Dewaku

Dewaku
bab 12


__ADS_3

Karena tak mau menambah kemarahan dewa,kinan akhirnya menuruti perintah dewa untuk membeli makanan


Pada tengah malam ini kinan mengelilingi kota untuk mencari makanan yang dewa maksud.


Setelah membeli,kinan langsung keluar dari restoran tersebut,Tapi ketika ia akan menjalankan mobilnya tiba tiba hujan turun begitu lebatnya..


Karena jalan terdekat menuju rumahnya biasanya banjir jika hujan turun lebat begini maka kinan inisiatif mencari jalan lain yang tentunya lebih jauh.


Tetapi kinan sama sekali tak menyangka kalau mobilnya kehabisan bahan bakar ditengah jalan seperti ini,apalagi jalan menuju rumahnya masih jauh.


Karena mobilnya tak mau jalan ditengah daerah yang terpencil seperti ini,dan tak mungkin juga dirinya memanggil taksi online,lantas kinan menengok ke hpnya yang batrenya hampir mau habis.


Karena tak ada pilihan lain kinan menghubungi dewa melalui pesan kalau dirinya tengah terjebak ditengah jalan terpencil karena kehabisan bahan bakar.


Menunggu balasan dari dewa yang tak muncul muncul akhirnya kinan memilih untuk meninggalkan mobilnya dan juga hpnya.Ia keluar dari mobil serta tak lupa makanan dan payung ia ambil untuk dibawa pulang


Kinan berjalan ditengah derasnya hujan ditengah malam seperti ini sendirian.


Ia berharap akan ada mobil yang lewat dan mau ia tumpangi untuk mengantar dirinya sampai rumah.


Mungkin karena nasibnya sedang buruk,kinan sudah berjalan cukup jauh pun belum ada mobil ataupun kendaraan roda dua yang lewat.


Sedangkan bajunya sudah basah kuyup karena tertiup angin yang membawa air hujan sehingga kinan menggigil kedinginan, ditambah perutnya yang sakit mungkin karena dirinya yang belum makan sedari siang tadi.


kinan yang sudah tak tahan dengan rasa sakit juga kedinginan akhirnya tumbang berbarengan dengan suara decit mobil yang berhenti disampingnya.


Ketika kinan sadar dirinya bingung karena dikelilingi oleh putih putih"mungkingkah aku sudah mati"lirih kinan yang didengar oleh dewa


"dasar bodoh.." bisik dewa disamping kinan

__ADS_1


Kinan yang mendengar kalau itu suara dewa langsung menoleh kesamping


"de dewa...aku ada dimana.." kinan bertanya dengan suara lirih namun masih bisa didengar oleh dewa


tanpa menjawab pertanyaan kinan dewa langsung mengambilkan segelas minuman hangat untuk kinan dan mendekatkan kebibir kinan dengan satu tangannya memegang kepala kinan dari belakang untuk membantu kinan supaya mudah untuk minum dan tak tumpah membasahi kinan.


"Terima kasih.."ucap kinan setelah selesai meneguk minumannya sambil menatap kearah dewa


Dewa hanya diam,sambil menatap wajah kinan lalu beralih kearah perut kinan.


kinan yang bingung dengan gerak gerik dewa,berusaha untuk bertanya..." dewa,.apa yang kamu lihat,kenapa_?"belum sempat kinan melanjutkan pertanyaannya  tiba tiba pintu terbuka dengan dorongan yang keras dari luar


Renata datang dengan mata memerah karena marah,dan tiba tiba mencekik kinan yang sedang diinfus "kenapa,kenapa kamu hamil,kinanti kenapa kamu hamil setelah aku kehilangan anak dalam kandunganku,aku tak akan pernah mengizinkanmu melahirkan anak mu ini,kamu juga harus kehilangan anak seperti ku,"


Kinan kesulitan bernafas karena cekikan rena yang begitu kencang.


"aku tak akan membiarkan anak mu ini lahir,sehingga mengikatmu dan dewa,aku tak akan membiarkan itu terjadi" teriak rena sambil terus memcekik leher kinan.


"renata lepaskan." teriak dewa sambil menarik rena dan melepaskan cekikan tangan rena dari leher kinan.


Mungkin karena terkejut dengan teriakan dewa sehingga ia langsung melepaskan cekikannya,lalu ia merosot dan menangis.


Dewa langsung menangkap tubuh rena dan memeluknya sambil mengelus elus rambut rena"dewa,kamu pernah bilang padaku,kalau kamu tak akan pernah mengizinkan wanita manapun mengandung anakmu,,"ucap rena disela sela isakannya.


Kinan merasa lega karena akhirnya rena melepas cekikannya ,namun merasakan periih ketika melihat adegan dewa dan rena.


Sambil melirik kearah kinan, dewa berkata"kamu jangan menangis,kamu baru saja sembuh,perubahan emosi yang tiba tiba tak baik untuk kesehatanmu"dewa mencoba menenangkan rena tanpa melepaskan pelukannya ke rena.


"dewa,kamu tak akan membiarkan kinan melahirkan bayinya kan,??" tanya rena melepaskan pelukan dewa dan menatap dewa sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Kinan yang terkejut dengan pertanyaan rena langsung memperhatikan raut wajah dewa,menunggu jawaban apa yang akan dewa berikan.


Dewa langsung menatap kinan sebentar,kemudian menarik rena kedalam pelukannya lagi lalu berkata"rena,jangan membuatku berkata yang tidak tidak."


jawaban dewa membuat kinan lega,"syukurlah dewa tak ada niat untuk menyingkirkn bayi ini"batin kinan sambil mengelus elus perutnya dan tersenyum tipis.


Dewa yang melihat itu langsung ikut tersenyum.Dewa merasa senang karena bisa melihat senyum istrinya sambil mengelus elus perutnya.inilah momen yang membuat dewa semakin merasa paling bahagia.


"tidak tidak bagaimana,,"rena yang baru tenang kembali sedih,dan air matanya kembali mengalir ia menangis lagi sambil memgungkit ungkit masa lalu " dewa,kamu sudah berjanji pada kakakku,kalau kau akan selalu menjagaku,,sekarang dia sudah tiada,dan aku tak punya lelaki yang bisa menjagaku selain dirimu"


Rena menangis histeris sambil menunjuk kearah kinan" kamu tidak akan menceraikannya,lalu dia akan melahirkan anak kalian,dan menjadi keluarga yang bahagia,dan melupakan aku,kamu akan mengingkari janjimu kepada kakakku untuk selalu menjagaku...bukan..bukan itu yang aku mau.."


Rena terus menagis dipelukan dewa,seperti anak kecil yang tersesat tak tau jalan pulang.


Dewa merengkuhnya,mencoba menenangkan rena" aku tak akan pernah mengingkari janji itu,aku akan tetap menjagamu tanpa harus menghilangkan janin yang tak bersalah itu,"


Rena menatap dewa lalu berkata"aku mohon dewa,tolong jangan biarkan dia melahirkan anak itu,aku tak ingin dia dan juga anaknya membuatmu lalai akan janjimu untuk selalu menjagaku"


Dewa yang tak terima dengan kata kata rena langsung marah dan membentaknya"Rena,jangan melampaui batasmu,kamu tak ada hak untuk berkata seperti itu"


Rena yang terkejut dengan bentakkan dewa langsung mendorong dewa dan menyambar pisau buah dinakas,Ia menyayat pergelangan tangannya.


Rena memilih mengakhiri hidupnya dari pada harus kehilangan Dewa.


Dewa yang melihat itu langsung mengangkat rena untuk membawanya ke unit gawat darurat,namun karena tangan rena memegang kepala ranjang dan menolak untuk dibawa ke unit gawat darurat sebelum dewa berjanji untuk  memilih antara dirinya atau bayinya.


kinan yang terkejut dengan kejadian yang tiba tiba tersebut,tak bisa berbuat apa apa


Dan pada akhirnya kinan berkata sambil menatap dewa"rena...kamu jangan khawatir...aku akan..."kinan berusaha untuk menguatkan hati nya untuk mengucapkan kata kata yang sangat menyakitkan ini.....

__ADS_1


__ADS_2