Dewaku

Dewaku
bab 19


__ADS_3

Fani yang terkejut dan kaget hingga ia marah kepada rena yang membuat sahabatnya semakin tersiksa akibat ulahnya.


Fani diam sambil memikirkan cara bagaimana membuat rena jauh dari dewa dan juga kinan sahabatnya.


"Kenapa loe diam aja,udah lah mending kita jalanĀ  jalan aja gimana.."ajak kinan sambil menarik tangan fani


" Kita mau kemana??"tanya fani sambil mengikuti kinan


Sepanjang jalan fani dan kinan hanya melihat bar dan klub malam,fani mengira kalau kinan hanya mengajaknya untuk jalan jalan saja ,hingga kinan mengajaknya masuk ke klub malam lalu menoleh kearah fani dan bertanya.."gimana..loe suka kan,gue tau loe sedang bosan kan??"


fani hanya menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya selain ke klub tempat nongkrong dengan fani,kinan sama sekali tak pernah mendatangai klub lain.


Begitu masuk suara musik menggelegar,"kuping gue hampir mau pecah fan.."teriak kinan memberitahu fani.


fani tak menghiraukan ucapan kinan,karena klub malam sudah menjadi rumah baginya.Fani pun berlalu naik kelantai dua,mau tak mau kinan pun mengikutinya .


"Bawakan kami dua pria tampan"perintah fani kepada manager klub tersebut


manager tersebut pun menjawab." baik,saya akan membawa beberapa pria biar anda bisa memilihnya sendiri"


Kinan pun menyipitkan kedua sudut matanya lalu bertanya "kenapa kau memesan penghibur"


Sambil menuangkan jus untuk kinan fani menjawabnya dengan santai" untuk menghibur kita,akan ku tunjukkan padamu pria yang lebih lembut,dan juga lebih seksi dibanding dewa,jadi jangan buang buang waktu dan tenagamu hanya untuknya,kamu juga perlu menunjukkan sisi temperamenmu"


Kinan belum sempat menjawab,tapi manager sudah datang dengan membawa beberapa pria penghibur.


"ada banyak jenisnya kan,pilih lah yang sesuai kriteriamu.." ucap fani sambil memilih pria untuk dirinya sendiri


"apakah fani sering mengunjungi tempat seperti ini dan memesan pria penghibur,." batin kinan saat melihat fani dan pria penghiburnya sambil bercumbu mesra di depannya.

__ADS_1


"kenapa kamu malah memperhatikan kami,cepat pilih salah satu" desak fani karena melihat kinan yang terus mengawasi dirinya.


Tanpa menunggu persetujuan dari kinan fani langsung menunjuk salah satu pria untuk menemani kinan


Lalu fani pergi meninggalkan kinan dengan pria penghibur yang telah dipilihnya untuk menemani kinan diruangan tersebut.


"emmm a aku...." kinan tak langsung melanjutkan kata katanya karena dirinya bingung harus memulai dari mana dan berkata apa.


Sehingga pria tersebut langsung tersenyum kepadanya dan berkata.."kamu tak perlu menjelaskan apa apa nona,aku tahu untuk pemula sepertimu pasti akan canggung.."


Kinan tertegun mendengar kata kata yang keluar dari mulut pria penghibur barusan.


pria penghibur tersebut pun berinisiatif membuka obrolon "apa yang biasanya kamu lakukan."


"membaca.." jawab kinan singkat


pria tersebut tersenyum lalu mengomentarinya "membaca itu banyak manfaatnya,jadi tidak heran jika kamu terlihat mempunyai aura yang berbeda"


Karena bingung harus berkata apa lagi kinan pamit untuk ketoilet "aku ke toilet dulu.."


Saking terkejutnya kinan tak langsung pergi malah menontonnya,,rendy yang merasa diperhatikan oleh seseorang pun langsung menoleh,.


Rendy pun terkejut dan langsung melepaskan pagutan mereka,rena yang bingung pun lantas mengikuti arah pandang rendy "kenapa tak kau tutup sih..." ucap rena karena mengira rendy sedang memandang pintu yang belum tertutup sempurna.


Rendy tak menjawabnya,lantas rena pun berinisiatif untuk menutup..Rena pun sama dengan rendy,Ia terkejut ketika melihat kinan berdiri didepan toilet "apakah dia melihatnya." batin rena


Rena pun langsung bertanya kepada kinan seakan tak terjadi apa apa antara dirinya dan rendy "kenapa kamu disini.."


Kinan terdiam,dan begitu sadar ketika rena mengajukan pertanyaan untuknya,ia berdehem sebentar lalu tersenyum penuh arti sambil memandang rena dan rendy secara bergantian dari bawah hingga atas,kemudian berlalu dari hadapan mereka tanpa menjawab pertanyaan rena.


Kinan berasumsi kalau mereka pasti penasaran dan ketakutan karena kepergok dirinya saat sedang berduaan didalam toilet,

__ADS_1


rendy dan rena hanya saling tatap karena bingung melihat senyum kinan yang penuh tanda tanya tersebut.


Ketika kinan keluar dari toilet,ia dibuat terkejut dengan keberadaan rena dan rendy,ia mengira kalau kedua makhluk tersebut sudah pergi untuk menghindarinya.


"kenapa terkejut gitu..?" tanya rendy sambil bersedekap


kinan memilih tak menjawabnya,ia mencuci tangannya ke wastafell kemudian berniat pergi meninggalkan kedua makhluk tersebut.


Namun rendy langsung mencegatnya dan bertanya "kenapa kamu selalu mengikuti kemanapun dewa pergi."


Kinan tahu kalau rendy tak pernah menyukainya,ia pasti akan selalu melontarkan kata kata sindiran atau berkata kasar ketika bertemu dengan dirinya.


Sehingga kinan tak mau repot repot menjelaskan kenapa dirinya ada diklub ini dan bertemu dengan mereka,ia memilih diam.


Kinan bukan lah tipe perempuan yang akan selalu mengikuti pasangan nya pergi kemana saja dan bertanya kemana ia akan pergi. Ia tipe cewek yang tak ingin tahu dengan kegiatan orang lain termasuk dewa suaminya.


Rena menatap kinan dengan menyipitkan matanya lalu bertanya "bukannya kamu sedang hamil,kenapa berkeliaran diklub malam"


rendy menimpalinya dengan tidak sopan " dia pasti kesepian,karena dewa jarang menyentuhnya,sehingga ia mencari laki laki lain diluar untuk memuaskannya"


Sambiil mengernyit kinan menahan amarahnya lalu membalas kata kata rendy "pak rendy,sebaiknya anda pulang dan bersihkan gigi serta mulutmu,ooh..mungkin karena kalian habis...emm maaf bertukar saliva, mungkin saja itu membuat bakteri yang ada dimulut kalian pun ikut bertukaaran,,"


Kinan memang tak pernah menyukai kedua makhluk tersebut,sehingga ia langsung berniat pergi setelah mengatakan apa yang perlu dikatakan.


Namun lagi lagi jalannya dihalangi,kalau tadi rendy yang menghalangi sekarang rena yang menghalangi "Aku tak bertemu denganmu beberapa hari ini, dan sekarang mulutmu seperti habis diasah,tajam sekali,kenapa??dan kenapa kau tak melenyapkan bayimu,kenapa kau masih bertahan disisi dewa??"


Amarah kinan seperti tercekik,lalu ia menatap rena dengan dingin dan tertawa "rena apa kamu lupa kalau anak ini anak dewa,sehingga dewa tak kan pernah mengijinkan siapa pun untuk melenyapkannya,baik aku ataupun dirimu,meskipun kau kehilangan bayimu karena ulahku tapi itu tak membuat dewa membenciku."


"kamu.." wajahnya memerah karena marah sambil mengangkat tangannya untuk menampar kinan


Namun sebelum itu terjadi kinan sudah menangkap tangan rena terlebih dahulu,lalu mengingatkan rena" kalau dewa melihat kelakuanmu yang seperti ini pasti ia akan langsung meninggalkanmu,tetaplah bersikap polos dan lugu,serta lemah lembut supaya dewa selalu berada disampingmu,.jaga sikapmu"

__ADS_1


Usai menepis tangan rena,kinan berusaha meninggalkannya,namun lagi lagi akal licik rena bekerja lebih cepat,ia pura pura terjatuh akibat kinan melepaskan tangannya dengan keras sehingga ia terdorong


"aduuuh..."teriak rena


__ADS_2