
Dengan tangan dan bibir gemetar Kinan mengangkat telpon tersebut ketika telah sampai dikamarnya,dan berkata dengan suara gugup "Apa yang kamu inginkan??"
"Haha.." sipenelpon tertawa dengan santai lalu berkata "Kinanti,kenapa suaramu terdengar gugup seperti itu,oh ayolah, tenang adikku,aku hanya ingin bertemu denganmu,aku mencari cari adik ku tapi tak kunjung muncul,dan akhirnya aku menemukan!"
Sambil menggigit bibirnya Kinan berkata "Hakim,waktu itu kita masih sama sama kecil,sekarang kita sudah dewasa dan mempunyai kehidupan masing masing,tolong jangan mencari ku lagi,lupakan kita!"
"Kinan kita itu bersaudara,mana mungkin aku tak mencarimu dan melupakanmu begitu saja!Tanpamu hidupku tak ada artinya,kita pasti akan saling membutuhkan Kinan.Mungkin tidak sekarang,tapi bisa saja nanti kita saling membutuhkan adikku."
Kata kata Hakim membuat hatinya sedikit menghangat,namun seketika itu juga Kinan teringat kejadian beberapa tahun silam yang membuatnya langsung bergidik ngeri.
"Hakim,sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku??" tanya Kinan dengan suara mengecil
"Kamu Kinan!Aku menginginkanmu berada di sampingku.Aku ingin kau selalu mengandalkan aku disetiap masalahmu!Biarkan hidupku ini ada artinya Kinan." ucap Hakim dengan suara serak.
"Datang ke alamat yang aku kirimkan melalui pesan!" tambah Hakim, tanpa menunggu jawaban dari Kinan ia langsung mengakhiri telponnya.
Kinan yang tak mau dihantui oleh rasa takut dan rasa bersalahnya kepada Fani,maka ia memilih untuk bertemu dengan Hakim.Agar Hakim bisa segera menjauh dari hidupnya dan juga Fani.
Kinan yang sedang memikirkan bagaimana caranya agar Hakim bisa menjauh darinya tiba tiba dikejutkan dengan suara panggilan masuk dari Dewa
"Segera bersiap siap,kita akan pergi kepesta." ucap Dewa dengan suara dingin dan tenang.Setelah kinan menjawab panggilan dari Dewa.
"apakah ini pesta penting?jika tidak aku ingin istirahat dirumah saja,karena aku masih kecapekan dari perjalanan bisnis kemarin" jawab kinan sambil mengurut keningnya,karena pusing memikirkan masalahnya dengan hakim.
setelah diam beberapa saat dewa menjawab dengan suara penuh kekhawatiran "apakah kamu merasakan kram pada perutmu lagi ,atau kakimu sakit??"
"tidak dewa!aku hanya kecapekan dan lagi malas keluar untuk sesuatu yang tak begitu penting,tak apa kan??" jawab kinan sambil menggelengkan kepalanya.
"tentu saja tidak apa apa,istirahatlah!jangan lupa makan dan minum vitaminnya."ucap dewa dengan suara penuh kelembutan.
Setelah menutup telpon dari dewa,kinan langsung bersiap siap untuk mendatangi alamat yang telah dikirimkan oleh hakim..
__ADS_1
" bukan kah ini butik langganan orang orang kaya?" monolog kinan setelah sampai didepan butik.
Kinan langsung keluar dari taksi dan masuk kedalam,sambil berusaha menghubungi hakim,untuk menanyakan apakah benar ini tempatnya.
Belum sempat telponnya terhubung,tiba tiba ada seorang wanita berseragam menghampirinya.
Dengan tersenyum wanita tersebut bertanya "apakah anda nona kinanti??"
Kinan hanya menganggukkan kepalanya karena bingung.
"nona mari masuk,kami hanya perlu memolesmu sedikit,karena kulit dan wajah anda sudah sangat cantik,pasti tak akan membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan kesempurnaan diwajah anda" ucap wanita tersebut sambil tersenyum.
Kinan tidak bodoh,setelah mendengar kata kata wanita tersebut ia tahu,kalau dirinya akan dirias,tapi untuk apa?itulah pertanyaan yang mengganjal dipikirannya.
Akhirnya kinan pun mengikuti wanita tersebut,lalu ia dibawa kelantai dua dibutik tersebut.
Dan wanita tersebut memilih beberapa gaun untuk kinan kenakan,sebelum di rias kinan bertanya kepada wanita tersebut "apakah hakim menyuruh kalian untuk meriasku,jika iya untuk acara apa??"
"nona sudah selesai,anda juga sudah ditunggu oleh seseorang dibawah,untuk menjemput anda " ucap wanita tersebut dengan senyum yang terus mengembang
kinan menganggukkan kepalanya,lalu keluar.
Kinan mengira kalau hakim yang menjemputnya,ternyata hakim hanya mengirimkan mobil beserta sopirnya.
begitu keluar kinan langsung disambut oleh sopir tersebut dengan senyum yang mengembang diwajahnya sambil membuka pintu mobilnya lalu berkata " silahkan nona kinanti,anda sudah ditunggu oleh pak hakim."
Kinan hanya menatap sopir tersebut dengan wajah datar,lalu bertanya dengan nada judes "dimana alamatnya,biar aku mendatanginya dengan taksi saja! "
"nona kinan tak mempercayai saya,kalau saya adalah sopir yang diperintahkan oleh tuan hakim untuk menjemput nona,nona bisa menghubungi beliau kalau begitu." ucap sopir tersebut dengan senyum sambil merogoh sakunya untuk mengambil hp nya
Kinan mengangguk kemudian menggeleng lalu berkata "tepatnya aku tak mempercayai kalian berdua,,tak usah kau menghubunginya,aku bisa menghubungi sendiri! "
__ADS_1
Sopir tersebut terkejut,lalu tersenyum."nona,ternyata benar apa yang dikatakan tuan hakim tentang nona kinan,tuan hakim hanya ingin mengajak anda kepesta untuk dikenalkan."
"cepat berikan alamatnya,biar aku berangkat sendiri " ucap kinan masih mempertahankan keinginannya.
"nona,jangan membuat saya malu,sebaiknya anda segera masuk,dan saya antarkan,tuan hakim sudah tahu dimana tempat tinggal fani,jadi dia siap untuk menjemputnya juga,jangan membuat tuan hakim sedih." ucap sopir tersebut dengan sopan
"sialan,ternyata dia mengancamku,ok!aku harus mengalah kali ini." batin kinan.
Dengan anggun akhirnya kinan masuk kedalam mobil yang telah disediakan oleh hakim.
Ketika mobil sampai didekat taman tiba tiba mobilnya berhenti,dan kinan disuruh keluar untuk masuk ke mobil yang telah disediakan,yang ternyata didalam mobil tersebut sudah ada hakim dengan penampilan rapi.
Dengan temperamen maskulin dan kulit lembutnya,hakim menatap kinan lalu berkata "sudah lama tak bertemu denganmu adikku kinannti."
Kinan sudah bersiap siap untuk keluar tapi tiba tiba suara hakim menginterupsi "kita baru saja bertemu,kuharap kau tak berbuat macam macam,,kita harus bisa bersikap layaknya adik kakak!"
"dimana fani,kamu tak boleh menyakitinya,aku akan berlaku sesuai kemauanmu malam ini" ucap kinan menahan rasa takutnya.
"dia baik baik saja," ucap hakim sambil mentap kinan lalu menyentuh hidungnya kemudian ia berkata lagi,,"kenapa kau kurus banget,apa kau tak bahagia hidup dengan dewa??"
Kinan tak menjawab pertanyaan hakim,ia memilih untuk memainkan jari jarinya,yang telah dicat warna peach sesuai seleranya.
"Dikota ini keluarga anwar adalah keluarga yang terkenal selama bertahun tahun,Selain sebagai tokoh militer dan politik dia juga memiliki pusat perbelanjaan yang begitu banyak,kamu harus berada disampingku supaya aku bisa mengenalkanmu kepada mereka sebagai saudaraku,yah meskipun tak sekandung,tapi aku begitu menyayangimu."
Kinan mengerutkan alisnya lalu berkata dalam hatinya "apakah ia segitu cerdasnya,sehingga ia bisa sukses dalam dunia politik dan bisnis serta juga IT nya"
Lima belas menit kemudian mobil berhenti didepan rumah mewah bergaya eropa.
Hakim keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk kinan, dengan anggun ia menggandeng tangan kinan lalu berbisik "ingat,kamu harus mematuhi ku untuk malam ini,,"
Kinan hanya mendengarkan kata kata hakim tanpa mau menjawab,
__ADS_1
Kinan turun dari mobil,dan balas menggandeng tangan hakim.