Dewaku

Dewaku
bab 7


__ADS_3

Ketika sang mertua tidur kinan ijin kepada salah satu asisten rumah tangga untuk pulang sebentar,ia akan mandi dan ganti baju.Serta meminta salah satu dari mereka untuk menjaga mertuanya yang sedang tidur dan mengabarinya jika terjadi sesuatu.


Setibanya dirumah hari sudah gelap dan awan terlihat mendung seperti akan turun hujan.


Begitu masuk rumah Kinan langsung menuju kekamar untuk bebersih diri.


Dan ketika keluar dari kamar mandi,hujan sudah turun dengan begitu lebatnya ditambah angin yang terus menggoyang goyangkan pohon..


Ketika Kinan tengah asyik menatap turunnya hujan tiba tiba pintu dibuka dari luar dan muncullah dewa,


Kinan tak menegur dewa,begitupun dengan dewa ia yang langsung masuk kekamar mandi tanpa menoleh kearahnya


Setelah dewa keluar dari kamar mandi ia langsung masuk ke walk in closet untuk mengambil baju.


Kinan mengira kalau dewa akan keluar dengan stelan kemeja,namun ini dewa keluar dengan mengenakan baju sehari hari alias stelan santai seperti akan jalan jalan


Kinan hanya menatapnya dengan heran,dewa yang merasa diperhatikan kinan dengan wajah bingung lantas bertanya


"ada apa"


"apakah kamu akan pergi melayat dengan stelan santai gitu??" tanya kinan sambil menunjuk baju yang dikenakan dewa


"sepertinya kamu salah sangka kinan,aku tak akan pergi untuk itu,_" dewa menjawab dengan raut datar seperti biasa


"_dewaa ayoo..filmnya akan segera dimulai.." suara rena dari luar pintu mengingatkan dewa untuk segera pergi


"dewa..malam ini akan diadakan doa doa untuk ayahmu" kinan memberi peringatan


"kan ada kamu.." jawab dewa sambil mengenakan jaketnya


"dewa,dia itu ayahmu.."ucap kinan sambil mengerutkan keningnya,dewa adalah putra tunggal dari pasangan wijaya kusuma dan kusuma ningrum.

__ADS_1


Apa yang akan dipikirkan orang orang jika dewa tak ada diacara tersebut.


"Aku sudah meminta alvin untuk mengurus acara malam ini,kamu bisa tanya detail acaranya kepada dia" ucapnya dengan datar,seakan acara malam ini tak berarti apa apa baginya


Melihatnya berjalan keluar,kinan mengangkat nada suaranya"dewa,apa tidak ada hal penting didunia ini selain rena?apa arti ayah untukmu?"


Dewa berhenti melangkah dan berbalik,Mata hitamnya menatapku dengan tajam"kamu tidak ada hak mengatakan itu,meskipun kau istriku,camkan itu."ucap dewa tegas dan setelahnya ia berlalu keluar kamar.


Hanya dengan beberapa kata yang keluar dari mulut dewa tapi mampu membuat kinan sadar,kalau dirinya tak berarti apa apa untuk dewa,meskipun ia telah memberikan semua yang ia punya.


Nyatanya itu tak membuat dewa bertekuk lutut atau setidaknya menghargai pendapatnya.


Kinan hanya tersenyum miris sambil menggeleng gelengkan kepalanya yang menunduk


"kamu bukan hanya tak dicintainya tapi kamu tak berarti apa apa untuknya,bahwa akulah segalanya.."tawa mengejek terdengar dari arah pintu.


Kinan langsung mendongakan kepalanya dan menatap kearah pintu,disitu telah berdiri rena dengan tangan bersedekap.kepolosan dan keluguan wajahnya sudah tergantikan dengan wajah aslinya ketika berada didepan kinan


Walaupun dewa menolak untuk pergi,tapi kinan tetap harus pergi untuk menghadiri acara doa doa tersebut.


Ketika kinan akan sampai pada pintu,rena menghentikan langkah kinan dengan mencekal lengannya.Dewa sudah tidak ada dikamar jadi rena menampilkan wajah aslinya.


"kapan kamu akan meminta cerai dari dewa" tanya rena dengan dingin sambil menatap wajah kinan


Kinan yang terkejut langsung menampilkan senyum nya untuk menutupi keterkejuttannya,"nona rena,sebagai orang ketiga,kamu memaksaku untuk bercerai dengan dewa??"tanya kinan dengan memandang rena.


"siapa yang orang ketiga??aku atau dirimu??" tanya rena sambil menunjuk dada nya serta dada kinan dengan sedikit dorongan"kamulah orang ketiga itu,kalau saja ayah dewa dan nenekmu yang miskin serta kampungan itu tak memaksa dewa untuk menikahimu,maka akulah yang akan menjadi istri dewa dan nyonya dirumah ini.Tapi sekarang kedua duanya sudah meninggal.Kalau aku jadi kamu,maka aku akan meminta cerai dan meminta 50 persen dari harta yang dewa punya,karena sudah tak ada lagi yang akan melindungimu dari jahatnya dewa ,." jawab rena tak terima dianggap orang ketiga sambil terus membujuk kinan untuk berpisah dari dewa


"sayangnya,,aku bukan dirimu nona rena.."ucap kinan tak kalah dingin,mengabaikan gestur mengancam dari rena sambil berlalu pergi dari kamar melewati rena yang masih berdiri bersandar pada kusen pintu.


"Tak akan kubiarkan siapapun menyakitiku kecuali dewa" batin kinan

__ADS_1


Rena yang terbiasa dituruti semua keinginan dan kata katanya oleh semua orang merasa tak terima ketika ditolak oleh kinan,lantas ia mengejar kinan dan meraih tangan kinan


"dewa tak pernah menyukaimu,apa kamu tak merasakan malu dan sakit hati dengan sikap dewa tersebut.."tanya kinan yang masih terus berusaha untuk mempengaruhi kinan


" kalau kamu tahu dewa tak pernah menyukaiku,,kenapa kamu terus membujukku untuk bercerai dari dewa,kenapa kamu tak menyuruh dewa secara langsung untuk menceraikanku??"tanya kinan tenang..


"kamu.." kata rena dengan wajah memerah karena malu dan tak bisa membalas kata kata yang kinan lontarkan


Kinan mendekati dan mencibir, lalu berkata.."kamu tahu untuk apa aku masih terus bersamanya.."ucap kinan dengan tenang dan melanjutkan kata katanya ditelinga rena dengan setengah berbisik"dewa sangat hebat ketika diranjang,ia mampu membuatku terbang berkali kali dalam satu ronde.."ucap kinan memanas manasi rena


"kinan..kamu sungguh tak tahu malu.." ucap rena dengan wajah memerah karena marah,tangannya siap mengayun untuk mendorong kinan yang tengah berdiri didepan tangga,tapi karena kinan siaga ia mampu menghindari dorongan dari rena.Sehingga rena lah yang jatuh menggelinding ke tangga.


"Ahhh" teriak rena yang merasa kesakitan,


Kinan yang terkejut dan syok dengan kejadian tersebut tak mampu berkata apaapa,ia hanya diam membisu.


Tubuh kinan disingkirkan dewa dengan dingin,ia bergegas turun kebawah untuk menolong rena


Rena dibawah meringkuk kesakitan sambil memegangi perutnya,dan darah yang terus mengalir membasahi lantai serta baju yang dikenakan rena.


"keguguran.." ucap kinan lirih


"waa..anak..anak kita waa.."Rena menarik narik baju dewa sambil terus mengulang ulang ucapannya


Keringat membasahi wajah dewa,kinan tahu kalau dewa bakal marah besar kepadanya karena mengira dirinyalah yang mendorong rena dari tangga.


" Jangan khawatir,anak kita akan baik baik saja.."ucap Dewa mencoba menenangkan rena kemudian ia membopongnya dan berjalan kearah pintu keluar


Namun baru beberapa langkah,dewa menghentikannya dan menoleh kearah kinan.


"ini yang kamu mau??" tanya dewa dingin,lalu ia melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Kinan yang tahu kalau dewa marah,hanya mampu menunduk,Ia tak mampu berkata kata.


__ADS_2