
Ketika tangan kinan akan mengambil segelas wiski tersebut,tiba tiba ada tangan yang menahannya.
Kinan langsung menoleh,sedikit kecewa sebenarnya karena yang menahannya bukan dewa melainkan reyhan
"Dewa..kinan sedang mengandung,apakah kau akan membiarkannya menghabiskan semua wiski ini dan membiarkan janin yang ada diperutnya lenyap,dan apakah kau akan mengijinkan pria lain menggantikan kinan meminumnya sendiri,lalu kau akan menyesal setelahnya " ucap reyhan sambil menatap dewa
Sedetik kemudian dewa langsung mendekap kinan
"dewa.."panggil rena dan rendy bersamaan
" Dia istriku,dia juga sedang mengandung buah hati kami,,maka sebagai gantinya akulah yang akan menghabiskan semua minuman ini."ucap dewa dan setelahnya ia langsung meneguknya.
Rena yang melihat semua itu seketika wajahnya memerah karena marah.kemudian ia berdiri lalu melirik rendy dan berkata "antar aku pulang"
Rena tampak jengkel dan tersinggung dengan kejadian yang tak ia duga.
Setelah kepergian rena,reyhan menyuruh dewa untuk pulang dan memanggil dokter untuk memeriksa kinan yang sudah pucat pasi dan berkeringat dingin.
Dewa langsung mengangkat kinan dan membawanya kemobil
"apa yang terjadi..." tanya dewa sambil menepuk nepuk pipi kinan agar tetap tersadar
"sakit banget perutku..." dengan suara lemah kinan berusaha menjawab.
Dewa yang melihat keadaan kinan langsung tancap gas,ia mengemudikan mobilnya seperti kesetanan.
daripada rumah sakit,jarak terdekat memang rumahnya sehingga ia memilih untuk pulang saja,
begitu sampai rumah ia langsung memanggil dokter haikal untuk memeriksa kinan.
Tak menunggu lama dokter haikal pun datang.ia langsung memeriksa kinan dan memberikan suntikan.setelahnya ia pulang karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kinan atau pun bayinya.
haikal berpesan kepada dewa untuk selalu menjauhkan alkohol dari ibu hamil,karena itu sangat berbhaya,ia juga berpesan kepada dewa,untuk mnjadi ayah siaga jika suatu saat ada sesuatu yang terjadi dengan kinan ataupun bayinya,segera membawanya kerumah sakit terdekat atau memanggilnya
kemudian kinan merasa sakitnya berkurang,lalu ia mengantuk,,tapi masih sedikit sadar ketika dewa membisikkan kata aku sayang kamu kinanti namun karena kinan matanya sudah sangat lengket ia tak membalasnya
dewa langsung melepaskan semua baju yang menempel pada kinan kemudian ia membersihkan tubuh kinan.
Pagi harinya kinan terbangun karena mendengar suara hp nya yang berdering,ternyata itu pesan dari fani ia mengirim pesan berbunyi
"bagaiman pria penghibur tadi malam??apa kamu merasa lebih baik sekarang?"
__ADS_1
" kamu tidak tahu,kalau wanita tak bisa begitu saja merasa nyaman dengan pria baru." balas kinan kemudian
tak lama kemudian fani menelpon kinan.
"halo.."sapa kinan
"sial,seharusnya kamu bilang lebih awal kepadaku,aku terlanjur memberikan dia tips besar semalam." pekik fani dengan suara lantang karena menyesal
"sudahlah,ikhlaskan saja,sebagai gantinya nanti aku traktir kau belanja,kau bebas memilih apa pun yang kamu mau,,.
oh iya semalam aku bertemu dengan rena " jawab kinan menenangkan sambil beranjak dari ranjang dan menyibakkan tirai jendela kamarnya.
"bukankan dia polos dan berperi laku seperti malaikat,buat apa dia ke klub?apa yang dia lakukan?ceramah??" tanya fani mengejek
"dewa dan juga yang lainnya juga disana" tambah kinan sambil menatap luar kamarnya yang mendung
"lupakan,tak usah membahas mereka lagi,kapan kau akan mentraktirku??"ucap fani mengalihkan ke hal alin
" kapan kamu mau,asal jangan hari kerja.."jawab kinan,kemudian mereka mengakhiri telponnya.
Tiba tiba kinan merasakan kedinginan,ia berbalik untuk mengambil jaket,namun ketika ia berbalik,dewa sudah berdiri didepannya dengan tatapan dinginnya.
"kamu tidak pergi bekerja" tanya kinan mencoba membuka percakapan,"sudah berdiri berapa lama dia,apakah dia mendengar percakapan ku dengan fani"tanya kinan dalam hatinya.
"cuma mengajaknya belanja.." jawab kinan datar
"kamu ingin belanja apa,kapan??" tanya dewa mengernyit
"bukan aku,tapi fani,buat apa aku belanja,sementara kebutuhanku selalu kau penuhi sebelum semua nya habis.." jawab kinan mengingatkan dewa
"ayo turun,kita sarapan.." ajak dewa sambil menarik tangan kinan.
setelah mendudukan kinan dikursi meja makan,ia lalu mengambil piring untuk kinan,kemudian mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk pauk.
"Kamu hari ini tak perlu berangkat kekantor,kamu istirahat dirumah,walaupun masalah dengan fatma sudah selesai,kamu tetap harus mendapatkan hukuman" ucap dewa kemudian sambil menaruh piring kinan yang sudah ia isi
Setelahnya dewa pergi meninggalkan kinan yang masih menikmati sarapan paginya.
Selesai dengan sarapannya kinan kembali kekamarnya untuk istirahat.Namun baru saja dirinya merebahkan badannya hp nya berdering,dan terpampanglah nomor tak dikenal.
Kinan kemudian mengangkatnya,dan terdengarlah suara diseberang,yah itu suara rena
__ADS_1
"ini aku rena"
"apa yang kamu inginkan nona rena?"
"aku ingin bertemu dengan dirimu,ada sesuatu yang perlu kita bicarakan"
tanpa menunggu jawaban dari kinan,rena menambahkan "akan aku kirim alamatnya" lalu dia langsung memutus sambungan telponnya dengan kinan.
"untuk apa ia ingin bertemu denganku,apakah ini masalah dengan dewa??" tanya kinan kepada dirinya sendiri
"siapa dia,dengan seenaknya memintaku menemui dirinya,bisa bisa aku memukulnya kalau kita hanya berdua" monolog kinan
"apa pun itu,aku takkan menemuinya,," ucap kinan setelah membaca pesan dari rena yang mengirimkan alamat,
Setelahnya kinan berencana untuk beristirahat kembali,namun lagi lagi hp nya berdering,.ternyata itu dari dewa.
sebelum menjawab kinan terlebih dulu mengambil nafas dalam dalam
Kinan menjawab telepon tersebut sambil menatap luar kamar.."pak dewa ada apa?"tanya kinan datar
"dimana kamu sekarang??" tanya dewa dengan nada jengkel
"aku dirumah.." jawab kinan
"bagus..tetap lah dirumah dan istirahat,karena_"belum selesai dewa berkata kata kinan sudah memotongnya
" aku juga akan istirahat,tapi karena kalian menggangguku,aku jadi terbangun.."ucap kinan lalu mematikan sambungan telpon dengan kesal.
Kinan tak bisa tidur setelahnya,jadi ia memilih untuk berjalan menuju ruang kerja dewa,karena terlalu sibuk bekerja akhir akhir ini jadi ia jarang bisa membaca buku,
Buku buku diruang kerja dewa sangat banyak,dan kinan belum pernah membacanya.
Ditambah lagi ruangannya yang cukup luas dan ada sofa yang sangat empuk,sehingga kinan memilih untuk selonjoran disofa sambil membaca buku.
Mungkin karena ruangan dewa yang sejuk karena dekat dengan taman dan pepohonan,ditambah lagi suasana yang hening,,sehingga memudahkan kinan untuk tidur.
Kinan terbangun ketika hari sudah malam,ia merasakan lapar,lalu mencari sesuatu untuk ia makan,karena malas memasak kinan hanya mengambil mentimun untuk ia makan,ia mencuci terlebih dulu.
Kinan tak sadar kalau dewa sudah kembali,saat ia melewati ruang tamu sambil membawa mentimun,ia melihat dewa sedang duduk diruang tamu,
"kapan ia kembali??" tanya kinan lirih namun masih bisa didengar oleh dewa
__ADS_1
"kenapa??" tanya dewa,lalu ia melirik ketangan kinan yang sedang membawa mentimun.