Dewaku

Dewaku
bab 57


__ADS_3

Setelahnya kinan pulang bersama dengan irfan.Kinan menyuruh irfan untuk membawa mobilnya saja daripada jalan kaki walaupun rumah mereka satu komplek,tapi jika berjalan kaki itu akan lumayan membuat kakinya capek karena jaraknya lumayan jauh.


Sesampainya dirumah,kinan melihat ada orang diaula,dan ternyata orang tersebut rena.


Rena sedang membereskan barang barang  dewa yang berada dilemari.


Rena memandang sekeliling dan melihat kinan yang sedang berdiri dengan tangan bersedekap.


Rena mengabaikan keradaan kinan dan melanjutkan kerjaannya kembali.


Kinan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi kantor polisi


"halo..kami dari kantor polisi,apakah ada yang bisa kami bantu."


"ya halo saya kinanti mau melaporkan kalau sudah terjadi penyelundupan dirumah saya,saya mohon untuk segera mengirimkan orang untuk menangkap penyelundupnya" ucap kinan santai sambil melirik rena yang menatap dirinya dengan mata melotot


"baik,tunggu sebentar bu..kami akan segera bertindak"


Setelah kinan menutup telponnya,rena menatapnya dengan nyalang dan berkata "kinanti,apa yang kamu lakukan??"


"telpon polisi " jawab kinan santai sambik bersender ditembok dengan tangan bersedekap.


Rena mengepalkan tangannya,dan menatap kinan dengan tajam,lalu berteriak dengan amarah yang memuncak "ini adalah rumah dewa,semua yang ada disini aku yang memilihnya karena ini semua sesuai seleraku,kamu yang telah merebutnya dariku,dasar wanita tak tahu diri"


Kinan mengangkat alisnya,lalu menatap ke sekeliling yaitu kebarang barang yang terpajang dirumahnya dan dewa,kemudian ia berkata " inikah  barang barang yang dibeli sesuai seleramu, dan pilihanmu sangat norak,memang banyak sih yang telah kau pilih itu,tapi bukan berarti ini semua punyamu,sungguh pendidikanmu sangat dangkal,"sambil menjatuhkan barang barang tersebut kelantai dan hancur tak terbentuk


"Kinanti,aku akn menghajarmu.." ucap rena sambil melompat kearah kinan karena marah semua barang yang ia hadiahkan serta ia pilihkan untuk dewa dihancurkan oleh kinan,dan tak ada satupun barang yang tersisa.


Kinan langsung menghindar,rena yang melihat itu semakin marah dan tak sengaja dirinya menabrak lemari pajangan barang barang berharga punya kinan hingga lemari tersebut pun ambruk dan semua isinya juga hancur.


Kinan merasa sakit hati lalu berkata "rena kau telah masuk kerumahku tanpa ijin,dan sekarang kau menghancur barang barang berhargaku,aku akan menghitung semua kerugianku ini"


Badan rena gemetar karena marah,dia sangat kesal dengan kinan lantas ia berkata "kinan,kamu sudah sangat keterlaluan"


Belum sempat rena menghajar kinan,tiba tiba terdengar sirine mobil polisi datang.


Dan tak lama kemudian tiga polisi masuk dan bertanya dihadapan kinan dan rena"kami menerima laporan,bahwa rumah ini telah kemasukan penyelundup,siapakah pemilik rumah ini?"

__ADS_1


"saya " ucap Kinan langsung mengeluarkan kartu tanda penduduk dan surat kepemilikan rumahnya dan menyerahkannya kepada polisi.


"dan wanita inilah penyelundup tersebut,dia masuk dan menghancurkan beeberapa barang berhargaku,saya mohon bantuannya.." tambah kinan lagi


"baik nona kinan,apakah anda terluka??" tanya salah satu polisi sambil meneliti tubuh kinan lalu mengembalikan dokumen yang ia dapat dari kinan


"tidak..," ucap kinan sambil menggelengkan kepalanya


"kinanti urusan kita belum selesai " ucap rena sambil meronta,rena merasa ini hal  paling hina yang ia dapatkan seumur hidupnya


Melihat aula yang berantakan kinan memilih untuk pergi kekamarnya ia malas untuk membersihkannya.


Sesampainya dikamar kinan langsung mandi dan tidur.


Ketik kinan tengah enak enak tidur,bel pintu berbunyi,kinan melihat melalui kamera pengawas didepan pintu.Dan terlihatlah reyhan tengah berdiri mengenakan kaus warna putih.


Kinan turun dan membukakan pintunya,dan mempersilahkan reyhan masuk.


"reyhan,ada apa,kenapa malam begini kerumahku??" tanya kinan dengan menguap


"aku menyetelnya dengan mode senyap,jadi aku tak tahu kalau kau menghubungiku,ada apa??" jawab kinan sambil mengucek matanya


Reyhan membaringkan tubuhnya sambil berkata "dewa memintamu untuk membawakan bubur hasil masakanmu"


"sekarang??" tanya kinan terkejut,


Reyhan menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.


Kinan yang melihat reyhan yang kelelahan menjadi tak enak hati untuk protes lantas ia berkata "baiklah aku akan membuatkan bubur untuknya,kamu bisa istirahat dikamar kosong dirumah ini."


Lagi lagi reyhan mengnggukan kepalanya dengan lemah.


Lalu kinan pergi kedapur untuk memasak bubur,ketika kinan keluar ia melihat reyhan sudah tertidur,kemudian kinan pergi mengambilkan selimut untuk reyhan.


Setelah buburnya matang,kinan langsung menatanya kekotak makan.


Ia langsung mengantarkan kerumah sakit,ia tiba dirumah sakit sekitar pukul Tiga dini hari.

__ADS_1


Dikamar tampak dewa yang belum tidur,dia mengenakan baju pasien warna biru laut,perban mengelilingi kepalanya.


Dewa yang melihat kinan datang,langsung menampilkan wajah cemberutnya,lalu melirik ke kotak bekal yang ada ditangan kinan.


"kamu sudah bener bener lapar?" tanya kinan sambil berjalan kearah dewa lalu membuka kotak bekal yang ia bawa dan menyodorkan kepada dewa.


Dengan lembut kinan menambahkan lagi "kamu baru saja menjalani operasi,makanya aku membawakanmu bubur  agar mudah dicerna untuk pasien sepertimu,makanlah"


"iya.." jawab dewa sambil menatap kinan.


Kinan yang ditatap dewa,lantas cemberut dan bertanya "apa??"


"apa kamu dibangunkan oleh reyhan??" tanya dewa sambil menunduk dan memakan buburnya


"ya..semua ini karena kamu yang menyuruhnya,kamu membuat tidurku terganggu" ucap kinan jujur tanpa memikirkan perasaan dewa


"kenapa kau terlalu jujur??" jawab dewa tak terima,ia berharap kalau kinan akan sedikit menjaga perasaannya yang sedang sakit.


Kinan tak menjawab kata kata dewa,ia memilih untuk duduk disofa dan menyandarkan tubuhnya lalu menutup matanya.


"apakah kamu masih marah denganku??" tanya dewa dengan suara dingin


"buat apa aku marah,toh itu tak akan membuatmu berhenti untuk memperhatikan rena " jawab kinan tanpa membuka matanya


"aku beehutang banyak pada rena,aku tak bisa membayarnya deng lunas,aku hanya bisa mengembalikannya berkali kali lipat " jawab dewa dengan suara tak berdaya


"lantas apakah kamu akan terus membayarnya nya untuk seumur hidupmu??" tanya kinan yan mau tak mau mengeraskan sedikit suaranya dan membuka matanya.


Mata hitam dewa menatap kinan dengan dalam lalu berkata dengan suara rendah "tidak,ini yang terakhir kali"


"hehh,," kinan mengejeknya,lalu berkata dengan mengangkat dagu dan menatap dewa "bagi rena,dewa adalah kebiasaannya,jadi mana mungkin ia akan melepaskanmu begitu saja,begitupun denganmu,kamu sudah terbiasa untuk menuruti kemauannnya,kamu bahkan sering mengabaikan ku hanya untuk rena.."


Melihat dewa yang terdiam tanpa memakan bubur yang ada ditangannya,kinan pun berkata dengan nada dingin "habiskan buburnya sebelum dingin"


Dewa mengerutkan alisnya lalu memakan buburnya hingga habis,kemudian sambil menatap kinan ia bertanya dengan nada tak berdaya "aku mengalami kecelakan mobil seperti ini apakah kamu tak merasakan sedih??"


"tidak,bahkan aku menyesal mendapatimu masih hidup,kenapa kau tak mati saja dengan rena saat itu,huuh malah merepotkan aku,bahkan kalian berdua sudah membuat hatiku ini mati rasa" ucap kinan jujur,ia meluapkan semua isi hatinya.

__ADS_1


__ADS_2