Dewaku

Dewaku
ban 33


__ADS_3

Kinan terkejut,karena yang berdiri dibelakangnya bukanlah Fani,melainkan seorang pria berwajah kelam,dan sorot matanya yang tajam serta sosoknya yang ramping berdiri dipintu seperti penjaga


Kinan mengerutkan keningnya lalu berkata dalam hatinya "Bukankan Rendy barusan bilang kalau Dewa sedang bersama Rena,tapi kenapa sekarang dia ada disini,,"


"Oh pasti setelah puas dengan Rena dia mencariku...cuih menjijikkan" Tambah Kinan dalam hatinya.


"Siapa yang kamu tunggu.." Tanya Dewa sambil bersender dikusen pintu.


Kinan tak meperdulikan Dewa,ia menjawab dengan malas "Siapa lagi yang aku tunggu ditengah malam begini,kalau bukan orang yang bisa membebaskanku dari kesepian"Lalu Kinam melanjutkan langkahnya.


Kinan memulai lagi pekerjaannya yang tertunda akibat membukakan pintu.


Dewa melotot mendengar jawaban dari Kinan tersebut,ia langsung menarik Kinan dan menjepitnya ditembok "Maksud kamu apa??"


"Apa begini bisa membebaskanmu dari kesepian??" Tanya Dewa setelah ******* bibir Kinan dengan kasar


Kinan hanya diam, lalu Dewa mengecup kening Kinan dengan sayang.


"Kenapa kamu tak pulang??" Tanya dewa dengan suara serak karena sedang menggigit bibir Kinan.


"Kenapa kau terus terusan bersembunyi disini,,jangan selalu meninggalkan rumah ketika marah.." Ucap Dewa sambil mengelap bibir Kinan dengan jempolnya.


"Dewa,biarkan aku pergi,,"Ucap Kinan dengan memelas "Lagian kamu gak tau malu banget sih,habis menyentuh Rena sekarang menyentuhku..menjijikan.."Batin Kinan


"Menurutmu,apakah sekarang aku bisa melepaskanmu,," Ucap Dewa sambil menciumi dan menggigit telinga Kinan.


Biasanya kinan akan menanggapi,tapi tidak untuk sekarang,ia masi ingat kata kata Rendy barusan kalau Dewa habis bersama dengan Rena.


Dewa terus menciumi Kinan,dan tangannya mulai bergerilya dititik tertentu bagian dari tubuh Kinan.


Namun Kinan hanya diam tak meresponnya.


Karena Kinan diam, Dewa langsung merobek baju Kinan hingga putus semua benang benangnya.


"Dewa,sepertinya aku sudah tak tertarik denganmu lagi " Ucap Kinan dengan dingin.


Kinan berharap kata katanya bisa menghentikan kegiatan Dewa.


Namun ia salah,Dewa malah semakin gila,tanpa membalas kata kata dari Kinan,Dewa langsung membopong Kinan dan membawanya kekamar.

__ADS_1


"Dewa lepaskan aku,," Teriak Kinan dengan perasaan hancur "Kamu tak seharusnya melakukan ini padaku,jika kamu lagi ingin sebaiknya kamu menemui Rena dan minta dia untuk memuaskanmu,bukan aku yang sedang hamil"


"Kamu telah mencurahkan cintamu kepada Rena.Rena juga yang kau dekap serta kau peluk,maka dialah yang seharusnya melayanimu,bukan aku" Ucap Kinan berusaha menyadarkan Dewa.


Dewa langsung terdiam dan melepaskan Kinan,


"Istirahatlah"Icap Dewa lalu pergi meninggalkan Kinan tanpa menoleh.


Kinan yang sudah terlepas dari Dewa langsung berlari kekamar mandi dan jatuh terduduk dilantai dengan lemas.


Ketika Fani masuk..Kinan masih terduduk dilantai kamar mandi.


Melihat kinan yang menyedihkan Fani langsung berlari kearah Kinan.Fani bertanya dengak panik " Apa yang kamu lakukan?Jika kau tak mencintai dirimu sendiri,seenggak nya cintailah dan pikirkan lah bayi dalam perutmu."


Setelah memapah Kinan keluar dari kamar mandi dan membantu Kinan memakai bajunya.Fani membuatkan madu hangat dengan perasan lemon.


"Menurutmu,apakah Dewa bisa mencintaiku karena anak ini??" Tanya Kinan sambil menunjuk perutnya.


"Itu mungkin saja,tapi menurutku Dewa itu mencintaimu namun karena dia kaku.Ya jadinya beginilah, dia tak tahu cara mengungkapkanya" Jelas Fani setelah berpikir untuk beberapa saat.


"Itu benar,sudah banyak contohnya,tapi apakah Dewa tetap akan nencintaiku ketika bayi ini tiada??" Tanya Kinan bingung


Fani terkejut dengan pertanyaan Kinan.Lalu ia berkata "Apa maksudmu?Kamu tak ada niat untuk melenyapkannya kan?kamu harus dan pasti akan melahirkannya."


**


Kinan yang tahu kemana arah Rena akan bicara langsung memotongnya "Hubungi Sutisna dan minta untuk segera mengerjakannya,kamu urus dan awasi semua prosesnya"


"Anda juga harus segera melakukan kunjungan bisnis bu.." Ucap Rina mengingatkan.


Kinan mengiyakannya.Lalu mereka mengakhiri telponnya.


Setibanya dikantor Kinan bertemu lagi dengan Rendy,


"Oh Tuhan...tolonglah aku.." Ucap Kinnan sambil memijit pelipisnya


"Selamat pagi ibu Kinan,apakah semalam Dewa menemani tidurmu??" Tanya Rendy mengejek


"Tentu saja tidak pak Rendy.Karena aku menyuruhnya pergi untuk menemani Rena.Supaya wanita simpanan itu tak merasakan kedinginan." Ucap Kinan lalu dirinya masuk kedalam kelift.

__ADS_1


"Bu Kinan semua dokumen ini harus segera ditanda tangani.Tim Irfan seharusnya menyelesaikan dalam waktu dua hari,karena selanjutnya mereka harus pindah ke provinsi lain.Sedangkan untuk tim Sutisna akan datang hari ini," Ucap Rina sambil meletakkan setumpuk dokumen dimeja Kinan.


Kinan menganggukan kepalanya sambil memeriksa dokumen.Sambil menanda tangani Kinan berkata "Kamu harus terus mengawasi keuangan Wijaya Group,kalau ada masalah segera hubungi aku,"


Setelah selesai menanda tangani semua dokumen, Kinan langsung menghubungi dr Haikal.


"Hallo dok,." Sapa Kinan setelah telponnya diangkat


"Iya bu Kinan,apakah ada keluhan??" Tanya dr Haikal khawatir


"Saya akhir akhir ini gampang pusing dan saya juga akan melakukan perjalanan bisnis,apakah itu aman untuk kehamilan muda seperti  ku ini??" Tanya Kinan 


"Mungkin bu Kinan mengalami anemia.Bu Kinan harus segera minum obat penambah darah,nanti akan saya resepkan beberapa vitamin untuk bu Kinan selama perjalanan bisnis,untuk penambah darahnya nanti akan saya antarkan." Ucap dr Haikal.


Kinan mengiyakan dan mengucapkan terima kasih lalu ia mematikan sambungan telponnya.


***


Setelah beberapa hari tak pulang kerumahnya.Akhirnya Kinan memutuskan untuk pulang kerumahnya dengan berbagai pertimbangan.


Setelah pekerjaan kantor selesai Kinan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah.


Kinan tak menyangka kalau Rena akan muncul dipintu masuk rumahnya.


Karena capek dan juga benci dengan Rena.Kinan berusaha menghancurkan Rena.


"Kalau Rena mati maka Dewa akan menjadi milikku seutuhnya" Ucap Kinan sambil menatap Rena penuh kebencian serta amarah didadanya.


Dan setelahnya Kinan langsung menekan pedal gasnya ingin menabrak Rena.


Saat mobil melaju kencang kearah Rena.Tiba tiba Dewa muncul didepan Rena dan menatap Kinan penuh emosi.


Kinan langsung menginjak pedal rem,lalu bingung setelahnya.


Dewa langsung membuka pintu mobil dan menyeret Kinan keluar "Apa yang kamu lakukan Kinanti" Tanya Dewa dengan geram


Kinanti kehilangan kendali atas tubuhnya.Ia langsung akan jatuh kelantai,namun karena Dewa sigap jadinya tubuh Kinan jatuh dipelukan Dewa.


Sambil menatap Dewa,air mata Kinan jatuh "Dewa bisakah kamu mengusirnya dari sini??" Tanya Kinan dengan air mata yang terus mengalir

__ADS_1


"Dewa,aku sangat mencintaimu lebih dari dia,aku tak ingin melihatnya disini,aku akan membunuhnya jika dia masih disini " Tambah Kinan


Kinan membiarkan perasaanya meluap saat berada dipelukan Dewa.Semua keburukannya ia tunjukkan didepan Dewa.


__ADS_2