Dewaku

Dewaku
bab 50


__ADS_3

Dengan sedikit mengantuk kinan menjawab "aku tidak menghindarimu karena hal lain,aku menghindarimu karena badanmu masih sedikit basah,dan itu membuatku tak nyaman"


Dewa bangun mengambil handuk,lalu ia memberikannya kepada kinan sambil berkata "bantu aku untuk mengeringkan"


Kinan menerima handuknya,lalu mengerjakan apa yang diperintahkan dewa.Kemudian kinan berbalik sambil berkata "sudah kering,aku mau tidur lagi" lalu melemparkan handuk kesembarang arah.


Dewa berbaring lagi sambil memeluk kinan ia berkata "lain kali kau harus membantuku untuk mengeringkan nya,"


Kinan diam untuk beberapa saat,lalu berkata dengan nada sedih "Dewa kamu melakukan kesalahan lagi kan,dan kamu merasa bersalah lantas mendekatiku untuk menebus kesalahanmu itu"


Suasana terasa hening untuk sesaat,lalu kinan berkata lagi sambil memejamkan matanya" bisakah seseorang bertahan karena rasa bersalahnya"


"lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi,"ucap dewa dengan rendah lalu mencium rambut kinan.


" bolehkan aku memintanya lagi,aku akan melakukannya pelan pelan" tanya dewa hati hati


Kinan tak menjawabnya,dia tak tahu harus berkata apa.


Waktupun berlalu,tapi kinan tak bisa tidur dipelukan dewa karena mendengar dengkuran yang cukup keras serta ia tak ingin dipeluk oleh dewa,karena itu sangat mengganggunya.


Kinan mencoba melepaskan tangan dewa yang sedang melingkari perutnya sambil berkata "dewa aku tak bisa tidur jika begini"


"hmmm" jawab dewa tanpa melepaskan tangannya di perut kinan.


Kinan menghela nafasnya lalu berkata lagi dengan suara lebih rendah "dewa,aku tak bisa tidur jika terus mendengarkan dengkuranmu,lagian aku juga tak bebas jika perutku kau peluk begini,"


"kalau sudah terbiasa pasti kamu nanti akan tertidur" ucap dewa sambil membuka matanya sedikit,lalu ia menambahkan lagi "sudahlah ayo tidur"


Kinan memejamkan matanya,lalu tak lama kemudian ia pun tertidur.


Malam ini kinan tertidur karena kelelahan,pagi pagi ia terbangun karena ulah dewa,kinan membuka matanya dan melihat dewa yang sedang meraih surga dunia,dewa menggerakkannya penuh kehati hatian hingga sampai puncaknya.


Setelah itu Dewa membersihkan kinan sambil berkata "tidurlah lagi,ini masih pagi " kemudian dewa mengecup kening kinan.


Selanjutnya dewa pergi kekamar mandi,lalu berganti pakaian.


Tak lama kemudian Kinan mendengar mobil dewa yang pergi menjauh meninggalkan halaman.


Dan kinan pun kembali tidur hingga tebangun pukul sembilan pagi.


Tak lama setelah kinan bangun,dewa menelponnya


"halo,," jawab kinan sambil berbaring


"sudah bangun??" tanya dewa dengan suasana hati yang baik


"sudah" jawab kinan dengan suara khas bangun tidurnya

__ADS_1


"bangunlah dan segera siap siap,kita sarapan bersama,aku menunggumu dikantor"ucap dewa 


" aku akan sarapan dirumah."ucap kinan sambil bangun dari berbaring


"alvin sudah menunggumu dibawah," jawab dewa,lalu kinan mendengar ketukan pintu dari ujung telpon."aku menunggumu"tambah dewa lalu memutuskan sambungan telponnya sebelum kinan memberi alasan lain,karena ia tak menerima penolakan dari kinan.


Setelah mandi kinan turun kebawah,ia melihat yuni sedang menyajikan teh untuk alvin yang sedang berwajah muram sambil duduk diruang tamu.


Melihat kinan,yuni tersenyum dan berkata "nyonya,tuan dewa menyuruh asistennya untuk menjemputmu,,"


Kinan menatap meja makan yang kosong,yuni yang melihat itu dan tahu isi pikiran kinan langsung berkata "tuan dewa memintaku untuk tak menyiapkan sarapan untukmu,karena tuan sudah menyiapkannya dikantor."


Kinan mengangguk,kemudian ia meninggalkan rumah dengan Alvin.


Tiba dikantor, alvin langsung membawa kinan keruangan dewa.


Setelah menyajikan segelas air,alvin lalu pergi,sedangkan dewa,dia sedang mengadakan rapat secara virtual


melihat kinan masuk,dewa langsung bangun dan memberikan setoples permen,lalu mengecup kening dan bibir kinan sekilas,kemudian kembali melanjutkan rapatnya.


Sambil menunggu dewa,Kinan duduk disofa sambil


memainkan hp nya.


Dan tak lama kemudian dewa menyelesaikan rapatnya dan duduk disamping kinan sambil berkata "apakah sudah lapar??"


Dewa menghubungi alvin sambil memainkan jari jemari kinan dan mengecupnya.


Sambil tersenyum dewa berkata "apakah masih sering merasakan sakit kepala?"


Kinan menggelengkan kepalanya,lalu berkata "kita akan makan apa?"


"sebentar lagi pasti kamu akan tahu," ucap dewa sambil memeluk kinan,kemudian meletakkan kepala kinan didadanya.


Kinan merasa kurang nyaman,ia berusaha melepaskan diri dari dewa,namun dewa menariknya kembali dan memeluk pinggangnya sambil berkata "biarkan aku memelukmu sebentar,aku masih rindu denganmu setelah berhari hari jauh darimu"


Setelah alvin masuk,dia membawa tas yang berisi beberapa kotak berisi makanan dari restoran kesukaan dewa.


Setelah meletakkan tas Alvin pergi keluar.


Dewa sedang menerima telpon,jadi kinan berinisiatif mengeluarkan kotak kotak tersebut dari dalam tas.


Melihat dewa yang sedang sibuk,kinan makan lebih dulu,karena ia harus segera kembali kekantornya agar kerjaannya segera kelar.


Saat kinan keluar,ia berpapasan dengan rena,walau sedikit terkejut tapi kinan mencoba untuk mengabaikannya.


Rena datang dengan membawa kotak makanan ditangannya,Ia akan memberikan makanan tersebut untuk dewa.

__ADS_1


Melihat kinan yang keluar dari ruangan dewa,rena menghalangi kinan untuk pergi sambil bertanya "ada apa kamu diruangan dewa?"


Kinan menatap rena sambil mengangkat alisnya dan berkata "nona rena kamu sudah memakai baju mahal,dan semua yang menempel dibadanmu mempunyai harga mahal dan berkelas,tapi kenapa pikiranmu masih dangkal dan tampak tak berkelas."


"apa maksud dari kata katamu itu,asal kamu tahu ya,aku lebih terpandang dibanding dirimu,jadi hanya aku yang pantas untuk dewa"ucap rena dengan wajah angkuhnya.


"oh kalian memang sangat serasi." ucap kinan yang tak mau meladeni rena lagi


Dan rena yang mendengar jawaban kinan sangat terkejut.


Kinan langsung akan pergi menuju ruangannya,namun tiba tiba ia tersandung dan akan jatuh,sehingga secara reflek dia langsung menarik tangan rena,dan akhirnya mereka benar benar  terjatuh secara bersamaan.


Rena yang jatuh terduduk,sedangkan kinan ia terjatuh dengan tumpuan kedua lututnya.


"ah.." teriak rena kesakitan


Dewa dan alvin buru buru keluar karena mendengar teriakan tersebut.


Dewa keluar dengan hp yang masih ditangannya, ia menatap kinan dan rena secara bergantian.


Namun dewa menolong rena terlebih dahulu,baru dia menuju kinan untuk menolongnya,tapi ia kalah cepat dengan alvin,sehingga kinan ditolong oleh alvin.


Lagi lagi kinan merasakan sakit hatinya,walaupun ia sudah menebak sebelumnya,kalau dewa pasti akan lebih mengutamakan rena dibanding dirinya.


"apakah ada yang sakit?" tanya dewa dengan suara yang dalam yang ditujukan kepada kinan.


Kinan menggelengkan kepalanya lalu berkata sambil menatap lengan rena yang tergores "nona rena terluka,kamu rawatlah dia,aku akan kembali keruanganku."


Kemudian kinan menatap alvin dan bertanya "bisakah kamu menuntunku untuk pergi keruanganku?"


Alvin mengangguk,lalu menuntun kinan untuk berjalan.


"dewa sakit.."ucap rena sambil menangis dan menatap dewa lalu menjatuhkan dirinya kelantai.


Dewa melirik kinan,lalu menatap alvin dan berkata," bantu nona rena bangun,dan antarkan dia kerumah sakit."


Alvin menjawab dengan anggukkan kepalanya


"Aku tidak mau diantarkan oleh dia,aku maunya kamu" ucap rena seperti anak kecil,lalu ia menambahkan "Atau aku akan tetap disini selamanya!"


"Aku banyak kerjaan!" jawab Dewa lalu pergi meninggalkan Rena dan masuk keruangannya.


Melihat Dewa yang pergi meninggalkan dirinya dan tak memperdulikannya,Rena menatap Alvin dan Kinan lalu berteriak "Kinan kamu sengaja kan melakukan ini??"


"Maaf aku tak sengaja menarikmu,aku reflek." jawab Kinan.


Setelahnya Alvin mengantar Rena kerumah sakit,dan hanya tersisa kinan yang sedang duduk dikursi yang diambilkan Alvin.

__ADS_1


__ADS_2