Dewaku

Dewaku
bab 43


__ADS_3

Gandengan tangan hakim membuat kinan bisa berjalan dengan lancar.


Ketika berjalan menuju ruang pesta kinan melihat dewa mengenakan jas hitam,kemeja putih yang bersih,dan fitur wajah yang tegas,Dewa terlihat paling tampan diantara para tamu yang lain.


"kenapa ada melinda nugraha ditempat ini,bukankah seharusnya ia tengah menikmati pesta ulang tahunnya yang juga diadakan malam ini??" tanya kinan lirih,Kinan melihat Melinda tengah menyapa beberapa tamu dan juga disamping nya ada Rena yang terlihat bahagia,


Hakim yang mendengarnya lantas menjawab pertanyaan kinan dengan mata menatap lurus kedepan "tentu saja ada melinda,karena ini memang acara ulang tahunnya,Anwar suganda adalah mantan suaminya,,meskipun mereka saling mencintai,tapi mereka tak bisa bersatu karena suatu hal,,"


Kinan langsung menoleh menatap hakim,lalu bertanya "bagaimana kau tahu??"


Hakim tak menjawab pertanyaan kinan,Ia terus melangkahkan kakinya tanpa melepas tautan tangannya dengan kinan.


"Hakim,aku adalah istri dewa,dan Melinda juga tahu kalau aku istrinya,Ini akan mempermalukan dewa ketika aku datang kepesta dengan orang lain dan bergandengan tangan seperti ini,tolong lepaskan,biarkan aku berjalan sendiri." pinta kinan sambil berusaha melepaskan tautannya


"Kinanti,jangan membuat ulah,malam ini kau pergi sebagai adikku,bukan sebagai istri dewa " geram hakim sambil mengencangkan tautan tangannya dengan muka muram.


Kinan langsung nengerucutkan bibirnya.


Setelah dekat dengan dewa,Kinan mengangkat pandanganya,ia melihat dewa tengah menyipitkan matanya,lalu menatapnya dengan pandangan tak suka karena melihat penampilannya yang mengenakan gaun warna hitam,dengan bahu terbuka diselah kanan dan rambut disanggul,Kinan terlihat anggun dan begitu seksi meskipun perutnya sudah sedikit membuncit.


Lalu dewa mengalihkan pandangannya pada hakim, dan menyapa sambil menjabat tangan hakim "pak hakim,lama kita tak bertemu??"


"jadi mereka saling mengenal??" batin kinan


"ya..sudah lama kita tak bertemu tuan dewa,," balas hakim sambil menganggukan kepalanya lalu menarik kinan.


"siapakah wanita yang disamping pak hakim ini,,?" tanya dewa sambil menatap kinan sebentar


"oh ini...ini adalah wanita yang selama aku cari,dia tunanganku.."Kinan yang mendengar jawaban hakim seketika terkejut sambil memelototkan matanya,lalu ia menatap dewa yang seketika berwajah dingin

__ADS_1


"sejak kapan anda mempunyai teman dekat wanita,,yang saya dengar anda tak pernah mendekati wanita manapun,apakah anda diam diam menyukai wanita yang sudah bersuami??" tanya dewa masih berusaha menampilkan senyumannya.


Hakim langsung mendekap kinan dari samping sambil terkekeh kemudian ia berkata "mana mungkin aku tak punya teman dekat wanita,saya hanya tak ingin kekasih saya ini menjadi tak nyaman berada didekat saya hanya karena dia sangat menarik,,seperti anda ini contohnya dari tadi memandangi kekasihku dengan mata tanpa berkedip seperti akan memangsanya saja .."


Dewa terkekeh mendengar kata kata hakim yang tengah mengejeknya lantas ia berkata "anda tenang saja pak hakim,saya bisa mendapatkan sepuluh wanita yang lebih dari wanita disamping anda ini,saya tak begitu tertarik dengan wanita milik orang.."


Kinan langsung menatap dewa dengan senyum mengejek "kita lihat saja nanti,," batinnya


Lalu hakim menarik tangan kinan dan membawanya pergi dari hadapan dewa,


"dewa." terdengar suara lemah lembut yang tak asing bagi kinan,


Kinan langsung menoleh kebelakang dan melihat Rena tengah menghampiri dewa,lalu rena memeluk tangan dewa dan kemudian mereka berjalan dan menghampiri rendy yang sedang berbincang dengan beberapa orang kenalannya.


Kinan menundukkan dirinya lalu berkata dengan sangat lirih "semua sudah jelas,dan aku tak perlu merasa bersalah karena telah menolak ajakannya dan memilih pergi dengan hakim"


Dalam hatinya hakim berjanji akan membuat kinan bahagia meskipun tanpa dewa.


"Dewa,ternyata kinan datang,tapi kenapa ia tak pergi denganmu malah pergi dengan hakim,,apakah mereka punya hubungan serius??" tanya rena berusaha memanas manasi dewa.


Dewa tak menjawab pertanyaan rena,ia memilih untuk menyapa tamu lain yang juga ia kenal.


Kinan dan hakim yang baru saja masuk langsung disambut oleh melinda "pak hakim terima kasih sudah mau datang,dan siapa wanita ini,,??"


Mungkin karena sudah berumur juga jadi matanya sedikit bermasalah dan tak mengenali kinan yang kali ini merias wajahnya,sehingga terlihat sedikit berbeda


"bu melinda,anda sangat cantik sekali malam ini ,.." ucap hakim sambil menjabat tangan melinda kemudian cipika cipiki.


Sambil terus menatap kinan,Melinda tersenyum kemudian berseru "bukan kah ini nona kinan,istri pak dewa,anda sungguh sangat cantik,hingga aku tak mengenali dirimu,maafkan aku,,.."

__ADS_1


Kinan mengangguk kemudian mereka juga cipika cipiki,


Melinda menatap kinan dan juga hakim secara bergantian seperti keheranan lalu berkata "apakah kalian saling mengenal,kenapa kalian bisa bersama??"


"tentu saja kami sudah saling mengenal dari kecil,." ucap hakim sambil tersenyum.


Melinda seperti akan bertanya lagi namun itu tak terjadi karena tiba tiba ada seorang pria masuk menggunakan jas dan berperawakan gagah dan wajah tampan berjalan dengan diiringi empat pria berperawakan seperti bodyguard.


"Dia adalah anwar suganda,dimanapun ia berada pasti orang orang akan merasa takut dan segan dengannya,meskipun orang itu bangsawan sekalipun" ucap hakim dengan suara rendah


"jadi ini anwar suganda itu,kenapa aku merasa tak asing ya dengannya.?" tanya kinan dengan suara lebih rendah karena takut didengar orang lain.sehingga hakim pun tak mendengar juga


Kinan melihat dewa menggandeng tangan rena,lalu berjalan kearah melinda dan juga anwar yang sedang berbincang.


Melinda langsung membisikkan ditelinga anwar "dia adalah anak kita yang telah dua puluh tahun lalu hilang" .Lalu anwar memandang rena dengan ekspresi berubah ia menjadi terkejut.


Rena menatap anwar suganda dengan mata manja.


"Rena adalah putri melinda dan anwar yang telah dua puluh tahun hilang,," ucap hakim memberi tahu


Setelahnya hakim mengajak kinan untuk mengahmpiri melinda dan juga anwar berserta dewa dan juga rena yang telah selesai berbicara


Melihat kinan,Anwar langsung terkejut,Melinda yang tahu apa yang tengah dipikirkan oleh anwar langsung membisikan kembali ditelingannya "aku mengira kalau kinan ini putri kita,dia sangat mirip dengan ku,bibirnya persis seperti punyamu,dan juga tahi lalat dipergelangan tangan kanannya itu yang membuatku yakin kalau dia putri kita,namun DNA membuktikan kalau rena lah putri kita yang sebenarnya ditambah gelang tangan bermata yang kita tinggalkan dulu ada padanya"


Setelah mendengar kata kata melinda barusan anwar langsung kembali berwajah normal,namun dalam hatinya,ia lebih yakin kalau kinanlah putrinya, "pasti ada seseorang yang telah merencanakan sesuatu"


Hakim melepaskan tangan kinan dan langsung melangkah maju untuk bersalamam dengan anwar.


Setelah terlepas dari tangan hakim,kinan pergi untuk mencari dewa.

__ADS_1


__ADS_2