.
Fani terlihat pucat karena tanpa make up,,kinan langsung memeluknya dan menepuk nepuk pundak fani.
Setelah cukup puas berpelukan,fani melepaskannya lalu berkata ."kinan aku dijebak oleh rena,semalam dia datang ke bar dengan seorang pria,lalu mendekatiku dan mengambil tasku,meskipun aku tak melihatnya,tapi aku yakin kalau ini semua kelakuan rena,karena hanya dia yang memegang tasku."
"kamu tahu siapa pria itu,"tanya kinan penasaran
" aku tahu,dia pria yang selalu bersama dengan dewa,kalau gak salah namanya ren_"fani mencoba mengingat ingat.
"Rendy maksud kamu??" potong kinan
"iya..itu rendy,.perwakannya tinggi putih,,ya setinggi dewa lah" jawab fani membenarkan
"rena memang tak menyukaiku,begitupun dengan rendy,tapi kenapa mereka melibatkan dirimu??" tanya kinan yang dijawab gelengan oleh fani
"Tapi kenapa,mereka tak melaporkanmu ketika dibar,tapi malah melaporkanmu ketika diapartemen??" tanya kinan penuh selidik
"kinan,akan aku ceritakan sesuatu,tapi kau jangan marah ya.."ucap fani sambil menatap kinan penuh ketakutan
" jelaskan" ucap kinan datar
"sebenarnya dewa telah membeli bar itu untuk rena,jadi tak mungkin rena melaporkannya ketika aku dibar,karena bar pasti akan langsung diamankan oleh polisi" jelas fani menunduk
kinan sangat syok mendengar penjelasan dari fani,segitu cintanya dewa dengan rena hingga membelikan bar yang kinan taksir berharga milyaran
"kenapa kamu bisa tahu kalau bar itu dibeli dewa untuk rena?" tanya kinan setelah diam beberapa saat
"emangnya aku belum pernah cerita,kalau aku juga menanamkan modal dibar itu??" jawab fani mencoba mengingatkan kinan
"entahlah,aku pun lupa,akhir akhir ini terlalu banyak pikiran dikepalaku" ucap kinan lalu duduk dikursi yang telah disediakan dengan lemas
__ADS_1
"berapa dewa membayarnya..??" tanya kinan setelahnya