
Kinan turun kebawah dan mendapati yuni yang sudah membuat berbagai macam makanan sehingga membuat Kinan mengalirkan air liurnya.
"Yuni,bukankah ini terlalu berlebihan,aku tak mungkin bisa menghabiskannya kan??" tanya Kinan dengan takjub sambil mengelilingi meja makan.
"Tentu saja tidak berlebihan nyonya,karena orang hamil harus banyak makan,kata pak Dewa, nyonya makan sedikit akhir akhir ini" jawab Yuni dengan senyum yang terukir dibibirnya
"Kemana dia pergi??" tanya Kinan sambil celingukan mencari Dewa
"Bapak sudah pergi kekantor,sepertinya ada sesuatu yang mendesak,karena begitu ditelpon oleh seseorang bapak langsung pergi" jelas Yuni sambil menuangkan segelas air putih untuk Kinan
Kinan hanya menganggukan kepalanya,dan tidak menyahut karena diriinya tengah menikmati makanan yang telah dibuatkan oleh Yuni.
Setelah kenyang,Kinan segera beranjak dari duduknya untuk segera berangkat kekantor.
Yuni yang melihat kalau nyonyanya akan segera pergi,ia langsung mengambil kotak bekal dan memasukkan beberapa makanan dan juga buah buahan untuk kinan,supaya dimakan nanti siang.
Karena tak enak untuk menolaknya,Kinan menerimanya.
"Syukurlah tak bertemu dengan Rendy " ucap Kinan setelah sampai dikantor.Ia langsung masuk kedalam lift lalu menekan angka dimana ruanganya berada.
Begitu sampai diruangannya,Kinan dikejutkan dengan keberadaan seseorang yang sangat dirinya hindari,Orang tersebut duduk disofa dengan angkuh untuk menanti kehadiran Kinan.
"Ada perlu apa kamu diruanganku." tanya Kinan tanpa basa basi dan juga tanpa menatap Rena yang duduk disofa.
"Aku ingin kau sekarang juga menggugurkan kandunganmu itu,aku ingin kau melenyapkannya didepan ku sekarang juga,minum ini.."ucap Rena tanpa basa basi sambil menyodorkan sebotol kecil obat yang Kinan yakini kalau itu obat penggugur kandungan.
Kinan yang marah langsung berhenti melangkah dan berbalik lalu menatap tajam Rena sambil menggenggam kedua tangannya untuk menahan amarahnya" Nona Rena,sebagai wanita simpanan harusnya kau tau diri dan tahu batasanmu,kamu benar benar bermuka tembok"
"Kau.." Rena yang ingin membalas kata kata Kinan berhenti karena mendengar suara langkah kaki yang akan masuk keruangan tersebut dengan suara keras seperti tengah berlari.
Rena langsung membenturkan jidatnya ditembok hingga berdarah lalu pura pura pingsan.Kinan yang terkejut dengan aksi Rena hanya diam membisu,karena ini berlalu begitu cepat hingga dia tak bisa merespon apa apa.
Ketika Dewa,Rendy juga Reyhan masuk,Rena sudah tergeletak berpura pura tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Rena..." teriak Rendy sambil membantu Rena untuk bangun,lau dia menatap Kinan dan berteriak dengan marah menuduh Kinan "Kinanti,kamu sudah benar benar kelewatan,kamu seorang psikopat"
Kinan tak memperdulikan kata kata Rendy,Ia menoleh menatap wajah Dewa yang dingin lalu berkata "Jika aku berkata kalau itu bukan kelakuanku,apakah kamu percaya??"
"Kinanti kamu harus tahu batasanmu " teriak Dewa dengan marah sambil menatap Kinan dan darah yang mengalir dijidat Rena bergantian.
"Aku,sungguh naif " Ucap Kinan sambil terkekeh yang sebelumnya menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Aku tidak terluka mendengar kata kata mu Dewa,aku bahkan sudah menduganya,," tambah Kinan sambil menampilkan senyum palsunya.
"Aku berfikir kalau kamu telah berubah,karena kelakuan manismu beberapa hari ini,ternyata aku salah,,tetap Rena yang lebih dominan dihatimu." lanjut Kinan lalu melangkah maju kearah Rena yang sudah sadar dari aktingnya yang pura pura pingsan
Kinan menatap Rena sambil mencibir lalu berkata "Lain kali rencanakan aktingmu dengan seksama nyonya Rena,mana mungkin orang hamil mampu melakukan hal seperti ini,"
Rena melongo tak percaya dengan kata kata Kinan.belum sempat ia berpikir untuk membalas kata kata Kinan tiba tiba
"Plak.." Kinan menampar Rena lalu berkata dengan nada dingin dan tegas "Karena kau ingin jadi wanita simpanan maka jangan pernah menunjukkan batang hidungmu disini.Berlakulah layaknya simpanan,jangan seperti badut di bawah lampu lalu lintas,hanya bisa mengemis."
Karena suasana hati yang kacau akibat Rena,Kinan memilih untuk pergi dari kantor.
Setelah keluar dari kantor, Kinan langsung mampir ke super market untuk membeli beberapa bahan makanan untuk isi kulkasnya diapartemen,ia berencana untuk tinggal diapartemen untuk beberapa waktu kedepan.
Seperti omonganya tadi,kalau Fani akan tidur seharian.
Maka ketika Kinan sampai diapartemen, Fani sedang tidur.
"Mungkin ketika ditahan kemarin Fani tak bisa tidur dengan nyenyak." ucap Kinan lirih sambil menatap fani yang tidur lelap.
Melihat apartemennya berantakan Kinan langsung bersih bersih,dan merapikannya.
Setelahnya ia mengambil kotak bekal yang berisi buah buahan dari Yuni tadi.
Sambil membaca buku Kinan menyamil buah buahan tersebut.
__ADS_1
Mungkin karena kekenyangan, Kinan membaca buku hingga tertidur,dan bangun bangun ketika hari sudah gelap.
Tiba tiba ponselnya berdering,ada panggilan masuk dari no tak dikenal.
Karena ia mengira itu telpon penting makanya dia langsung mengangkatnya.
"halo" sapa kinan
"Kinanti,.." "hmmm,suara rendy" batin Kinan
"Ada apa?" tanya Kinan
"Malam ini Dewa tak pulang kan??" tanya Rendy mencemooh
"Dewa sedang bersama wanita lain disini,mungkin karena kamu hamil jadi Dewa tak mau menyentuhmu,atau mungkin juga karena kau tak bisa memuaskannya" tambah Rendy mengejek lalu tertawa terbahak bahak.
"Kamu itu dikhianati,buat apa kamu masih mempertahankan anak dan juga dirinya,itu sia sia Kinanti" lanjut Rendy seperti tengah mengkhawatirkan Kinan
"Pak Rendy,apa ini tujuanmu menelponku malam malam begini,kamu merasa dikucilkan karena Dewa bercinta dengan Rena tanpa mengajak dirimu,lalu kau emosi dan melampiaskannya kepadaku?" tanya Kinan sambil mengerutkan alisnya,ia tak habis pikir kenapa Rendy begitu suka mengkomentarinya
"Jika kamu benar benar mencintai Rena,harusnya kamu terus terang saja pada mereka,jangan meluapkannya kepadaku,...ok intinya gini aja,jangan pernah menghubungiku untuk suatu hal menyangkut kalian bertiga,ingat jangan pernah menelponku tanpa alasan yang jelas" tambah Kinan lalu mematikan sambungan telponnya tanpa memberi kesempatan kepada Rendy untuk menjawabnya.
Setelahnya Kinan memilih untuk mengecek emailnya,ia kelupaan kalau dirinya banyak kerjaan serta melupakan janjinya untuk bertemu dengan Sutisna.
Ketika Kinan tengah asik berkutat dengan kerjaanya,tiba tiba bel pintu berbunyi "Itu pasti Fani" monolog Kinan,Karena ketika kinan bangun tidur tadi ia menemukan catatan kalau Fani akan pergi keluar untuk sebentar.
Mungkin karena sudah terlalu lama duduk dan menatap layar laptopnya,Jadi ketika Kinan bangun untuk membukakan pintu,kepalanya terasa pusing,maka ia membukanya tanpa menatap orang yang masuk,
"Kamu dari mana,kok sampai malam begini.." tanya kinan sambil memijit pelipisnya karena merasa pusing,
Kinan mengira kalau yang masuk adalah Fani,jadi dia langsung berbalik dan meninggalkannya.
Karena tak mendapatkan tanggapan, Kinan pun membalikkan badannya lalu mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Ia terkejut,karena yang berdiri dibelakangnya bukanlah Fani,melainkan seorang pria yang berwajah kelam,dan sorot matanya yang tajam serta sosoknya yang ramping berdiri dipintu seperti penjaga.