
Berapa dewa membayarnya..??" tanya kinan setelah beberapa saat terdiam
"dewa membayarnya dua kali lipat dari harga pasaran,lalu setelahnya bar itu dibalik nama menjadi atas nama renata,sebenarnya aku ingin memberitahumu dari dulu,tapi kamu sibuk terus" ucap fani menjelaskan
"Dewa akan memberikan apa pun yang diinginkan rena,tapi aku yakin rena tak sungguh sungguh ingin memilikinya,pasti ada niat terselubung dari rena" batin kinan
Setelahnya kinan pamit untuk pulang,ia akan mencari cara untuk membebaskan fani.Karena hanya dialah satu satunya keluarga kinan yang tersisa.
Kinan masih berdiri didepan pintu masuk kantor polisi sambil memikirkan cara untuk membebaskan fani.
Setelah beberapa saat kinan masuk kemobilnya sambil berjalan dia berfikir, "kalau cctv bar pasti sudah dicek oleh polisi.."
ketika dijalan rina menhubungi kinan,kalau laporannya sudah selesai ia kerjakan dan siap untuk diperiksa.
namun kinan menjawab,besok saja karena untuk saat ini ia sedang tak bisa konsen kearah situ.
Setelah diam beberapa saat kinan berfikir untuk menghubungi rina balik,ia harus segera mengambil tindakan sebelum semuanya kacau,ia harus segera menyelesaikan masalahnya satu satu.ia tak bisa menunda nundanya lagi.
"rina tolong kamu umumkan kalau lelangan ini dimenangkan oleh tim irfan" ucap kinan yang sebelumnya telah ia pikirkan matang matang.
Setelah beres masalah audit kinan akan fokus masalah fani.
Usai menutup telponnya dengan rina,kinan menghubungi seseorang yang selama ini ia hindari,tapi kali ini kinan harus memaksakan dirinya untuk melibatkannya.
"tiga tahun" ucap seseorang dengan suara bassnya dari seberang setelah telpon kinan diangkat
"aku mengira kalau kau sudah tak mau berhubungan denganku lagi"tambah orang tersebut
"hakim.." ucap kinan menyebut nama seseorang yang ia hubungi
"adikku yang cantik,kau sungguh membuatku rindu.." kata hakim dengan suara yang mendayu dayu
Kinan langsung menutup telponnya.kinan masih teringat ketika terakhir kali ia bertemu dengan hakim,ia menjadi ketakutan.
Setelah sampai dirumahnya ia langsung masuk kekamar dan naik keranjang,ia masih ketakutan ketika mengingat hakim,
Ya kali ini kinan memilih untuk pulang kerumahnya,setelah beberapa hari tak pulang kinan merasa rindu dengan rumahnya ini.
Ketakutan membuat sekujur tubuh kinan seakan mengikis tulang tulangnya,sehingga kinan langsung menyelimuti dirinya.
__ADS_1
Saat dewa pulang ia terkejut dengan keadaan kinan,karena istrinya berselimut tebal seperti kedinginan.
Dewa langsung duduk disamping kinan,sambil melepaskan dasinya.
"sudah makan malam??" tanya dewa dengan wajah lelah
kinan menggelengkan kepalanya,lalu ia teringat kalau fani dikantor polisi,kinan langsung bangun "aku akan memasak"
tiba tiba dewa memeluk kinan dari belakang dan menyandarkan dagunya dipundak kinan,"biarkan seperti ini sebentar"ucap dewa lemah,
kinan hanya menganggukkan kepalanya,membiarkan dewa melakukan keinginannya,
Kinan tahu,kalau dewa sangat kelelahan karena memikirkan perusahaan.Ia tak mau memperburuk keadaan dengan membicarakan masalah fani untuk saat ini
dewa memeluk kinan dan membawanya keranjang,ia sangat rindu dengan kinan,ia langsug mencium bibir kinan dengan lembut,kinan yang merasakan kelembutan sentuhan dari dewa pun membalasnya,,
Lalu mereka melepas kerinduan selama beberapa hari ini dengan penyatuan,hingga sampai pada puncaknya.
Namun karena dewa yang beberapa hari ini puasa, sebab kinan tak pulang,minta tambah lagi.
karena kinan juga masih menginginkan maka mereka melakukannya lagi,
Setelahnya mereka berbaring sambil menatap langi langit kamar mereka.
Dewa yang terkejut dengan pertanyaan kinan lantas ia menoleh dan bertanya balik "jadi itu alasanmu kembali kerumah??"
"tidak,aku kembali bukan hanya karena itu,," jawab kinan sambil menggelengkan kepalanya
"Dewa,aku pulang karena berbagai macam alasan,salah satunya,yang tadi itu,tapi yang tak kalah penting adalah fani,fani ditangkap polisi karena dijebak oleh rena,selingkuhanmu" ucap kinan sambil meneteskan air matanya
"jadi ini alasanmu menerima ajakanku barusan,kamu menjual tubuhmu untuk memuaskanku lalu kau meminta bayarannya dengan membebaskan fani??" ucap dewa mengejek
"dewa,kamu punya rena,reyhan,rendy,,sedangkan aku,aku hanya punya fani,aku mohon tolong aku.." ucap kinan dengan tangis dan memohon kepada dewa
"hmmm.."dewa mencibir dan mengejek kinan lagi lalu berkata " kamu hanya mempunyai fani dihidupmu,kamu sungguh membuatku terkejut".
Lalu dewa bangun dan memakai pakaiannya lagi,kinan pun melakukan hal yang sama.
Mengabaikan rasa marahnya kinan meraih tangan dewa dan memohon sambil bercucuran air mata "dewa aku mohon,hanya kamu yang bisa menolongku"
__ADS_1
"ok..lakukan sekali lagi untuk ku..kamu yang diatas,"jawab dewa sambil meraih tangan kinan yang berlutut sambil memegang tangannya.
Dalam sekejap dewa langsung membopong kinan kekamar mandi,mereka akan melakukannya dikamar mandi,sesuai permintaan dewa kinan yang akan diatas,
Namun ketika mereka sedang berciuman,tiba tiba kinan merasa pusing dan sakit perutnya,
Kinan menghentikan ciumannya dan melihat kebawah karena ia merasa ada sesuatu yang mengalir dipahanya.
Kinan yang syok saat melihat darahnya mengalir lantas berucap dengan lemah karena ia memang merasakan sangat kesakitan pada perutnya "dewa,segera bawa aku kerumah sakit,aku tak mau terjadi apa apa dengan bayiku,"
dewa langsung melihat paha kinan yang penuh dengan darah,sebelum keluar dari kamar mandi,dewa terlebih dulu membersihkan pahanya,lalu mengangkatnya dan keluar,.
"sial.." umpat dewa sambil berjalan cepat menuju mobilnya,lalu memasukkan kinan kemobil dan disusul dirinya.
Dewa mengemudikan mobilnya dengan cepat,hingga tak berselang lama,sampai lah mereka dirumah sakit.
Kinan yang sudah tak tahan dengan rasa sakitnya akhirnya pingsan,dan dewa berteriak meminta pertolongan,
Petugas medispun dengan cekatan menolongnya.
Ketika kinan sadar,hari sudah terang,"mungkin sudah pagi" monolog kinan.
Ia menoleh dan mendapati dewa sedang menatapnya
"sudah berapa lama kau menungguku?" tnya kinan kepada dewa.
"semalaman,kau mau mau minum??" jawab dewa mengambilkan secangkir air
kinan menggelengkan kepalanya lalu ia mengingat ingat kejadian kemarin.
Yang kinan ingat,ia mengalami pendarahan lalu ia dibawa kerumah sakit,setelahnya ia tak sadar.
Secara naluriah kinan memegangi perutnya lalu berkata" dimana bayiku,dia baik baik saja kan??"
"tentu saja dia baik baik saja.." jawab dewa dengan menampilkan senyumnya
Kinan terkesima melihat senyum dewa yang begitu menawan,karena akhir akhir ini mereka lebih sering bertengkar dibanding berbicara dari hati ke hati.
Tidak lama kemudian dr haikal datang,dan menjelaskan kondisi kinan.
__ADS_1
"kehamilan di tri mester pertama ini sangat rentan,lebih baik kalian menunda untuk berhubungan intim terlebih dulu,karena itu sangat berbahaya,jika kalian tak melakukannya secara hati hati" Kinan dan dewa saling bertatapan ketika mendengar penjelasan dari dokter tersebut.
"Dan untuk nona kinan,sebaiknya anda jangan terlalu lelah dan juga stress,karena itu akan menghambat perkembangan janin,dan pak dewa saya minta kepada anda untuk jangan membuatnya stress serta kelelahan" tambah dokter haikal